Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Memasak


__ADS_3

Sementara itu di istana, di kamar yang dua kali lebih luas dan lebih luas dari kamar pribadi Jenderal Ahha Caraka, terlihat sang putra mahkota tengah duduk di tepi ranjang dengan keringat memenuhi keningnya. Mimpi buruk menghantuinya semalam. Adnan bermimpi Agha naik tahta dan Kiana menjadi ratunya Agha Caraka.


Adnan kemudian mengusap cepat keringat di dahinya lalu berteriak kencang, "Arrrghhhhhhh!" Sambil melemparkan bantal dan guling ke lantai. Lalu, ia bergumam dengan kedua tangan terkepal keras, "Aku tidak akan membiarkan mimpiku menjadi kenyataan. Nggak akan!!!!!!!"


Sedangkan di istana kecil yang menjadi anak bangunan istana utama yang dibangun di sisi timur istana, tampak pria yang tak kalah tampan dan gagahnya dengan Agha Caraka, tengah bersiul senang. Pria tampan itu mandi di dibawah pancuran dengan tersenyum lebar lalu bergumam sambil mengusap wajahnya, "Aku rasa Kiana sudah dapatkan tanda lahir itu. Aku akan suruh Bayu menemui Kiana secara diam-diam pagi ini dan memberikan pesan ke Kiana untuk menemuiku secara diam-diam ke kebunku"


Dan di kediaman Caraka, masih terlihat sepi. Semua penghuninya belum bangun, bahkan kepala pelayan dan para pelayan belum beraktivitas kerena hari masih sangat pagi dan sangat dingin. Namun, tidak demikian di kamar pribadinya Agha. Agha terus menarik tengkuk istri kecilnya dan Kiana mencoba menahan tengkuknya. Namun, tenaga yang ia miliki kalah kuat dengan tenaganya Agha.


Agha akhirnya nekat menempelkan bibirnya ke bibir ranum istri kecilnya dan ia nekat menyapu bibirnya Kiana secara perlahan saat ia merasakan Kiana diam mematung dan tidak mendorong dia.


Dan Agha membeliakkan matanya tersentak kaget saat ia merasakan Kiana memejamkan mata dan mencoba bereksperimen membalas ciumannya meskipun dengan ragu. Namun, justru hal itu membuat Agha semakin menggila. Ia segera bangun, duduk di tepi ranjang tanpa melepaskan pagutannya, lalu ia menangkup pipi Kiana, memiringkan sedikit kepala ke kiri, membuka mulut, kemudian ia ikut memejamkan mata.


Agha dan Kiana menikmati ciuman mereka dan terhanyut dalam keintiman mereka dengan debaran jantung abnormal.


Tubuh keduanya langsung terasa hangat dan Agha menarik Kiana duduk di atas pangkuannya untuk memperdalam ciumannya. Saat pria tampan itu ingin menyusupkan lidahnya ke dalam mulut istri kecilnya, terdengar suara, "Kak Agha, Kak Kiana, kalian sedang apa?"


Agha langsung menarik bibirnya dan Kiana sontak bangkit berdiri dari pangkuannya Agha, lalu berputar badan dengan perlahan ke arah suara. Sedangkan Agha meraup kasar wajahnya kemudian pria tampan itu bangkit berdiri dengan perlahan sambil menyisir kasar rambut cepaknya untuk menghilangkan gairah yang masih menguasainya.


Kiana melangkah dan tersenyum canggung ke Kendra, lalu bertanya, "Kendra,kok, sudah ganti baju dan wangi? Kendra sudah mandi, ya? Dimandiin Mbak Debi?" Kiana langsung berjongkok saat ia telah sampai di depannya Kendra.

__ADS_1


Kendra menggeser kepala ke kiri untuk melihat Agha dan Agha melambaikan tangan dengan senyum canggung. "Selamat pagi, Kendra"


"Selamat pagi, Kak Agha"


Kiana tersenyum dan mengusap kepala Kendra sambil berkata, "Anak pintar" Kiana lalu mengecup pipi Kendra.


Agha langsung menepuk jidatnya dan memekik lirih, "Oh, iya! Aku, kan, mau masak pagi ini" Agha lalu berlari kecil melintasi Kendra dan Kiana tanpa menyapa dan langsung melesat keluar dari dalam kamar pribadinya.


Kiana dan Kendra mengikuti arah perginya Agha secara bersamaan, kemudian keduanya bersitatap dan tersenyum geli.


"Kak Agha kamu memang aneh, hihihihi"


Kiana lalu menggendong Kendra dan untuk mengalihkan rasa penasaran yang masih tergambar di wajah tampannya Kendra, Kiana langsung berucap, "Ayo kita kemasi koper kita karena hari ini Kakak akan antarkan kamu pulang"


"Ayo!" Kendra berteriak senang dengan bola mata berbinar-binar.


Enam orang pelayan yang biasa bertugas di dapur, masuk ke dapur dengan langkah pendek malas-malasan karena pagi hari ini terasa sangat dingin, dikejutkan dengan pemandangan yang belum pernah mereka lihat sebelumnya saat mereka masuk ke dapur. Keenam pelayan yang pekerjaannya memasak di dapur saling melempar pandangan saat mereka melihat ada Jenderal Agha tengah mengaduk-aduk sesuatu di wajan besar.


Salah satu pelayan yang lebih senior dari teman-temannya, memberanikan diri untuk bertanya, "Yang Mulia? Kenapa Anda berada di dapur pagi ini? Katakan saja Anda ingin makanan apa biar kami yang memasaknya. Anda, kan, tidak pernah masuk ke dapur sebelumnya"

__ADS_1


Agha menoleh tajam ke asal suara dan mengayunkan tangannya sambil berkata, "Kemarilah dan koreksi bubur bikinanku ini, cepat!"


Pelayan yang lebih senior daripada teman-temannya langsung berlari kecil mendekati wajan untuk melihat bentuk masakannya Agha.


"Astaga, Yang Mulia! Anda ingin memasak sup nasi apa bubur?"


Agha lalu menggeser kakinya untuk menjauhi pelayan itu karena kaget dengan teriakan dan ekspresi kaget dari pelayan itu. Agha kemudian bertanya dengan wajah kesal, "Memangnya apa yang salah? Aku sudah melakukan semuanya sesuai dengan yang aku tahu dari Bora. Bora kalau masak bubur di kamp, ya, seperti ini"


"Airnya terlalu banyak, Yang Mulia. Anda serahkan saja ke saya, Yang Mulia. Saya akan mengoreksi dan menyelesaikan masakan Anda" Pelayan tersebut berucap sembari mengulurkan tangannya ingi. mengambil centong sayur besar yang terbuat dari tanah liat.


"Jangan!" Agha langsung mendelik.


Pelayan tersebut menarik kembali tangannya. dan menatap Agha dengan penuh tanda tanya.


"Aku ingin masak untuk Istriku. Kiana suka makan bubur. Aku juga udah buat cakue. Kamu cek aja cakue buatanku"


Pelayan tersebut mengikuti arah jari telunjuk tuannya dan sontak mendelik, "I.....itu bukan cakue. Maafkan saya, Yang Mulia, itu mirip seperti kerupuk. Cakue tidak keras dan kaku seperti itu"


Agha menggaruk-garuk kepalanya dan berkata, "Kalau begitu, kamu ajari aku, kasih instruksi ke aku, tapi jangan kamu yang mengerjakannya! Cepat jangan bengong aja!"

__ADS_1


"Baik, Yang Mulia. Saya akan mengajari Anda cara memasak bubur dan cakue" Sahut pelayan tersebut.


__ADS_2