
Miris memang kalau dirasa-rasakan. Bayi perempuan yang cantik justru dididik dengan penuh kekerasan dan selalu dibisiki kata dendam dan bunuh, sedangkan bayi laki-laki yang tampan dididik dengan penuh kelembutan dan selalu dibisiki kata kasih dan cinta.
Agha terus menempel pada putranya. Bahkan dia selalu membawa putranya ke rapat bersama dengan para menteri tanpa sepengetahuannya Kiana dan seringkali raja tampan itu meringis lebar mendengar omelannya Kiana karena Kiana seringkali kebingungan mencari Kenzie di saat ia ingin memberikan ASi Eksklusifnya.
Dan Agha sering berkata kalau Kiana mengomel, "Makanya bikin lagi satu. jadi, adil kita bisa bawa satu-satu, anak kita"
Kiana langsung menyahut, "Bisa-bisa kamu bawa semua anak kita ikut kamu ke mana pun kamu pergi, Mas dan aku tambah pusing jadinya"
Agha sontak menggemakan tawanya.
Lima tahun kemudian............
Agha memeluk Kiana dari arah belakang dan menciumi leher Kiana sambil berkata, "Kenapa kamu belum hamil lagi, Kiana? Kasihan Kenzie butuh teman"
"Aku, kan, memang belum ingin bikin adik untuk Kenzie, Mas, biar Kenzie puas dulu merasakan kasih sayang kita"
Agha lalu memutar pelan badan Kiana dan saat ia ingin mengatur bibir Kiana terdengarlah suara tangisannya Kenzie, "Ibuuuuuuu! Huaaaaaa!!!!!"
Kiana langsung mendorong pelan dada suaminya dan berlari ke.ranjang untuk melihat putranya dan Agha sontak melangkah lebar mengikuti Kiana.
Kiana dan Agha duduk di tepi ranjang dan bertanya secara bersamaan, "Ada apa?"
Kenzie bangun lalu duduk bersila di depan ibunda.dan ayahandanya sambil mengucek-ucek kedua matanya.
"Ada apa, sayang kamu mimpi buruk, ya?" Tanya Kiana sambil mengusap lembut pipi Kenzie.
Agha langsung merengkuh Kenzie untuk ia pangku dan bertanya sambil menciumi pucuk kepala putranya, "Siapa yang sudah bikin Kamu menangis, hah?! Papa akan jewer dia"
Dengan entengnya Kenzie menjawab" Ayah"
Kiana menatap heran putranya dan Agha sontak bertanya dengan wajah kaget, "Hah?! Ayah?!"
"Iya. Ayah sudah memeluk Ibu dan Ayah tidak memeluk aku tadi, hiks,hiks" Kenzie langung memeluk leher ayahandanya..
Agha mengusap punggung Kenzie dan tersenyum lebar ke Kiana.
Kiana sontak terkekeh geli dan bangkit berdiri sambil berkata, "Aku akan masak dulu untuk anak kembarku"
Pandangan Agha mengikuti arah pergi istri cantiknya dengan tawa ceria.
__ADS_1
"Oke,.sekarang Kenzie mau apa? Mau bermain apa sama Ayah?"
Kenzie melepas pelukannya dan berkata, "Kenzie ingin jalan-jalan ke hutan bersama Ayah dan ibu. Kenzie juga ingin belajar baik kuda. Kenzie juga ingin belajar bermain pedang. Kenzie juga ingin menangkap kelinci, anjing hutan, burung pemangsa kayak Bora dan rusa, untuk Kenzie pelihara lalu......"
"Wow, wow, wow! Stop dulu, Sayang! Ambil napas dulu. Ayah dengar ucapan kamu udah terengah-engah ini. Apalagi kamu yang ngomong, ya"
"Nggak, Kenzie baik-baik saja dan nggak terengah-engah" Sahut Kenzie.
Agha tertawa geli lalu berkata, "Oke, kita lakukan bertahap, ya, kita jalan-jalan dulu ke hutan dan besok baru menangkap kelinci, rusa, burung pemangsa kayak Bora, dan anjing hutan, lalu.........."
"Belajar naik kuda dan main pedang, kapan Ayah?" Sahut Kenzie dengan wajah tidak sabar"
"Oke, kita akan berlatih baik kuda dan bermain pedang setelah kita menangkap hewan-hewan kesukaan kamu untuk kamu pelihara, oke?"
"Oke!" Pekik Kenzie dengan wajah ceria.
Lalu, Kenzie merosot turun dari ranjang sambil menarik tangan Agha.
Agha sontak menjerit kaget, "Lho, kenapa Ayah ditarik keluar kamar, nih?"
"Tentu saja untuk menemui Ibu dan mengajak Ibu ke hutan"
"Hmm" Sahut Kenzie sambil terus menarik tangan Ayahandanya.
Agha terkekeh geli dan bergumam pelan, "Wah, dia memang fotokopi-ku. Mirip banget denganku. Kalau punya keinginan susah dibendung"
Beberapa jam kemudian, Agha, Kiana, dan Kenzie berjalan-jalan di dalam hutan dengan pengawalan ketat prajurit kerajaan dan Bora, Agni dan putri mereka yang bernama Rosa, ikut serta.
Kenzie mengajak Paman Bora, adik sepupu Ibunda, dan Ayahandanya bermain petak umpet.
Saat Kenzie bersembunyi, Kenzie yang mewarisi pendengaran tajam Ayahandanya, tiba-tiba mendengar suara tangisan anak perempuan. Kenzie sontak bangkit berdiri dan melangkah ke arah suara tangis itu.
Kenzie langsung berjongkok di sebelah anak perempuan yang tampak seumuran dengannya dengan perlahan lalu Kenzie bertamya dengan hati-hati, "Kenapa kamu menangis?"
Anak perempuan itu menoleh kaget ke Kenzie dan seketika itu juga Kenzie berkata, "Wah, kamu cantik sekali"
Anak perempuan itu mengusap airmatanya sambil berkata, "Terima kasih. Kamu juga sangat tampan dan murah senyum"
"Terima kasih" Kenzie tersenyum dengan Rina malu di wajahnya.
__ADS_1
"Kenapa wajah kamu memerah?" Tanya anak perempuan itu.
"Ka.....karena aku belum pernah dipuji oleh teman cewek. Selama ini aku hanya menerima pujian dari keluargaku karena kau belum pernah pergi ke hutan"
"Wah, kamu beruntung punya keluarga yang baik"
"Kenapa kamu menangis?" Tanya Kenzie.
"Karena Ibuku meninggalkan ku di sini"
"Hah?! Lalu, ibu kamu nggak akan datang menjemput kamu?"
"Ibuku akan datang kalau aku sudah bisa menguasai jurus pedang yang baru"
"Waahhhhh! Kenapa begitu? Ibu kamu mengerikan. Emm, daripada menangis dan kamu sendirian di sini menunggu ibu kamu menjemput kamu, ayo ikut aku bermain petak umpet dengan keluargaku"
"Boleh?"
"Tentu saja boleh. Ayo!" Kenzie berkata sambil bangkit berdiri.
Kenzie lalu berjalan bersama anak perempuan itu dan Kenzie lalu berkata, "Namaku Kenzie. Nama kamu siapa?"
"Crystal" Sahut anak perempuan itu.
Kiana dan Agni langsung menghela napas lega saat mereka melihat Kenzie.
Agni menyentuh pundak kakak iparnya dan berkata, "Wah, Kenzie memang hebat, baru beberapa jam saja dia sudah bawa seorang gadis yang sangat cantik untuk ia kenalkan ke Ibunda dan Tantenya, hmm"
Kiana sontak terkekeh geli dan berkata, "Sepetinya sifat itu menurun dari Tantenya Pandai bergaul"
Agni langsung menggemakan tawa renyahnya, "Hahahahahaha. Iya, sepetinya benar begitu, Hahahahaha"
Dari kejauhan Delima tersenyum lebar dan bergumam lirih, "Kerja bagus Crystal. Sejak kecil kamu sudah pandai berakting. Didikanku selama ini tidak sia-sia ternyata. Rebut hati mereka dan aku akan menyiapkan keluarga baru untuk kamu supaya Kak Agha dan semuanya tidak tahu kalau kamu itu Putriku. Rebut hati mereka biar mereka menjodohkan kamu dengan Kenzie"
Agha tesentak kaget saat ia melihat putranya berjalan mendekatinya sambil menggandeng seorang anak perempuan yang sangat cantik. Agha langsung menyentuh pundak Bora, "Wah, kamu yang ajari Kenzie cara.menggoda cewek, ya?!"
Bora sontak menggelungkan kepala sambil berkata, "Tentu saja tidak Yang Mulia. Mana berani saya"
Kiana langsung menyenggol bahu suaminya samb berkata, "Dia itu mirip kamu jadi semuanya, ya, mirip kamu"
__ADS_1
"Wah, aku dulu nggak seperti itu, ya, sama cewek aja aku takut" Sahut Agah dengan wajah merengut dan semuanya sontak menggemakan tawa mereka.