
Sementara itu di kerajaan langit, Kiana tengah diperiksa oleh Alvin dan Alvin berkata dengan wajah semringah, "Kandungan Kiana baik-baik saja. Janinnya juga sehat dan kuat detak jantungnya. Kondisi Kiana juga stabil dan fit"
Agha langung memeluk istri kecilnya dengan senyum bahagia dan penuh rasa syukur setelah mencium kening Kiana, ia menatap Alvin dan bertanya, "Apakah kali ini Kiana tidak akan mengalami keguguran lagi?"
"Aku akan terus pantau Kiana dan janin di dalam perutnya. Aku tidak akan biarkan Kiana mengalami keguguran lagi" Sahut Alvin.
"Terima kasih, Vin" Sahut Kiana dan Agha secara bersamaan.
Dan di dunia manusia, Di saat Amber tengah berjalan mondar-mandir memikirkan alasan kenapa ia tiba-tiba mencium Kenzie di depan Crystal, Crystal tengah bertanya ke dayang yang setia mengikutinya karena uang, "Di mana Ratu Amber?"Meskipun Crystal dihukum lama di pengunungan dan keluarganya ditumpas habis hanya tersisa dirinya dan kakak sepupunya, harta kekayaannya Crystal masih tersimpan rapi dan berkat bakat berdagang kakak sepupunya, harta kekayaan keluarganya Crystal semakin bertambah banyak dan sangat banyak.
Dayang yang mata duitan itu menyahut, "Yang Mulia Ratu Amber sepetinya masih berada di halaman depan aula pertemuan"
Crystal langsung memperlebar langkahnya menuju ke halaman depan aula pertemuan karena ia tidak ingin kehilangan jejaknya Amber. Crystal ingin melabrak Amber karena cemburu. Dia mengira Amber sudah merayu Kenzie karena Kenzie mau mencium Amber di depannya dan Kenzie mengabaikannya bahkan Kenzie tidur di paviliun ratu semalam. Hati Crystal sudah meradang merah terbakar rasa cemburu.
__ADS_1
Saat Kenzie berbalik badan, ia dikejutkan dengan tamparan keras di pipinya. Dan pria berwajah tampan mirip Agha itu, semakin membeliak kaget saat ia melihat Crystal yang menampar pipinya.
Kenzie ingin memeluk Crystal dan bertanya kenapa Crystal menamparnya, namun ia urungkan langkahnya saat ia sadar bahwa dirinya masih berada di dalam tubuhnya Amber.
Crystal langsung mengepalkan kedua tangannya dan menggeram ke Amber dengan mata melotot, "Kau tumbuh menjadi gadis liar sekarang ini, hah?! Padahal dulu kau itu gadis yang lugu dan polos. Cih! Menjijikkan!"
Kenzie langsung bertanya dan mulai berakting menirukan gaya bicaranya Amber, "Apa maksud kamu?"
Kenzie sontak kecewa melihat sikap Crystal. Dia kasar dan suka menuduh orang ternyata. Dia jauh beda dengan Amber yang bijak dan tidak pernah menuduh orang sembarangan. Batin Kenzie.
"Kenapa diam? Kau ternyata masih takut padaku, kan? Sejak aku memukul kepala kamu pas kamu menghisap racun ular di kaki Yang Mulia Kenzie, kau takut padaku, kan?"
Crystal menyeringai mengerikan di depan Kenzie yang masih berada di dalam wujud Amber.
__ADS_1
Kenzie sontak mundur satu langkah dan menatap Crystal dengan tatapan tidak percaya.
Jadi benar apa yang diceritakan oleh Rosa. Bukan Crystal yang menolongku waktu itu. Tapi yang menolongku Amber. Bahkan Amber rela menghisap racun ular demi untuk menyelamatkan diriku dan dia justru dipukul kepalanya sama Crystal. Batin Kenzie.
Tanpa Kenzie sadari ia menyipitkan mata dan mengepalkan kedua tinjunya sambil membatin, kalau kau bukan wanita, aku sudah menonjok muka munafik kamu sekarang ini Crystal! Sial! Aku ternyata menikahi seekor ular Beludak. Sial! Bodoh benar aku ini!
"Kenapa kau menyipitkan mata dan mengepalkan tinju kamu, hah?! Kau mau menonjok aku? Tonjok saja dan aku akan langsung berlari ke Yang Mulia Raja dan melaporkan kamu. Yang Mulia Raja tentu saja akan membelaku" Crystal menyeringai mengejek.
Sial! Wanita yang aku nikahi ini bahkan lebih mengerikan dari ular Beludak. Ada untungnya juga aku bertukar tubuh dengan Amber. Aku bisa tahu kebusukan ular Beludak ini dalam waktu secepat ini. Kalau tidak ........sial! Apa tujuan dia yang sebenarnya? Kenapa ia merayuku dan dia tampak kecewa saat tahu dia hanyalah seorang selir. Hufftttt! Aku harus terus menyelidiki wanita munafik ini mumpung aku masih berada di dalam tubuhnya Amber. Batin Kenzie.
"Kenapa diam? Sudah ingat, kan, kalau kamu nggak bisa melawanku. Bahkan pas permainan petak umpet dulu tanganmu terluka karena aku, kan? Aku bukan lawanmu gadis bodoh! Maka, menyingkirlah dari sisi Kenzie dan sadar diri kalau kamu itu jauh segala-galanya dari aku. Kau tidak seksi seperti diriku, dada kamu hampir rata, kau juga tidak pandai bersolek. Kau bebek hitam dari dulu jangan pernah bermimpi menjadi angsa putih seperti diriku!" Geram Crystal.
Kenzie memilih berbalik badan lalu berlari pergi meninggalkan Crystal sambil bergumam, "Aku harus menghindarinya sebelum aku hilang akal dan menonjok wajahnya. Sial! Dia ternyata serigala berbulu domba yang sangat mengerikan!" Kenzie menoleh ke belakang saat ia mendengar suara gelegar tawa mengejeknya Crystal dan teriakannya Crystal, "Dia takut padaku, hahahaha!!!!"
__ADS_1