Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Raja Alaric


__ADS_3

Di kediaman Caraka masih tampak hening. Kediaman Caraka menjadi hening sejak Kiana dan Agha dikabarkan pergi bermeditasi ke puncak gunung untuk mengobati luka mereka. Puncak gunung apa, arah mana letak gunung itu, dan berada di mana rumah singgahnya Agha dan Kiana, pangeran Adyaksa masih merahasiakannya. Ibundanya Agha yang memiliki naluri tajam seorang ibu asuh dan ibu yang sudah menyusui Agha selama satu tahun, akhirnya nekat mengajak Agni dan Bora pergi ke gunung yang berada paling dekat dengan lokasi pertempuran terakhirnya Agha.


Sementara itu, pangeran Adyaksa mulai merancang cerita selanjutnya karena sepetinya, Agha dan Kiana masih membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali ke kerajaan yang dipimpin oleh kaisar Abinawa.


Dan sang putra mahkota pangeran Adnan yang cerdas tapi licik itu, mulai curiga karena pangeran Adyaksa masih terus berkelit kalau ia diberi pertanyaan soal Agha dan Kiana. Putra mahkota Adnan kemudian mulai mengambil tindakan dan mulai memerintahkan beberapa anak buahnya untuk terus mengikuti gerak-geriknya pangeran Adyaksa dan Bayu.


Sementara itu di negeri yang berada di atas awan, di sebuah kerjaan besar nan indah yang dihuni naga-naga besar yang bisa berubah wujud menjadi manusia, Kiana masih menatap pria tampan di depannya yang sangat mirip dengan Jenderal Agha, suaminya, dengan mata yang masih berkaca-kaca dan masih diam mematung. Saking bahagianya bisa melihat kembali wajah tampan suami tercintanya, otak Kiana sejenak terlelap dan belum bisa memberikan perintah ke anggota tubuh yang lain.


Pria yang berdiri di depan perempuan berkulit putih, berambut indah, tidak begitu tinggi, kurus, dan sangat cantik dengan wajah tirus, langsung berkata di dalam hatinya, sepertinya aku jatuh cinta pada pandangan pertama dengan perempuan cantik yang ada di depanku saat ini.


Setelah hati Kiana menyentak otaknya, mulut Kiana menyemburkan, "Mas Agha?! Syukurlah Mas Agha di sini" Sorot mata Kiana berubah menjadi berbinar-binar.


Pria yang berdiri di Kiana dan terus menatap Kiana dengan wajah datar, namun hatinya berdesir hebat itu berkata, "Aku bukan Agha. Namaku Alaric. Terima kasih kau sudah mengobati luka di tubuhku saat aku masih menjadi naga hitam dan memenangkan pertempuran di bukit sebulan yang lalu"


Kiana langsung melompat dan memegang bagian depan baju pria yang mengaku bernama Alaric.


"Kau mau apa?" Pria itu menunduk, namun tidak melangkah mundur ataupun menepis tangan Kiana dari atas bajunya.


"Aku akan buktikan kalau kamu adalah Mas Agha, suamiku" Kiana nekat melepas baju pria itu dengan kecepatan kilat dan wajah tidak sabar sampai pria itu bertelanjang dada.


Pria itu sontak mendelik dan menggeram, "Kau! Berani benar kau........"


Kiana lalu menunjuk luka di perut pria itu, "Ini bekas luka yang aku obati belum lama ini" Lalu, Kiana menunjuk luka di dada atas sebelah kiri, "Ini bekas luka yang kamu dapatkan saat aku berperang merebutkan wilayah timur" Kiana kemudian berjalan mengitari tubuh pria yang bergeming dan arah matanya terus mengikuti arah geraknya Kiana. Pria itu memejamkan mata dan mengigit bibir bawahnya saat perempuan cantik yang sudah ia cintai di beberapa detik yang lalu, meraba punggungnya. Kiana meraba punggung pria itu sambil berkata, "Luka memanjang dan melintang di punggung kamu ini adalah bekas luka yang pernah kamu ceritakan ke aku. Luka ini karena sabetan golok saat kamu melawan pimpinan perompak di sebuah hutan di wilayah barat"


Pria tampan dan gagah itu tersentak kaget saat Kiana muncul kembali di depannya dan menyentuh kepalanya. "Apa yang kau lakukan?"

__ADS_1


Kiana menarik turun kepala pria itu dan berkata, "Benar! Ada bekas luka di tengah pucuk kepala kamu" Kiana lalu melepaskan kepala pria itu laku menatap pria itu sambil berkata, "Kamu suamiku. Mas Agha"


Pria itu menarik bajunya dan memakainya kembali. Baju pria itu tidak sampai jatuh teronggok ke lantai saat Kiana melepasnya paksa karena baju itu masih ada di dalam selipan celana kain yang diikat ikat pinggang dari kulit hewan asli. Pria itu merapikan bajunya tanpa melepaskan tatapannya dari wajah cantik Kiana dalam diam dan wajah datar.


Kiana menunjuk-nunjuk dada pria tampan itu sambil berkata, "Kamu adalah Mas Agha, suamiku"


Alih-alih menjawab iya, pria tampan dan gagah itu malah berkata, "Jangan kau ulangi lagi membuka baju pria lain seperti tadi. Kalau denganku tidak apa-apa!"


"Mas, ayo kita pulang"


"Aku bukan Agha suami kamu dan berhenti memanggilku, Mas" Lalu, pria yang mengaku bernama Alaric itu bersiul untuk memanggil burung pemangsa peliharaannya. Burung pemangsa itu langsung bangun dan terbang kemudian bertengger di atas pundak pria yang mengaku bernama Alaric itu.


"Kamu Mas Agha" Kiana bersedekap dan mendelik. Lalu, perempuan cantik itu kembali berkata, "Mana ada orang yang memiliki bekas luka yang sama di tubuhnya. Nggak ada! Jadi, aku yakin benar kalau kamu adalah Mas Agha dan......"


Kiana langsung berteriak, "Hei! Aku belum selesai bicara! Kenapa kau pergi?!"


Saat Kiana nekat mengejar pria itu, pria itu langsung melesat terbang ke angkasa bersama dengan burung pemangsa peliharaannya.


Kiana hanya bisa menatap angkasa dengan wajah sedih.


Sial! Mas Agha benar-benar hilang ingatan. Aku harus segera membuat obat untuk mengembalikan ingatannya Mas Agha dan mempelajari ilmu pengobatan di sini untuk menghilangkan racun anga hitam yang masih ada di tubuh Mas Agha. Batin Kiana.


Agha yang hilang ingatan. Agha yang sudah menjadi raja di Kerajaan naga. Agha yang berubah nama menjadi Alaric. Menukik tajam di pinggir danau dan burung pemangsa peliharaannya mengikuti Agha.


Agha mendaratkan kedua kakinya di pinggir danau dan burung peliharaannya langsung mendarat di atas pundak kokohnya Agha.

__ADS_1


Agha lalu memandang wajah tampannya yang terpantul di air danau.


Agha menoleh ke pundak kirinya dan berkata, "Bora, apa benar kalau aku ini sebenarnya adalah Agha dan aku adalah suami dari wanita cantik dan mungil tadi? Kalau bukan, tapi kenapa semua ucapan wanita cantik tadi masuk akal dan kenapa hatiku berdesir hebat dan jantungku bergemuruh kencang saat ia menyentuhku tadi"


Agha memberikan nama Bora ke burung pemangsa yang ia pelihara sebulan yang lalu karena nama Bora terlintas begitu saja di benaknya.


Seolah mengerti apa yang diucapkan oleh tuannya, burung peliharaannya Agha mengangguk-anggukkan kepalanya.


Tiba-tiba terdengar teriakan seorang perempuan, "Raja Alaric! Anda di sini ternyata!"


Agha yang sudah berganti Anam menjadi Alaric di kerajaan naga menoleh ke arah suara. Alaric melihat seorang perempuan cantik yang ia temui sebulan yang lalu berlari kecil ke arahnya.


Perempuan cantik itu bernama Sofie. Dia adalah pewaris Kerajaan burung. Putri dari kerjaan burung harus menikah dengan raja dari kerajaan naga secara.turun temurun. Karena raja yang terdahulu sudah Alaric kalahkan maka putri Sofie akhirnya menikah dengan Alaric. Namun, Alaric sama sekali belum menyentuh putri Sofie. Bahkan di malam pengantinnya, Alaric memilih merenung di atas gunung selama tiga hari tiga malam dan meninggalkan Sofie sendirian di kamar pengantin mereka.


"Yang Mulia" Puti Sofie menekuk kedua lututnya di depan Alaric dan perempuan cantik itu kemudian berdiri tegak di depan suaminya yang baru ia nikahi selama satu bulan untuk bertanya, "Kenapa Anda merenung, Yang Mulia? Apa yang Anda pikirkan?"


Agha menatap perempuan cantik di depannya dan langsung bergumam di dalam hatinya, kenapa hatiku tidak berdesir saat aku berada di depan perempuan ini?


Melihat suaminya diam dan mematung, Sofie memberanikan diri menyentuh dada suaminya dan kembali bertanya, "Apa yang Anda pikirkan? Anda bisa berbagi semua hal dengan saya, Yang Mulia. Kita adalah Suami Istri"


Alaric menunduk untuk melihat tangan perempuan yang sudah menjadi istrinya sebulan yang lalu dan kembali bergumam di dalam hatinya, jantungku juga kalem aja, nih, tidak bergemuruh kencang saat perempuan ini menyentuh dadaku? Padahal aku dan dia sudah menikah selama satu bulan, tapi hari dan jantungku kalem-kalem aja selama ini.


Agha kemudian berjalan melintasi perempuan yang bernama Sofie sambil berkata, "Aku hanya lelah"


Sofie dengan terpaksa menarik tangannya dari dada suaminya lalu ia menatap punggung suaminya dengan sorot mata sedih. Kenapa Raja belum mau menatapku seperti layaknya seorang suami menatap istrinya? Kenapa? Apa yang kurang dari diriku? Aku adalah wanita tercantik di negeri ini, tapi kenapa Raja belum mau menyentuhku?

__ADS_1


__ADS_2