Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Kebohongan Pertama Terungkap


__ADS_3

Setelah Agha menurunkannya di halaman depan istana, Kiana langsung berlari ke aula pertemuan untuk menemui putra tercintanya yang sudah sangat ia rindukan.


Kenzie yang masih berada di dalam tubuhnya Amber sontak bangkit berdiri dari singgasana, lalu berlari turun saat ia melihat ibundanya berlari ke arahnya. Kenzie langsung memeluk tubuh ibundanya dengan penuh kerinduan.


Semua pasang mata yang memandang mereka saling melempar pandang dan bergumam senang, "Yang Mulia Ratu Amber memang memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Ratu Kiana"


Kiana lalu mengajak Kenzie yang masih di dalam wujudnya Amber untuk kembali ke duduk di singgasana. Dia ratu yang cantik duduk bersama di singgasana membuat semua pejabat dan petinggi kerajaan Pusat tersenyum senang dan penuh syukur.


Namun, Crystal tidak menyukainya. Saat Crystal ingin naik karena ia ingin menyapa Ratu Kiana yang sedari tadi mengabaikan keberadaannya, Kiana langsung berteriak, "Jangan naik ke sini! Tetaplah di situ!"


Crystal menghentikan langkahnya dengan hati mendongkol.


Kiana lalu menoleh ke Kenzie yang berada di dalam wujud Amber, lalu istri kecilnya Jenderal Agha itu mengusap pipi Amber dan berbisik, "Ibunda sangat merindukan kamu, Kenzie"


Kenzie sontak menoleh kaget ke Ibundanya, lalu ia bergegas berbisik, "Ibunda tahu kalau ini Kenzie bukannya Amber?"


Kiana kembali berbisik di telinga Amber, "Tentu saja Ibunda tahu. Kamu yang ada di dalam tubuh Amber. Seorang Ibu pernah salah mengenali anaknya"


Kenzie langsung memeluk ibundanya dan berbisik, "Kenzie senang akhirnya ada yang mengenali Kenzie dalam wujud Amber seperti ini. Kenzie senang bahwa itu adalah Ibunda. Kenzie juga sangat merindukan Ibunda"


Kiana tertawa ringan sambil mengusap lembut punggung Amber.


Melihat Ratu Amber dan Ratu Kiana terus berbisik dan kembali berpelukan, Crystal semakin mendongkol. Crystal kemudian tanpa sadar menyeletuk, "Apakah saya dipanggil kemari hanya untuk menyaksikan Ratu Amber dan Ratu Kiana saling berpelukan?"


Kenzie langsung berbisik ke ibundanya, "Ada pertunjukan menarik sebentar lagi, Ibu. Tunggu, ya!" Kenzie lalu mencium pipi kanan Kiana, melepaskan pelukannya, lalu ia menoleh perlahan ke Crystal, dan berkata dengan mata menyipit, "Kamu sudah tidak sabar untuk melihat sendiri kebusukan kamu, ya?!"


"Apa maksud Anda, Ratu Amber?! Jangan berbicara sembarangan di depan para menteri! Anda ingin menjatuhkan saya di depan para menteri di saat Yang Mulia Raja tidak berada di sini, ya?! Padahal saat ini saya sedang mengandung anak Yang Mulia Raja!"


Para menteri sontak berdengung kaget dan Kiana menoleh ke Kenzie yang masih berada di dalam tubuhnya Amber, dengan wajah penuh tanda tanya.

__ADS_1


Kenzie langsung menggenggam tangan ibundanya untuk menenangkan ibundanya. Lalu, Kenzie berkata ke Crystal, "Apa Anda yakin hamil, Selir Agung?"


"Yakin"


"Kalau begitu, bolehkah tabib kepercayaan saya memastikan kehamilan Anda, Selir Agung?"


"Tentu saja boleh"


Seorang pria paruh baya melangkah mendekati Crystal dan setelah memeriksa Crystal, tabib tersebut menunduk di depan singgasana.


"Apa Anda yakin kalau itu anak Yang Mulia Raja, Selir Agung?"


"Yakin, saya sangat yakin!"


"Anda baru menikah Satu Minggu dengan Yang Mulia Raja dan setelah menikah Yang Mulia langsung melesat ke perbatasan untuk melawan bajak laut. Tabib katakan berapa Minggu usia kandungannya Crystal?"


"Saya bertanya ke Ibunda Ratu Kiana, apakah mungkin itu terjadi, Ibunda? Baru menikah selama satu Minggu, tapi kandungannya sudah berusia lima Minggu?"


Crystal yang sudah dibutakan oleh kebanggaan bahwa dirinya hamil, seketika itu juga sadar bahwa ia telah dijebak dan dia sontak bersimpuh dan berkata, "Saya menyatakan bahwa anak ini adalah anak Yang Mulia Raja. Yang Mulia Raja memang baru saja menikah dengan saya, tapi beliau sering menemui saya di pegunungan dan kami melakukan.........."


"Bohong!!!!!" Kenzie sontak bangkit berdiri dan menghunus tatapan tajam ke Crystal.


Semua menteri sontak berdengung.


Crystal lalu bangkit berdiri dan berkata, "Kenapa Anda bisa mengatakan kalau saya berbohong? Anda bukan Yang Mulia Raja. Anda bisa tanyakan hal ini ke Yang Mulia Raja dan........."


"Kami menuntut Yang Mulia Raja dihakimi karena kalau itu benar, berarti Yang Mulia Raja sudah melakukan perzinahan dan itu dilarang oleh kita undang-undang" Sahut salah seorang menteri.


Semua menteri langsung menyahut, "Itu benar, Yang Mulia Ratu! Kita harus segera menghakimi Yang Mulia Raja karena beliau sudah melakukan perzinahan"

__ADS_1


Crystal tersenyum penuh kemenangan.


Kenzie menggertakkan geraham lalu ia menoleh ke ibundanya dan Kiana langung berkata, "Aku adalah Ibundanya Kenzie. Kalau aku bilang aku sangat mengenal Kenzie dan Kenzie tidak mungkin melakukan hubungan badan sebelum menikah, maka kalian semua pasti tidak akan memercayai aku. Oleh karena itu aku akan meminta Crystal menelan pil ini. Kalau Crystal tidak berbohong saat ini, maka dia akan memakan pil ini tanpa ragu" Kiana kemudian bangkit berdiri, mengeluarkan wadah dari balik ikat pinggangnya, lalu ia melangkah turun dari singgasana dengan wajah dan sikap tenang.


Setelah sampai di depan Crystal, dengan senyum tenang Kiana menyodorkan wadah obat berbentuk kotak kecil lalu berkata, "Buka dan ambil satu lalu makan pilnya. Nggak pahit, kok, manis pilnya dan pilnya aman, sangat aman untuk kandungan kamu. Aku adalah seorang tabib, seorang Ratu, dan aku tidak mungkin mencelakai kamu"


Crystal sontak mundur selangkah sambil bertanya, "Pil apa itu, Ibunda Ratu?"


"Pil kejujuran. Siapa pun yang makan pil ini dia akan berkata jujur. Kalau kamu tidak berbohong, makan pil ini barulah aku akan memercayai semua omongan kamu. Kalau kamu tidak berani makan pil ini, maka para menteri akan menilai sendiri semua ucapan kamu tadi jujur atau bohong"


Semua menteri sontak berteriak, "Makanlah pil itu Selir Agung! Buktikan kalau Anda tidak berkata bohong agar kami bisa menghakimi Yang Mulia Raja!"


Crystal sontak menaikan kedua alisnya ke atas dengan keringat dingin yang mulai bercucuran. Dia bingung harus berbuat apa. Kalau dia tidak makan pil itu semua orang pasti menilai dia sudah berbohong tadi dan kalau dia makan pil itu, maka dari akan berkata jujur dan sama saja dia akan dihukum"


"Ayo! Kalau kamu makan pil ini dan mengatakan kejujuran, aku akan menyetujui permintaan para menteri agar Kenzie dihakimi. Tapi, kalau kamu tidak berani minum pil ini, maka aku akan membentuk tim investigasi terkait ucapan dan kehamilan kamu dan kalau terbukti anak itu bukan anaknya Kenzie, bukan cucuku, maka aku akan memberikan hukuman sangat berat padamu. Tapi, kalau kamu jujur saat ini juga, aku akan memberikan hukuman ringan" Tegas Kiana.


Crystal sontak bersimpuh di depan kaki Kiana lalu ia memegang kaki Kiana sambil berkata dengan isak tangis, "Berikan hukuman yang ringan pada saya, Ratu Kiana! Saya berbohong. Saya telah berbohong. Anak di dalam kandungan saya ini bukan anak Yang Mulia Raja"


Semua menteri sontak berdengung kaget dan langsung berteriak, "Pengawal! Bawa wanita itu ke penjara dan mulai detik ini dia bukan lagi Selir Agung!"


Kenzie langsung berlari turun dan Kiana langsung mengajak Kenzie menuju ke paviliunnya. Kiana berjalan sambil berbisik ke Kenzie, "Padahal pil yang aku tawarkan tadi bukan pil kejujuran. Mana ada pil macam itu di dunia ini?"


"Hah?!" Kenzie menoleh kaget ke Ibundanya lalu ia bertanya, "Lalu, itu pil apa, Ibu?"


"Cuma permen cokelat biasa, hehehehehe" Sahut Kiana.


Kenzie langsung mencium pipi Kiana dan berkata, "Ibunda memang cerdas. Sangat cerdas. Pantas saja kalau Ayahanda tidak bisa berpaling ke wanita lain"


Kenzie kemudian bergumam di dalam hatinya, sial! Crystal benar-benar pembohong ujung, cih! Aku benar-benar salah jatuh cinta, cih!

__ADS_1


__ADS_2