Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Masih Belum Bangun


__ADS_3

Bora yang melihat Kenzie dan Amber jatuh ke dalam air langsung menerjang semua awannya lalu ikutan terjun ke dalam air untuk menyelamatkan Kenzie dan Amber. Fandra pun melakukan hal yang sama dan Fandra berhasil menyelamatkan Amber. Fandra langsung terbang melesat ke dalam benteng pertahanan dan merebahkan Amber di kamar yang khusus diperuntukan untuk raja dan ratu. Tidak begitu lama Bora datang sambil membopong Kenzie.


Bora sontak menarik tangan Fandra yang masih mengelap wajah Amber. "Apa yang kau lakukan?"


"Saya mengelap wajah ratu karena saya mengkhawatirkan kondisi Ratu, Jenderal Besar Bora"


"Dan apa hak kamu mengkhawatirkan ratu. Ayo keluar! Biar tim medis dan para dayang memeriksa dan mengganti bajunya ratu"


Fandra menahan tangan Bora"Tapi, saya masih......."


"Apa?! Keluar atau aku seret kau!" Bora mendelik kesal ke Fandra.


Fandra terpaksa menuruti jenderal besarnya sambil menoleh ke belakang karena ia benar-benar mengkhawatirkan Amber.

__ADS_1


Fandra kemudian berdiri di depan pintu kamar raja dan ratunya dan saat Bora menariknya kembali ke bibir pantai, Fandra hanya bisa mewek dan menoleh ke belakang. Ingin rasanya Fandra tetap di dekatnya Amber dan ada di samping Amber saat Amber membuka mata. Namun, perintah atasan mengharuskannya meninggalkan Amber dalam keadaan masih pingsan.


Semoga Ambur baik-baik saja. Batin Fandra sambil melesat terbang mengekor jenderal besar Bora.


Rosa berlari mendekati ayahnya dan bertanya, "Gimana Amber dan Kenzie, Ayah?"


"Ibu kamu mengawasi para tim medis, jadi Ayah rasa ratu dan raja akan baik-baik saja meskipun mereka berdua belum sadar. Dan kamu biasakan memanggil Amber dan Kenzie tuh pakai ratu dan raja jangan hanya sebut nama"


"Iya, Ayah. Baik"Sahut Rosa sambil berbalik badan.


Sementara.iru, Kiana kembali mendekati suaminya dan berkata, "Misi sudah berjalan dengan lancar dan Kakek cermin juga sudah menjalankan misinya untuk Kenzie dan amber"


Agha yang sedari tadi mengkhawatirkan Kiana langsung memeluk Kiana lalu menciumi wajah Kiana sambil berkata, "Syukurlah kamu balik dengan selamat. Hampir saja aku menyusul kamu, Sayang"

__ADS_1


"Mas nggak nyimak apa yang aku katakan barusan, ya?" Tanya Kiana.


"Besok bisa diulangi lagi, kan?" Sahut Agha sambil membopong Kiana ke ranjang dan berkata, "Sekarang yang penting menuntaskan rindu dulu. Salah sendiri kenapa kau biarkan aku menunggu cukup lama tadi dan karena kamu sudah bikin aku khawatir setengah mati, maka sepertinya aku perlu kasih hukuman ke kamu" Agha menyeringai penuh arti dan Kiana hanya bisa menghela napas panjang dan menuruti kemauan suaminya soalnya kalau tidak dituruti Agha pasti ngambek dan merajuk seperti anak kecil sambil terus berkata, "Kiana tega benar kamu menolak aku. Kamu tahu, kan, cuma itu hobiku"


Dan di dunia manusia, pihak kerajaan List akhirnya berhasil mengalahkan para bajak laut dan mengusir pendatang lancang itu ke asa mereka. Fandra dan Rosa langsung melesat ke dalam benteng dan menunggu di depan pintu kamar tidur raja dan ratu mereka dengan wajah penuh kekhawatiran.


Saat pintu terbuka dan Ibundanya keluar, Rosa langsung memegang kedua bahu ibundanya sambil berkata, "Gimana keadaan Kenzie dan Amber, Ibu?"


"Raja dan Ratu sudah melewati masa kritis. Kita tunggu mereka bangun. Mereka tidak apa-apa saat ini cuma masih belum bangun"


"Syukurlah" Sahut Rosa dan Fandra secara bersamaan.


"Oke,.kita balik ke kamar kita sendiri saja biar raja dan ratu beristirahat dulu. Kita bisa menengok mereka besok pagi" Ucap Agni.

__ADS_1


Rosa dan Agni kembali ke kamar mereka dan Fandra masih berdiri di depan pintu. Jenderal gagah dan tampan itu memilih menunggu di depan pintu kamar raja dan ratunya karena ia sangat mengkhawatirkan Amber. Cinta Fandra kepada Amber memang sangat besar meskipun dia masih belum bisa menyatakan perasaan cintanya secara terang-terangan pemuda tampan itu sudah cukup puas bisa memberikan perhatian dan perlindungan ke Amber.


__ADS_2