Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Perih


__ADS_3

Mendengar suaminya telah pulang dengan selamat dan sudah sampai di depan pintu gerbang, Amber bergegas menyisir rambutnya, memakai tipis pewarna bibir berwarna lembut, lalu berlari keluar dari dalam kamarnya. Namun, langkah Amber langsung dihentikan oleh kepala pengurus paviliun ratu, "Maafkan saya, Ratu. Saya sarankan Anda tidak berlari menemui Yang Mulia Raja saat ini"


"Ke.....kenapa? Yang Mulia Raja kenapa? Dia terluka? Aku harus segera mengobatinya kalau begitu" Amber melangkah lebar melintasi kepala pelayan paviliun ratu yang bernama Nyonya Marni.


Kepala pengurus paviliun ratu langsung menghalangi langkah lebarnya Amber dan bergegas berkata, "Yang Mulia Raja datang bersama seorang wanita yang sangat cantik dan Yang Mulia Raja membopong mesra wanita cantik itu menuju ke paviliun yang baru saja jadi, Ratu. Maafkan saya"


Hati Amber seperti ditusuk ribuan belati dan wanita berwajah manis itu langsung berbalik badan dan masuk kembali ke dalam kamar.


Nyonya Marni hanya bisa menghela napas panjang dan dengan wajah sedih ia bergumam, "Saya doakan Anda bisa segera memperoleh hati Yang Mulia Raja sepenuhnya, Ratu karena Anda adalah gadis yang sangat baik dan bersih hatinya. Anda mirip sekali dengan Ratu Kiana. Hanya saja nasib Anda jauh berbeda dengan Ratu Kiana. Ratu Kiana sangat dicintai oleh suaminya sedangkan Anda..........Saya akan terus mendoakan kebahagiaan Anda, Ratu Amber"


Setelah berciuman cukup lama dengan Crystal, Kenzie dengan sangat terpaksa melepaskan bibir Crystal untuk berkata, "Kamu istirahat dulu. Aku ada urusan sebentar. Beristirahatlah yang cukup karena besok kita akan menikah"


Crystal mengangguk dengan senyum seksinya dan Kenzie langsung mencium kening Crystal lalu bergegas bangkit berdiri untuk mulai melangkah menuju ke paviliun ratu tempat di mana ia tidur selama beberapa hari ini.


Amber tidur meringkuk dan membelakangi tepi ranjang. Dia menangis sedih. Namun, dia tidak berani menangis dengan kencang karena ia takut Kenzie dan para dayang mendengarnya. Dia tidak ingin terlihat menyedihkan walaupun, Yeaahh, dia memang menyedihkan. Belum disentuh oleh suaminya di malam pernikahan, eh, tiga hari kemudian suaminya sudah membawa pulang wanita lain.


Amber menghentikan isak tangisnya saat ia mendengar suara pintu dibuka dan terdengar suara langkah kaki, lalu ia mendengar suara suaminya memanggil dirinya, "Amber kau di mana? Kau di ranjang, ya?"


Amber diam diam menyahut karena kalau ia menyahut pasti ketahuan kalau dia habis menangis.


Kenzie duduk di bangku yang berada tidak jauh dari ranjang dan bangku itu menghadap ke ranjang, "Kamu tidur?" Kenzie menatap punggung Amber yang tampak tenang.


Amber menggelengkan kepala dengan masih memunggungi Kenzie.


"Aku langsung saja karena aku tidak ingin membohongi kamu demi pertemanan masa kecil kita. Aku tidak mencintaimu. Aku hanya menganggap kamu sebagai adikku selama ini sama seperti Rosa. Kamu juga tidak mencintai aku, kan? Kita menyetujui perjodohan kita karena kita tidak ingin membuat Ibunda Kiana sedih dan kecewa. Kita berdua sangat mencintai Ibunda Kiana"


Kamu salah, Mas. Aku sangat mencintai kamu. Sejak kecil aku sudah mengagumi kamu dan menganggapmu spesial, Mas. Andai kamu tahu itu. Batin Amber.


"Tadi pagi aku pergi ke puncak gunung. Aku menjemput Crystal dan membawa Crystal pulang ke sini"


Amber mencengkeram dadanya tanpa setahu Kenzie. Amber mencengkeram dadanya untuk menahan isak tangisnya.

__ADS_1


"Besok aku akan menikahi Crystal dan menjadikan Crystal selir Agung. Lalu, emm, mulai besok malam aku tidak lagi tidur di kamar ini. Kamu boleh memiliki ranjang itu sepuasnya mulai malam ini. Aku akan tidur di bangku ini karena kalau aku tidur di kamarnya Crystal malam ini, maka aku akan kena pasal norma dan kesusilaan dari para menteri" Ucap Kenzie dengan nada santai.


Dhuaarrrrrr! Hati Amber seperti tersambar petir. Rasanya sangat perih dan seketika itu juga kedua mata Amber terasa panas dan ia kembali menangis saat ia mendengar suaminya melangkah ke kamar mandi.


Amber kemudian menarik selimut sampai selimut itu menutupi kepalanya. Amber bersembunyi di balik selimut karena ia tidak ingin Kenzie melihat punggungnya bergetar karena isak tangis.


Kenzie duduk di tepi bangku setelah mandi dan ia melihat Amber tidur meringkuk di bawah selimut tebal. Kenzie tersenyum geli melihat tingkah Amber, "Apa dia tidak sesak napas tidur seperti itu? Kenapa dia mirip kayak kura-kura, ya, pffftttt! Dasar gadis aneh"


Kenzie lalu merebahkan diri di atas bangku dan tersenyum bahagia membayangkan pernikahannya besok.


Sementara itu, Agha kembali uring-uringan, "Kiana, lihatlah!"


Kiana melihat surat dari Bora dan berkata, "Oh, Kenzie sudah membawa Crystal masuk istana"


"Kok, cuma, oh?" Agha menautkan kedua alisnya.


Kiana mengusap lembut pipi suami tampan yang sangat ia cintai dan berkata, "Karena sebentar lagi aku dan Kakek Cermin akan melancarkan rencana kami"


"Wah, benarkah? Aku tidak sabar menunggunya, Kiana" Agha mencium gemas pipi istri cantiknya yang sangat ia cintai.


Amber melangkah ke kamar mandi dan dikejutkan dengan penampakan dirinya di depan cermin, "Astaga! Kenapa aku mirip sekali dengan Panda? Aduh! Bagaimana ini? Kalau aku ketahuan tidak tidur semalaman dan menangis semalaman, semua orang akan mengasihani aku"


Nyonya Marni menepuk pelan pundak Amber dan berkata, "Jangan khawatir Ratu! Saya akan menyulap wajah Anda jauh lebih cantik dari si pengantin wanita hari ini. Anda tidak akan terlihat seperti Panda lagi"


Amber berbalik badan dan memeluk Nyonya Marni lalu berkata dengan isak tangis haru, "Terima kasih, Nyonya Marni. Anda baik banget sama saya"


"Ratu Kiana menyuruh saya untuk selalu menjaga Anda, Ratu" Sahut Nyonya Marni sambil mengusap pelan punggungnya Amber.


Tepat di jam tujuh pagi, Amber telah siap dan Amber tampak jauh berbeda. Dia jauh lebih cantik dari biasanya dan dia bukan hanya cantik di luar, kecantikan yang ada di dalam hatinya pun ikut terpancar keluar.


"Anda sangat cantik, Ratu" Ucap Nyonya Marni sambil mengusap lembut rambut Amber dan Amber tersenyum ke Nyonya Marni, "Terima kasih sudah membantu saya menjadi berbeda seperti ini, Nyonya Marni"

__ADS_1


"Sama-sama, Ratu"


Tiba-tiba terdengar suaranya Kenzie, "Amber apa kau bisa ..........."


Amber dan Kenzie saling menatap dan terpaku.


Sial! Sejak kapan Amber secantik ini? Dia benar-benar tampak luar biasa dan sangat cantik pagi ini. Kapan Amber memiliki lekuk tubuh yang indah seperti ini? Batin Kenzie.


Nyonya Marni tersenyum senang melihat yang mulia raja menatap kagum kecantikan ratu Amber.


Amber langsung bertanya, "Yang Mulia Raja mencari apa di sini?"


Kenzie langung berdeham dan berkata, "Ah, itu, emm, kenapa aku mendadak lupa, ya. Sudahlah, tidak jadi!" Kenzie kemudian berbalik badan lalu berlari pergi meninggalkan Amber.


Kenzie duduk kembali di depan kaca rias di ruangan khusus dan bergumam di dalam hatinya, kenapa hatiku berdesir aneh melihat Amber barusan? Tidak! Itu tidak boleh terjadi. Wanita tercantik di dunia ini hanyalah Crystal dan aku hanya mencintai Crystal. Sebentar lagi aku akan menikahi Crystal dan hidup bahagia selamanya bersama Crystal"


Crystal bersiap di ruang riasnya dan dengan senyum penuh kemenangan ia bergumam di dalam hatinya, semua pria di dunia ini bodoh termasuk Kenzie. Mereka semua bisa ditaklukan dengan mudah hanya dengan kerlingan dan cumbuan. Aku akan jadi ratu di Kerajaan Pusat sebentar lagi karena kerlingan dan cumbuanku.


Amber duduk di kursi ratu dan menunggu Kenzie memasuki aula dengan hati perih. Namun, dia harus menahan diri sekuat tenaga untuk tidak menitikkan airmata dan menangis.


Kenzie berjalan memasuki aula sambil menggandeng Crystal.


Kenzie dan Crystal berdiri di depan kepala adat yang akan menikahkan mereka berdua.


Ratu Amber hatinya seperti dicabik-cabik melihat suaminya menjalani satu demi satu ritual pernikahan dengan wanita lain di depan matanya.


Setelah menyelesaikan ritual pernikahan secara lengkap, Crystal melotot kaget saat kepala adat berkata, "Sekarang waktunya bagi pengantin berdua untuk membungkuk kepada ratu dan memohon restu kepada ratu"


Kenzie mengajak Crystal membungkuk di depan singgasana di mana seorang ratu yang tampak sangat cantik duduk di singgasana itu.


Sial! Kenapa ada ratu di sini? Apa Kenzie sudah memiliki ratu? Gumam Crystal di dalam hatinya.

__ADS_1


Hati Crystal semakin panas saat ia mendengar gumaman beberapa dayang, "Wah, ratu kita jauh lebih cantik daripada wanita yang baru saja dinikahi Raja. Kenapa Raja menikah lagi, ya, padahal raja sudah memiliki ratu yang sangat cantik"


Sial! Ternyata memang benar Kenzie sudah memiliki ratu dan sialnya lagi aku sudah terlanjur menjadi Istrinya Kenzie. Arrgghhhhh!!!!!! Aku hanya selir berarti, sial, sial, sial!!!!!!?! Batin Crystal sambil mencengkeram erat dua ujung baju pengantinnya.


__ADS_2