Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Bulan Madu I


__ADS_3

Kiana terbangun dan membuka mata dengan malas saat ia merasakan wajahnya terasa hangat karena ciuman dan lehernya terasa geli karena kecupan-kecupan kecil.


"Mas?" Kiana menatap Agha dengan mata yang masih menyipit.


"Maafkan aku kalau aku membangunkan kamu. Habisnya kamu cantik banget saat ini dan aku sudah sangat merindukan kamu, Sayangku" Sahut Agha sambil mengusap lembut bibir istri kecilnya.


"Aku masih ngantuk, Mas"


"Tapi aku ingin membuka kado pernikahan dan kado bulan madu kita"


"Mana ada kado? Perasaan nggak ada kado" Sahut Kiana dengan nada suara lemas dan mata yang kembali terpejam.


Agha langsung mencium kedua mata Kiana dengan senyum geli dan saat Kiana kembali membuka mata, Agha berkata, "Ini kadonya" Agha meraba baju pengantinnya Kiana dari dada sampai ke paha.


Kiana langsung membeliak kaget dan tidak jadi mengantuk. Wanita cantik bertubuh mungil dan ramping itu justru tertawa melihat wajah suaminya yang tengah merengut meminta buka kado. "Kamu lucu, Mas. Wajah kamu lucu kalau seperti itu"


"Kok malah ketawa?" Agha semakin mengerucutkan bibirnya dan Kiana langsung mengecup bibir suaminya dengan gemas lalu tertawa lagi.


"Jadi, boleh aku buka kado sekarang?" Agha sontak semringah dan membeliak senang.


"Iya" Sahut Kiana di sela tawa gelinya.


Agha melihat tawanya Kiana dan pria tampan itu langsung membungkam bibir Kiana dengan bibirnya. Lalu dengan pelan-pelan Agha menarik Kiana naik di atasnya. Dan sambil terus menikmati bibir ranum istri kecilnya, Agha menurunkan ritsleting yang ada di punggung Kiana. Satu lapis baju pengantinnya Kiana berhasil dibuka dan terlempar ke lantai. Seolah mengerti kalau saat ini semangat suami tampannya untuk membuka kado bulan madu tengah menyala-nyala, maka Kiana meladeninya dengan semangat yang menyala-nyala pula.

__ADS_1


Agha secara intens memberikan kecupan-kecupan kecil di bibir istri kecilnya , lalu mulai memagut dan menuntut. Di sela aktivitas panas dan liarnya mencium bibirnya Kiana, Agha menelusupkan lidahnya ke dalam lalu menari-nari indah menjelajahi mulut manisnya Kiana. Agha dan Kiana sudah menjadi ahli dalam hal berciuman. Keduanya saling membuat mabuk pasangan mereka.


Meskipun dia sudah sering mendapatkan pagutan dan ciuman panas dari suaminya, tetap saja Kiana meleleh dan kewalahan mengikuti permainan ciumannya Agha yang sangat luar biasa saat ini. Tentu saja luar biasa karena aura pengantin baru kembali Agha rasakan dan pria tampan itu juga sudah menahan cukup lama gairahnya. Permainan Agha masih di titik pemanasan tapi Kiana sudah terengah-engah hampir kalah.


Agha melepas ciumannya untuk menatap Kiana yang masih memejamkan matanya dan Agha melihat dada istri cantiknya naik turun dengan cepat. Agha tersenyum senang menatap istri cantiknya menikmati permainan yang ia tawarkan. Agha mengusap usap bibirnya Kiana yang nampak basah dan sedikit bengkak akibat dari ciumannya yang sangat dahsyat dan memabukkan dengan senyum penuh cinta, sorot mata penuh gairah, dan dada naik turun dengan cepat. Peluh tampak membasahi pelipis Agha.


Agha kemudian membaringkan Kiana dengan pelan di atas ranjang yang dikelilingi kelambu berwana merah. Lalu, ia mencium kembali bibi Kiana.


Agha mulai membuka sendiri baju pengantinnya lalu dengan pelan pria tampan itu membuka satu persatu kancing di baju pengantinnya Kiana sambil menciumi wajah dan lehernya Kiana. Tepat di saat Agha meninggalkan beberapa tanda cinta dan gairahnya di leher Kiana, baju pengantinnya Kiana terlempar ke lantai.


Kiana menggoyangkan pinggul dan merintih lirih dengan indahnya.


Agha tersenyum bangga melihat istri kecilnya yang sangat cantik begitu menikmati permainannya.


Mendengar istri kecilnya yang cantik dan menggemaskan terus merintih dan memanggil-manggil namanya, Agha semakin menggila. Ia bergerak turun dengan cepat dan bermain liar di lembah kenikmatan.


Kiana membeliak kaget lalu mencengkeram kepala suaminya kemudian mengerang frustasi sambil menggigit bibir bawahnya.


"Aku akan masuk sekarang, ya?" Tanya Agha dengan suara serak.


"Iya, Mas" Sahut Kiana dengan suara serak pula.


Agha melesak masuk lalu tiga puluh lima menit kemudian, Agha bertanya, "Kau sudah mencapai puncak?"

__ADS_1


Kiana menganggukkan kepala dengan wajah penuh tanda tanya.


Agha langsung menarik diri dan membelakangi Kiana. Tak begitu lama kemudian terdengar pekik kepuasan Agha.


Kiana menatap punggung suaminya dengan bergumam di dalam hati, kenapa Mas Agha masih mengeluarkan pekik kepuasan di luar? Apa dengan begitu kami bisa punya anak? Aku akan bertanya ke Ibu saat Ibu ada waktu luang. Aku akan bertanya bagaimana caranya agar aku dan Mas Agha bisa segera memiliki anak.


Agha kemudian mengangkat badan untuk melihat Kiana dan saat ia ingin memeluk Kiana terdengar ketukan di pintu dan suara, "Ratu Kiana, Anda ditunggu di ruang kedisiplinan. Anda akan belajar tentang kedisiplinan dan tentang tata cara menjadi Ratu"


Agha menahan Kiana dan berkata, "Jangan bangun! Biarkan saja! Nggak usah latihan kedisiplinan hari ini"


Kiana tersenyum lalu mengangkat tangan suaminya dari atas perutnya sambil berteriak, "Baik. Aku akan segera keluar setelah mandi"


"Baik Ratu, saya akan menunggu Anda"


Agha terpaksa melepaskan Kiana dan tersenyum geli saat Kiana berkata, "Kalau aku tidak belajar kedisiplinan hari ini, maka kepala kedisiplinan akan menghukum aku berdiri di tengah lapangan"


Kiana lalu melesat masuk ke dalam kamar mandi dan Agha merebahkan kepalanya di atas bantal dengan senyum geli lalu bergumam, "Mana ada lapangan di istana ini, Istriku memang sangat lucu"


Sementara itu ibundanya Kiana tengah menangis di dalam kamarnya karena pada akhirnya ia bercerai dengan tabib Danur. Meskipun itu adalah keputusannya sendiri dan itu ia ambil demi kepentingan orang banyak, tetap saja ia merasa sedih.


Tabib Danur juga tengah menangis bersedih di dalam kamarnya. Dia akhirnya harus merelakan wanita yang sangat ia cintai pergi dari sisinya untuk selamanya. Dia harus merelakan pria lain mendekap istrinya. Tabib Danur menyetujui perceraian itu karena alasan yang diberikan oleh Kayla bisa ia pahami.


Dan di kediamannya Caraka, Bora tengah mempersiapkan cara terbaik dan terunik untuk melamar gadis paling unik. Agni si cewek tomboy tentu saja tidak akan menyukai lamaran yang biasa-biasa saja. Untuk itulah Bora.cukup pusing memilih dan memilah cara paling unik dan berkesan untuk melamar Agni.

__ADS_1


Lalu, Kaisar Abinawa pergi ke kamar putrinya dengan permaisuri Kenanga, namun ia dikejutkan dengan suara seorang pria yang berkata, "Kamu bukan Putrinya Kaisar Abinawa. Kamu adalah Putriku" Kaisar Abinawa yang hendak mengetuk pintu kamar putrinya, langsung menarik kembali tangannya dan ia sontak mematung di depan kamar putrinya. Kaisar yang tampan dan terkenal bijaksana itu merasa syok sekaligus bimbang akankah ia masuk atau kembali ke paviliunnya.


__ADS_2