Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Menjemput Crystal


__ADS_3

Keesokan harinya, Kenzie menatap punggung Amber ya g masih tidur meringkuk membelakanginya. Kenzie mengusap punggungnya dan bergumam lirih, "Wah, ternyata tidur di bangku itu nggak enak. Badanku kaku semua dan punggungku sakit" Kenzie kemudian bergegas mandi di jam empat pagi karena ia ingin segera pergi ke gunung untuk mengajak Crystal pulang dan menikahi Crystal. Kenzie sudah tidak tahan lagi merindu dan dia ingin segera melihat secantik apa Crystal yang sekarang setelah lima belas tahun ia tidak pernah bertemu dengan Crystal.


Kenzie pergi tanpa pamit di saat Amber masih tertidur lelap.


Kenzie terkejut saat ia menemui Thunder di kandang kuda. "Kenapa rambut kamu dikepang begini Thunder? Kamu, kan, cowok,.masak dikepang begini?"


Pengurus kuda langsung memberikan laporan, "Kemarin Ratu menunggang Thunder seharian, Yang Mulia. Saya rasa yang mengepang rambut Thunder pasti ratu Amber"


"Wah, emang suka bikin aku kesel, ya, Amber" Kenzie menggeram kesal sambil melompat di atas punggung Thunder lalu menghentak perut Thunder dan meluncurlah Thunder mengantarkan junjungannya ke pegunungan.


Amber bangun dan langsung disambut oleh para dayang, "Selamat pagi, Ratu"


"Yang Mulia Raja sudah bangun? Apa beliau ada di depan?" Bisik Amber.


"Yang Mulia Raja pergi sejak jam empat dini hari tadi, Ratu"


"Ke mana?"


"Kami tidak tahu"


"Baiklah. Aku akan mandi dan sarapan lalu meracik bahan-bahan herbal yang kemarin aku dapatkan dari hutan" Amber kemudian bergegas turun dari ranjang lalu berlari ke kamar mandi.


Tanpa Amber ketahui, Kenzie memerintahkan pengurus rumah tangga kerajaan Pusat menyiapkan paviliun yang baru. Paviliun baru itu dipersiapkan oleh Kenzie untuk Crystal.


Sementara itu di kerajaan langit, Agha kembali berlari menemui istri kecilnya.


Kiana sontak memeluk suaminya yang tersandung dan langsung menepuk pelan punggung suaminya sambil berkata, "Udah tua kok lari-larian, Mas?"


Agha sontak menarik diri dari pelukan Kiana dan berkata, "Aku sudah tampak tua, ya?"


Kiana tersenyum geli dan langsung menangkup wajah tampan suaminya, "Nggak, Sayang. Kan, kita beruntung diberi berkat awet muda dan panjang umur dari........"


Agha langsung memutar badan lalu berlari ke kolam untuk mengaca, "Wah, jangan-jangan aku udah tampak tua. Mana boleh begini. Kiana masih tampak sangat muda, cantik dan imut kalau aku tampak tua maka bisa-bisa......."

__ADS_1


Kiana langsung membalik badan Agha dan memagut bibir suaminya. Setelah berciuman cukup lama, Kiana berkata, "Aku mencintaimu apa adanya, Mas. Nggak usah risau kalau kita tua. Yang penting kita saling mencintai"


Agha mencium kening Kiana dengan wajah semringah.


Lalu Kiana bertanya, "Ada apa, Mas tadi berlari kencang banget?"


"Wah, anak kita benar-benar bikin aku kesal. Sangat kesal"


"Ada laporan apa lagi dari duo ngantukan?"


"Siapa duo ngantukan?" Agha sontak mengerutkan kening.


"Bora" Sahut Kiana dengan senyum geli dan Agha langsung menggemakan tawa renyahnya. Agha terus tertawa terbahak-bahak sambil duduk.


Lalu, Agha menarik Kiana untuk duduk di atas pangkuannya dan berkata, "Kenzie mempercepat hukuman pengasingannya Crystal. Lalu, tadi pagi Kenzie pergi ke pegunungan untuk menjemput Crystal"


"Apa?!" Kiana sontak bangkit berdiri dan Agha menarik Kiana kembali sambil berkata, "Kalau mau bilang apa bilang dong, bikin kaget aja"


Kiana sontak tertawa geli lalu Kina berkata, "Sepertinya anak kita jatuh cinta sama Crystal sejak ia masih kecil, Sayang dan sepertinya dia ingin menikahi Crystal"


"Apa?!"


Kiana dan Agha sontak menggemakan tawa mereka secara bersamaan.


"Kalau begitu aku akan turun ke dunia manusia sekarang juga dan......."


Kiana langsung menutup mulut suaminya dengan telapak tangan kanan dan berkata, "Jangan, Mas! Biarkan anak kita mandiri dan belajar kehidupan. Biarkan dia lakukan apa yang ia pikir benar. Kehidupan akan mengajari banyak hal yang bisa mendewasakan anak kita. Kalau kita bantu dan kita larang terus, sampai kapan anak kita bisa.menjadi dewasa. Paman kamu, Paman Adyaksa dan Debi juga sudah setuju denganku"


"Lalu kita harus bagiamana? Dia sudah menikah dengan Amber mana boleh dia menikah lagi. Wah, kenapa dia mirip sama Ayah Abinawa yang suka menikah. Kenapa dia nggak mirip sama aku, sih"


Kiana menoel pucuk hidung suaminya dengan senyum geli lalu ia berkata, "Aku kemarin sudah bicara sama Kakek cermin. Aku punya cara agar Kenzie sadar siapa perempuan yang layak mendampingi dia sampai tua nanti. Amber atau Crystal"


"Hah?! Caranya?"

__ADS_1


"Aku mau nunggu sampai Kenzie menikahi Crystal. Mas akan lihat nanti rencanaku"


"Wah, aku harus kasih kamu hadiah atas kepintaranmu ini, Kiana" Agha langsung membopong Kiana dan berlari ke kolam.


"Kyaaaaa! Mas mau apa?"


"Berendam di kolam sama kamu di kolam"


Di dunia manusia, di sebuah pondok sederhana yang ada di atas gunung, Kenzie tengah berdiri tertegun di depan danau alami yang berada di belakang pondok sederhana tersebut. Kenzie melihat seorang wanita yang sangat cantik bak Dewi kahyangan tengah mandi di tengah danau tanpa sehelai kain pun.


Cleguk! Kenzie sontak kesulitan menelan air liurnya sendiri melihat seorang perempuan yang cantik jelita dan molek tubuhnya berendam di tengah danau. Pemandangan yang sangat indah yang belum pernah ia lihat sebelumnya, membuat darah Kenzie bergejolak hebat karena gairah. Jantung Kenzie berdetak kencang karena kemolekan tubuh wanita cantik jelita itu.


Saat wanita itu memutar badan, Kenzie sontak mengumpat di dalam hatinya, sial! Aku ingin berlari sembunyi tapi kenapa kakiku tidak bisa aku gerakan sama sekali?


"Kyaaaaa!" Wanita cantik itu sontak berteriak kaget melihat ada pria yang sangat tampan tengah berdiri memandangi dirinya.


"Siapa kamu?!" Pekik wanita itu sambil menyilangkan kedua lengannya di depan dada.


"A....apa kamu Crystal?"


"Iya! Siapa kamu?!" Pekik wanita itu.


Kenzie langsung berkata, "Aku Kenzie. Aku ke sini untuk menjemputmu pulang" Kenzie langsung memutar badan saat ia sudah bisa mengerjakan kakinya. Lalu, pria tampan itu berkata, "Pakailah baju kamu! Aku tunggu kamu di dalam pondok"


Karena tersihir wajah tampan pria itu dan terlalu bahagia bisa mengetahui kalau pria tampan itu adalah Kenzie, Crystal melangkah keluar dari dalam danau tanpa mengenakan selembar kain pun. Dia lalu memeluk Kenzie dari arah belakang dan berkata, "Akhirnya kamu datang, Kenzie. Aku sudah lama menunggumu dan aku sudah lama memendam rindu"


Merasakan ada tonjolan kembar yang hangat menyentuh punggungnya, Kenzie memejamkan mata untuk menahan gejolak liar gairahnya.


Crystal bisa merasakan tubuh Kenzie menegang. Wanita cantik jelita dan molek itu sontak mengulas senyum dan bergumam di dalam hatinya, aku akan menyerahkan diriku padamu sekarang juga, Kenzie. Agar kamu menikahiku dan menjadikanku ratu di kerajaan Pusat. Aku yakin sebentar lagi mahkota raja Agha akan turun ke kepala kamu.


Namun, di saat jari jemari Crystal membuka satu per satu kancing bajunya, dan bibir Crystal berbisik di telinganya, "Aku sangat membutuhkan kehangatan kamu saat ini juga, Kenzie"


Bobol sudah pertahanan dirinya Kenzie. Akal sehatnya dikalahkan oleh liarnya gairah dan Kenzie langsung berbalik badan untuk memagut bibir Crystal.

__ADS_1


Kenzie melupakan norma kesusilaan, kesopanan, dan melupakan istrinya di rumah. Istri yang belum ia sentuh sejak malam pengantin. Dia justru menyentuh dan mencium wanita lain. Wanita yang tidak pernah ia temui selama lima belas tahun. Kecantikan dan kemolekan tubuh Crystal telah membuat Kenzie buta akan semuanya.


__ADS_2