
Alaric hanya berani menempelkan bibirnya di bibir Kiana. Lalu, ia menarik bibirnya dan bergumam dengan senyum bahagia yang diringi suara degup jantung yang sangat kencang. Begini ternyata rasanya mencuri ciuman. Terasa sangat manis dan sekaligus mendebarkan. Batin Alaric.
Di saat kakek cermin hendak mengeluarkan cahaya birunya karena Kiana mendapatkan ciuman kedua dari Alaric, Kiana tiba-tiba membuka matanya dan plak! Ia refleks menampar pipi Alaric saat ia melihat wajah Alaric berada dekat sekali dengan wajahnya. bahkan pucuk hidung Alaric menyentuh pucuk hidungnya.
Alaric tersentak kaget dan Kakek cermin pun tersentak kaget. Cahaya biru tidak jadi dikeluarkan oleh kakek cermin.
Alaric menegakkan badannya dan menatap Kiana dengan gumaman di dalam hati, Kak Kiana tahu atau tidak, ya, kalau aku mencuri ciuman barusan? Ah, kenapa aku bisa nekat mencuri ciuman tadi?
Kiana yang masih rebahan, mantap Alaric dan bertanya, "Apa yang mau kau lakukan? Kenapa pucuk hidung kamu ada di atas pucuk hidungku?"
Alaric tersentak kaget dan kembali bergumam di dalam hatinya, wah, aman! Kak Kiana nggak tahu kalau aku mencuri ciuman.
Kiana mendengus kesal, "Kenapa diam dan menatapku seperti itu?"
Alaric langsung bangkit berdiri. Bocah remaja itu melangkah mundur pelan-pelan sambil berkata, "Tadi aku menyelimuti Kakak. Lalu, ada nyamuk di pucuk hidungnya Kakak, jadi aku mengusir nyamuk itu dengan hidungku karena kedua tanganku, memegang selimut. Hehehehehe" Alaric lalu meringis dan masih meneruskan langkah mundurnya.
Kiana tidur miring dan menopang kepala dengan lengan untuk melihat Alaric.
Tumit kaki Alaric menyentuh ranjang dan bocah tampan itu langsung menghentikan langkah mundurnya dan dengan cepat ia berbalik badan, melompat ke ranjang, lalu merebahkan dirinya dan langsung memunggungi Kiana sambil berteriak, "Selamat malam, Kak!"
"Panggil aku Kiana saja" Sahut Kiana.
"Baik, Kiana!" Sahut Alaric dengan masih memunggungi Kiana.
Kiana menatap punggung Alaric dengan helaan napas panjang dan bergumam di dalam hatinya, nyamuk? Apa benar yang ia ucapkan tadi? Dia mengusir nyamuk di wajahku dengan menggunakan pucuk hidungnya? Tapi kalau benar begitu, kenapa sikapnya aneh dan wajahnya memerah malu?
Seolah bisa mendengar isi hatinya Kiana yang penuh tanya, kakek cermin langsung berkata, "Bocah itu membohongi kamu, Kiana.
__ADS_1
Kiana langsung tidur terlentang dengan menautkan kedua alisnya. Kiana menunggu penjelasan dari kakek cermin tanpa mengeluarkan sepatah kata pun karena ia tidak ingin dicap sakit jiwa.oleh Alaric muda kalau sampai Alaric mendengarnya berbicara sendiri malam-malam begini.
Kakek cermin kembali berkata, "Aku akan katakan kebohongannya. Tapi, jangan kamu marahi dia"
Kiana mengangguk dalam diam dan perempuan cantik itu masih diam membisu.
"Dia mencium kamu diam-diam tadi" Sahut Kakek cermin. "Kau boleh ngobrol denganku karena bocah itu sudah tidur nyenyak sekarang ini"
Kiana langsung bangun dan duduk bersila dengan mata mendelik kaget dan memasang ekspresi wajah seolah tidak percaya.
"Iya! Bocah tadi mencium kamu diam-diam. Aku nggak mungkin bohong, Kiana" Kakek cermin kembali mengeluarkan suara.
Kiana menoleh ke kiri untuk melihat punggung Alaric. Lalu, perempuan cantik berkulit putih seputih salju itu bergumam lirih, Kenapa dia menciumku diam-diam? Apa dia menyukai aku, Kek? Tapi, apa dia gila?! Astaga! Dia menyukai perempuan yang jauh lebih tua darinya? Yang benar saja!"
Kakek cermin langsung menyahut, "Itu bukan keinginan dia, Kiana. Hati nurani dan cintanya padamu yang menggerakkan dirinya secara alami untuk mencium kamu. Cinta suami kamu pada dirimu ternyata sangat besar. Hatinya selalu mengarah padamu. Mengarah pada cinta kalian berdua"
"Iya, kamu benar. Kamu sudah dapatkan ciuman kedua kamu dari suami kamu. Tapi, karena kamu tiba-tiba menamparnya maka ciuman kedua otomatis hangus"
"Ta......tapi kenapa bisa hangus?" Kiana berkata dengan wajah kecewa dan sedih.
"Maafkan aku Kiana. Kalau dicium kamu tidak boleh menolaknya atau menampar si pemberi ciuman. Kalau kamu melakukan dua hal itu, maka ciumannya otomatis hangus" Sahut si Kakek.
"Ah! Kenapa banyak sekali aturan di dunia cermin ini, Kek. Kapan lagi aku bisa dapatkan ciuman dari suamiku? Hiks, hiks, hiks" Kiana langsung mewek.
Kakek cermin terkekeh geli lalu berkata, "Jangan menyerah Kiana! Itu bukan sifat kamu. Kakek tahu kalau kamu itu perempuan tangguh dan tidak mudah menyerah dalam hal apapun. Kau juga cerdas. Gunakan kecerdasan kamu untuk membuat bocah tampan itu mencium kamu lagi secepatnya"
Kiana hanya bisa.menghela napas panjang.
__ADS_1
Akhirnya Kiana kembali tertidur dengan lelapnya dan keesokan harinya dia bangun kesiangan.
Kiana bangkit berdiri dan sambil melipat selimut ia bergumam, "Ke mana Alaric pergi?"
Saat Kiana hendak melangkah keluar untuk mandi di sungai, Alaric masuk sambil membawa keranjang yang penuh dengan buah-buahan. "Kau mau ke mana?" Tanya Alaric.
"Mau mandi" Sahut Kiana.
"Nggak sarapan dulu? Aku udah petik banyak buah dan aku masak sayur. Aku masih menaruh sayurnya di atas perapian. Tapi jangan kahawatir! Aku tidak teledor. Aku udah matikan apinya langsung setelah sayurnya matang"
"Iya, aku percaya. Kamu udah gede bisa bertanggung jawab dan tidak teledor. Aku mau mandi dulu"
"Perlu aku antar?" Tanya Alaric secara spontan tanpa ada maksud apapun.
Kiana menoleh ke Alaric lalu menyentil kening Alaric sambil berkata, "Mana boleh seorang cowok mengantar seorang cewek mandi di sungai"
Alaric mengelus keningnya dan dengan cemberut di berkata, "Aku bermaksud baik,kok, malah disentil"
Kiana mengabaikan ucapannya Alaric dan memilih untuk meneruskan langkahnya keluar dari dalam pondok untuk mandi di sungai.
Alaric menunggu di luar pondok sembari memberi makan Bora sisa ikan bakar yang kemarin. "Kau lucu banget, sih"
Setelah menunggu selama tiga puluh lima menit lebih dan Kiana belum kembali juga ke pondok, Alaric langsung mengikat anak serigala berbulu putih di pohon, lalu ia berlari kencang menuju ke sungai.
Sesampainya di sungai, Alaric mematung saat ia melihat pemandangan yang sangat indah. Tubuh polos Kiana yang memunggungi dia tampak berkilauan indah di bawah sinar mentari pagi. Bocah tampan itu seketika kesulitan menelan air liurnya sendiri.
Alaric kemudian bergumam lirih, "Aku balik badan atau tetap menatapnya? Kalau balik badan sayang juga, sih, aku kehilangan pemandangan seindah ini. Sial! Kak Kiana ternyata memiliki kulit yang sangat indah dan lekuk tubuh yang sangat menggoda"
__ADS_1
Saat Alaric melihat Kiana hendak berbalik badan, bocah tampan itu langsung melompat ke balik pohon besar dan bersembunyi di sana dengan debaran jantung abnormal.