
Naga putih ingin menuntaskan dulu urusannya dan dendamnya di kerjaan Langit, juga memenuhi keinginannya untuk mendapatkan Kiana yang kebetulan ada di Kerajaan Langit saat ini, sebelum ia membantu kakak sepupunya Crystal menuntut balas di kerajaan Pusat yang ada di dunia manusia.
Agha sontak menoleh ke kanan dan berteriak kaget, "Lho, hei! Di mana Kiana?"
Alvin ikutan menoleh kaget, "Bukankah dia tadi berada di samping kamu?"
"Sial! Kenapa Kiana harus bertindak semau Gue di saat genting begini" Agha mendengus kesal sambil melesat turun dari benteng pertahanan kerajaan Langit. Alvin membiarkan Agha turun sendiri untuk mencari Kiana karena ia harus tetap berada di benteng pertahanan untuk memberikan dukungan dan semangat ke semua prajuritnya. Sedangkan Paman Alvin sudah bersiap di luar, di depan gerbang utama untuk menghadang musuh bersama dengan ribuan prajurit pilihannya.
Sementara Kiana secara sembunyi-sembunyi pergi keluar melesat ke gerbang belakang dan beruntung Agha setempat melihat bayangannya Kiana. Agha langsung melesat menyusul Kiana sambil bergumam, "Mau apa Kiana berlari ke gerbang belakang secepat itu?"
Sementara itu di dunia manusia, di kamar pengantinnya Kenzie tengah asyik menikmati permainannya Crystal. Crystal duduk di atas dan bergerak lincah. Gundukan kembar yang bergoyang-goyang mengundang tangan Kenzie untuk menangkup dan meremasnya.
Kenzie berteriak, "Ah, Sayang! Ini enak sekali! Lebih cepat lagi, Sayang!"
__ADS_1
Tanpa Kenzie sadari, ada sepasang mata yang mengintip dari balik pintu kamar yang tidak tertutup rapat.
Saat tahu Amber melangkah menuju ke kamarnya, Crystal memang sengaja tidak menutup rapat pintu kamarnya dan dia langsung mengajak Kenzie untuk bercinta.
Amber yang berniat memberikan hadiah pernikahan untuk Crystal dan Kenzie sesuai dengan adat setempat, meremas bingkisan yang ia bawa dan menitikkan air mata. Lalu, dengan cepat Amber berbalik badan lalu meletakkan bingkisan di depan pintu kemudian ia berlari kencang menuju ke paviliunnya sambil menangis terisak.
Amber langsung berganti baju, menghapus make-up, lalu berlari ke ranjangnya. Amber telungkup dan menangis sejadi-jadinya di atas bantal.
Setelah puas dengan permainan ranjang yang dimainkan oleh Crystal, Kenzie mencium kening Crystal dan berbisik, "Terima kasih, Sayang. Aku mencintaimu"
Kenzie menendang bingkisan lalu pria tampa. Itu memungutnya dan bertanya ke dayang yang berjaga di depan pintu, 'Tadi ada yang datang ke sini?"
Salah satu dayang menyahut, "Iya, Yang Mulia"
__ADS_1
"Siapa yang datang?"
Para dayang di kerajaan Pusat sangat menyayangi Amber, maka mereka semua berniat akan selalu melindungi dan menjaga ratu Amber.
Dayang tersebut langsung menjawab, "Dayang dari paviliun Ratu, Yang Mulia"
"Oh, ini kado dari Ratu Amber?"
"Iya"
Kenzie langsung membukanya dan terkejut saat ia melihat isinya. Ada giok berbentuk naga berwarna hijau yang sangat indah. Kenzie kemudian bergumam di dalam hatinya, "Giok ini mirip dengan giok gadis yang menolongku saat aku terjatuh di jurang dan digigit ular. Apa Amber yang menolongku waktu itu dan bukan Crystal? Tapi, saat aku sadar yang ada di depanku adalah Crystal dan saat aku bertanya ke Crystal apa dia yang menolongku, Crystal menjawab iya"
Kenzie lalu menyerahkan bingkisan itu ke dayang tersebut sambil berkata, "Bawa masuk ke dalam"
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia Raja"
Kenzie kemudian melesat ke paviliun ratu untuk menanyakan perihal giok berbentuk naga dan berwarna hijau itu ke Amber.