
Di dalam penjara istana Kiana dimasukkan ke dalam sel yang bersebelahan dengan sel ayahandanya.
Ayahandanya Kiana terkejut bukan main melihat putrinya dimasukkan ke dalam sel, "Kiana! Kenapa kau bisa ada di sini"
"Kiana menusuk kaki Putra Mahkota agar Putra Mahkota terbebas dari pengaruh racun tidur yang hanya ada di dunia duyung" Sahut Kiana.
"Kenapa kau nekat melakukan itu?"
"Demi untuk menyelamatkan Ayah"
"Kiana..........Ayah berharap kamu membenci dan menyimpan dendam sama Ayah agar kamu tidak nekat masuk ke istana dan mendekati permaisuri. Ini semua Ayah rasa jebakan untuk kamu dan Suami kamu"
"Aku tidak pernah membenci dan menyimpan dendam sama Ayah. Kalau kesal sama Ayah, sih, iya. Kiana kesal karena Ayah tidak pernah peduli sama Kiana dan kalau diajak bicara selalu saja tidak nyambung. Tapi, sejujurnya Kiana tidak pernah membenci Ayah dan tidak pernah menyimpan dendam pada Ayah"
Ayahandanya Kiana tertegun melihat Kiana lalu pria tampan itu berkata, "Kiana........Maafkan Ayah. Maafkan Ayah, Ayah......." Ayahandanya Kiana tidak sanggup melanjutkan kalimatnya. Pria tampan itu kemudian menundukkan kepala dan menangis sesenggukkan di depan Kiana.
Kiana ikutan menangis dan berkata di sela Isak tangisnya, "Kiana sayang sama Ayah"
"Ayah juga menyayangi kamu. Ayah sangat menyayangi kamu" Ayahandanya Kiana menyahut dengan masih menunduk dan menangis sesenggukan.
Sementara itu, Adnan terbangun dan langsung melompat turun dari atas ranjang sambil berteriak, "Di mana Kiana?!"
Tabib kepercayaannya Permaisuri dan permaisuri saling pandang. Mereka tidak percaya kalau metode pengobatannya Kiana ternyata bisa membangunkan Putra mahkota.
"Jawab! Aku dengar suara Kiana tadi. Di mana dia sekarang ini, hah?! Ibunda, jawab aku!" Teriak Adnan dengan mata melotot tajam.
Permaisuri langsung menyahut, "Kau salah dengar. Nggak ada Kiana dari tadi. Tanya ke semua orang yang ada di ruangan ini. Nggak ada Kiana dari tadi. Kau mimpi, Adnan"
"Aku........aduh! Kenapa telapak kakiku sakit banget? Kenapa diperban?" Tanya Adnan.
"Kau jatuh dari kuda, kaki kamu terluka dan kau tidak sadarkan diri" Sahut Permaisuri dengan wajah datar dan ekspresi santai.
"Bohong! Ibunda bohong! Itu tas selempangnya Kiana. Aku kenal betul sama tas itu. Di mana Kiana sekarang?!"
__ADS_1
Permaisuri melotot kaget melihat tas selempang itu.
Sial! Kenapa tas selempang gadis bodoh itu tertinggal di sini? Batin Permaisuri dengan wajah kesal.
"Ibunda, jawab!"
"Aku akan menjawabnya kalau kamu mau menerima lamaran putri tunggalnya raja gurun pasir"
"Sial! Aku tidak mau menikah kalau tidak dengan Kiana. Aku sudah pernah katakan soal itu ke Ibunda, kan?! Kalau Ibunda tidak mau menjawab pertanyaanku, aku akan mencari Kiana sekarang juga dan kalau Ibu terus memaksa aku untuk menikah dengan putri gurun pasir itu, maka aku akan menghilang dari muka bumi ini" Adnan berusaha berjalan sambil meraih lalu mencangklong tas selempangnya Kiana lalu dengan melangkah sedikit pincang Adnan pergi meninggalkan ibundanya.
Permaisuri langsung berteriak, "Aaaaaaaaa!!!!!! Dasar anak bodoh tidak tahu diuntung!!!!!!! Ibu akan bunuh Kiana!!!!!!!!! Kau dengar itu, Adnan?!!!!!!"
Adan mengabaikan teriakan Ibundanya dan terus melangkah maju.
Asistennya Adnan langsung berkata, "Non Kiana, Bora, dan Agni, dipenjara saat ini"
"Sial! Temani aku ke penjara saat ini juga" Adnan melangkah lebar dengan kaki kanan berjalan sedikit pincang.
"Kenapa Paman menarikku ke sini?" Agha mendelik kesal.
"Siapa Bibi Kayla?" Tanya Agha dengan mengerutkan keningnya.
"Bibi Kayla itu Ibundanya Kiana. Selama ini beliau selalu berkirim pesan denganku. Aku dan beliau saling bertukar info. Saat ini beliau mengatakan kalau beliau sedang menemui Jenderal Arya yang sudah berhasil menghimpun banyak pasukan untuk melawan Permaisuri. Tahan dulu selama kurang lebih satu setengah jam"
"Sial! Itu terlalu lama, Paman! Aku tidak bisa membiarkan Kiana berada terlalu lama di penjara yang pengap dan kalau Kiana diintrogasi, sia! Kapan Kiana akan diinterogasi dan pasti dia akan disiksa dan ......." Agha langsung berbalik badan dan dengan sangat terpaksa Adyaksa memukul pundak Agha dan Agha seketika itu juga berdiri mematung.
"Paman kenapa Paman menotok titik nadi aku? Bebaskan aku, Paman! Aku harus segera membebaskan Kiana dari penjara! Bebaskan Aku, Paman!" Agha berteriak dengan mata melotot karena ia sama.sekali tidak bisa menggerakkan sekujur tubuhnya.
"Aku melakukannya demi keselamatan kamu. Kamu adalah putra mahkota yang asli. Kamu penerus tahta kerajaan ini. Kamu penerus tahta yang diharapkan semua rakyat. Maka kamu harus selamat" Ucap Adyaksa di depan Agha.
"Aku tidak peduli lagi dengan tahta! Siapa pun boleh mengambilnya. Aku hanya peduli sama Kiana. Aku hanya ingin hidup damai bersama Kiana, Paman. Aku hanya ingin........."
"Kiana baik-baik saja. Aku sudah mengganti semua penjaga di penjara dengan anak buahku. Kiana terjaga dan terlindungi dengan sangat baik. Sekarang kamu pikirkan tanggung jawab kamu sebagai putra mahkota yang asli. Kamu tidak boleh berkata kalau kamu tidak peduli akan tahta. Ingat pengorbanan Ibunda kamu, Ratu Jelita! Ingat pengorbanan Paman kamu, Jenderal Bima.Ingat akan pengorbanan Ibundanya Kiana yang telah menyelamatkan kamu dari sekapan permaisuri saat kamu masih remaja, saat kamu ada di dalam eksperimennya tabib Alzam,.Kakeknya Kiana. Ingat pula akan harapan besar Kaisar Abinawa, Ayahanda kamu"
__ADS_1
Air mata menetes dari kedua pelupuk mata Agha.
"Tenangkan diri kamu! Aku jamin Kiana baik-baik saja saat ini. Bahkan Ayahandanya Kiana juga baik-baik saja saat ini"
"Terima kasih Paman. Terima kasih banyak untuk semua bantuan Paman selama ini"
"Kamu adalah keponakanku dan Ibunda kamu Ratu Jelita adalah satu-satunya seorang Ibu di dunia ini yang tulus menyayangi aku. Untuk itulah aku akan selalu mendukung dan melindungi kamu, Agha" Adyaksa menepuk pelan pipi Agha.
"Sekarang bebaskan aku, Paman!"
"Nggak! Kita tunggu ibundanya Kiana ke sini dulu"
Agha langsung mengerucutkan bibirnya dan berkata, "Yeaahhh, Paman, aku pengen menemui Kiana saat ini juga. Meskipun Paman bilang Kiana baik-baik saja, aku tetap ingin menemuinya"
"Nggak! Aku nggak ingin usaha kita semua gagal dan sia-sia. Kau harus persiapkan diri dan jaga keselamatan kamu karena kemungkinan besar kita akan melawan Permaisuri di hari ini juga"
"Hah?! Tapi, Ayahanda bagaimana? Ayahanda masih belum sadarkan diri, kan"
"Tabib Alzam sudah berhasil menemukan obatnya dan dia dalam perjalanan ke sini" Sahut Adyaksa.
"Syukurlah Syukurlah Ayahanda akan sembuh sebentar lagi dan semuanya akan selamat" Sahut Agha.
"Untuk itulah di saat semuanya selamat, kita akan langsung menyerang permaisuri" Sahut Adyaksa.
"Baiklah, Paman. Sekarang lepaskan aku!"
"Nggak!"
"Aku janji, Paman, aku akan jadi anak baik. Lepaskan aku, ya?! Totok aku kembali, Paman!"
"Sekali nggak tetap nggak"
Agha langung merengut kesal.
__ADS_1
Di dalam penjara istana, Adnan berdiri di depan selnya Kiana dan tersenyum lebar lalu berkata, "Senang melihatmu baik-baik saja, Kiana"