
Agha dan Bora sampai di medan pertempuran dan pemberontakan kota kecil yang menuntut merdeka dan berdiri sendiri itu akibat dari bisikannya Delima. Delima ingin kerajaan Pusat yang selalu damai dan rakyatnya hidup tenteram merasa tidak rela karena Kerajaan Pusat masih di bawah pimpinan Raja Agha dan Ratu Kiana. Delima berhasil merampok kiriman beras dan bahan pokok lainnya ke kota kecil itu dan memfitnah Kerajaan Pusat tidak mengirimkan makanan pokok ke kota kecil tersebut karena kota kecil tersebut dianaktirikan.
Jenderal muda yang dikirim oleh Bora untuk meredam pemberontakan tersebut terpikat akan kecantikannya Delima dan akhirnya mati kena tusukan belatinya Delima saat Jenderal muda itu berciuman dengan Delima.
Delima yang sejak remaja mencintai Bora, tetap mencintai Bora.
Agha akhirnya berhasil mengendalikan diri untuk tidak termakan emosi dan membumi hanguskan kota kecil itu di saat ia mendengar dirinya difitnah yang tidak-tidak dan dirinya dilempari telur busuk, karena dia ingat akan anak dan istrinya. Dia sudah banyak berubah dan menjadi pribadi yang pemaaf sejak ia mengenal Kiana lebih dekat dan mencintai Istrinya itu. Karena Kiana, ia dimampukan untuk bisa bersikap lebih lunak daripada biasanya dan memilih untuk bernegosiasi daripada membumi hanguskan kota kecil itu.
Agha menjelaskan bahwa ia selalu mengirimkan semua bahan makanan pokok ke semua kota yang berada di bawah Kerajaan Pusat dan Agha bahkan memberikan bukti pengiriman dan bukti catatan penerimaan.
Kepala kota kecil tersebut tersentak kaget dan langsung berkata, "Itu bukan tanda tangan saya. Bukti penerimaan itu bukan tanda tangan saya"
"Kalau begitu ini tanda tangan siapa dan ke mana bahan makanan pokok yang selama ini aku kirimkan?" Tanya Agha.
"Kami tidak tahu, Yang Mulia karena bahan makanan pokok itu tidak pernah sampai ke tangan kami dan kami pun menjadi kelaparan dan kami pun akhirnya memutuskan untuk mandiri, maka dari itu kami yang merasa sudah bisa mandiri menjadi marah dan melakukan pemberontakan pada Anda,Yang Mulia"
"Makanya selidiki dulu sebelum bertindak atau datanglah ke kerjaan Pusat untuk bertanya langsung. Aku siap dua puluh empat jam lebih untuk menerima dan menampung keluh kesah kalian"
"Maafkan kami telah salah paham dan melakukan pemberontakan, Yang Mulia. Mohon Yang Mulia tidak membumi hanguskan kota ini dan tidak menghukum mati saya, Yang Mulia" Kepala kita dan semua anak buahnya langsung bersimpuh dan menyembah Agha dengan tangan terkatup memohon.
Agha menghela napas panjang dan akhirnya berkata, "Aku akan berikan keputusanku atas kalian setelah klain jawab kenapa kalian membunuh Jendral mudaku?"
Kepala kota langsung mendongak menatap Agha dan berkata, "Kami sama sekali tidak tahu. Jenderal Muda Anda tidak kami bunuh. Bahkan Jenderal Muda Anda tidak nampak di hari ketiga pertempuran kita. Kami juga bertanya-tanya kenapa pasukan Anda tidak memiliki Jenderal"
__ADS_1
Bora langsung menyahut, "Apa kalian tahu di mana jasad Jendral muda kita? Atau jangan-jangan dia belum mati"
"Kami sungguh-sungguh tidak tahu di mana jasadnya, Yang Mulia. Anda bisa tanyakan ke pasukan Jenderal Muda itu ke mana Jenderal Muda mereka"
Bora dan Agha langsung bersitatap dan salah satu anak buah dari jenderal muda itu maju ke depan dan berkata ke Agha setelah ia membungkukkan badan, "Jenderal Muda kami, kami temukan tewas ditusuk belati di tengah hutan dan kami pikir salah satu orang di kota kecil ini yang menusuk Jenderal Muda kami. Kami menguburkan Jendral Muda kami di tengah hutan"
"Kami sungguh-sungguh tidak tahu, Yang Mulia. Kami berani bersumpah atas apapun juga" Sahut kepala kota.
"Baiklah. Karena semua permasalahan sudah jelas, maka mulai besok aku akan menyuruh orang pilihanku untuk mengantarkan makanan pokok ke kota ini dan soal Jendera mudaku, aku percaya sama kamu kalau kamu tidak membunuhnya. Karena belati yang diperlihatkan oleh prajurit ini kepadaku adalah belati seorang wanita dan dari sisi mata belati ini, wanita itu kidal sedangkan kamu dan semua anak buah kamu tidak ada yang kidal" Sahut Agha.
"Lalu, apa keputusan Anda atas kami, Yang Mulia?" Sahut kepala kota itu.
"Aku maafkan kebodohan kalian dan jangan pakai ulangi lagi! Kalau ada keluh kesah langung temui aku"
"Baik, Yang Mulia. Semoga Anda, Ratu juga Putra Anda dan semua keluarga Anda hidup tenteram dan panjang umur" Teriak kepala kota dan langsung diikuti oleh semua anak buahnya.
Bora menganggukkan kepala saat Agha berkata dalam perjalanan pulang, "Kirim anak buah terbaik kamu dan yang paling kamu percaya untuk mengirim makanan pokok ke kota kecil karena sepertinya ada perampok kecil yang ingin mengajak kita bermain petak umpet"
"Lalu, kita akan selidiki kasus ini lebih dalam lagi karena aku menemukan banyak sekali kejanggalan dan aku penasaran siapa pemilik belati ini"
"Siap, Yang Mulia. Saya juga penasaran dan ingin segera menangkap wanita brengsek itu" Sahut Bora.
"Hmm" Sahut Agha
__ADS_1
Setelah mengobrol dengan Bora, Agha menghentak perut Red Hair agar kuda pintar kesayangannya itu bisa mengantarkannya lebih cepat ke kerajaan pusat. Pergi selama tiga hari dan tidur tanpa Kiana dan Kenzie, membuat Agha merindu berat.
Bora langung menghentak perut kudanya untuk melesat mengikuti laju kencangnya Red Hair.
Beberapa jam kemudian, Agha telah sampai di depan gerbang istana dan setelah menyerahkan tali kekang Red Hair ke orang kepercayaannya, Agha langsung melesat kencang menuju ke paviliunnya.
Di jam delapan malam, Agha menemukan Kiana tengah membaca di meja baca dan pria tampan beranak satu itu langsung memeluk Kiana dan menciumi leher Kiana sambil berkata, "Ah, sayangku, wangi kamu langsung melenyapkan semua rasa lelahku"
Kiana mengusap pipi suaminya dan berkata, "Syukurlah, Mas pulang lebih cepat"
"Kau sangat merindukan aku, ya?" Agha menciumi wajah Kiana.
"Iya, Mas, aku dan Kenzie sangat merindukan, Mas"
Agha langsung mengedarkan pandangannya, "Lalu, di mana Kenzie?"
"Kenzie tidur di paviliunnya Debi. Dia tidur di sana karena banyak teman di sana..Ada Rosa dan Amber karena kalau tidur di sini ia selalu menangis merindukan Ayahandanya"
"Sebelum kita jemput Kenzie pulang, kita tuntaskan kerinduan kita terlebih dahulu" Agha menyeringai senang lalu ia membopong Kiana.
Kiana tersenyum penuh cinta saat suaminya merebahkan dirinya di atas ranjang lalu menciumi wajahnya dengan tangan merajai ke mana-mana.
Agha kemudian memainkan bibirnya di titik-titik favoritnya dan Kiana hanya bisa melenguh, merintih, dan memekik pelan saat suaminya bermain cukup lama di titik-titik favorit itu. Malam pun menjadi panjang bagi sepasang suami istri yang tengah merindu berat itu dan mereka lupa menjemput Kenzie.
__ADS_1
Sementara itu Kenzie bisa tidur tenang di paviliunnya Adyaksa setelah puas bermain dengan Rosa dan Amber. Amber bahagia bukan main akhirnya dia bisa berlama-lama bermain dengan Kenzie dan Kenzie mau mengajaknya mengobrol. Amber adalah anak yang pendiam dan berkata Kenzie yang mewarisi keceriwisan kakeknya, berhasil membuat Amber lebih banyak bercerita dan tertawa.
Lalu, apa yang terjadi di kerjaaan bawah laut? Delima tengah berjalan mondar-mandir dengan umpatan-umpatan karena rencananya memecah belah Kerajaan Pusat dengan kota kecil, gagal total. Kekesalan Delima akhirnya ia tumpahkan ke putri tunggalnya. Malam itu juga Delima memaksa Crystal untuk bermain pedang meskipun Crystal mengeluh lelah, Delima mengabaikannya.