Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Sembuh


__ADS_3

Kiana menghentikan langkahnya dan berputar badan dengan cepat.


Alvin langsung mengerem laju lari kecilnya dan mendelik kaget, "Kenapa kau berhenti mendadak? Hampir saja aku nabrak kamu"


"Jangan ikuti aku!"


"Kenapa nggak boleh? Kita, kan, teman. Aku nggak ingin kamu nekat terjun ke bawah untuk kembali ke dunia manusia mencari cowok yang ada di dalam halusinasi kamu saat ini. Kau bisa hancur lebur kalau nekat turun ke dunia manusia. Aku akan antarkan kamu turun ke dunia manusia tapi kita hanya bisa pergi sebentar saja" Sahut Alvin dengan sorot mata yang sungguh-sungguh mengkhawatirkan Kiana.


"Aku nggak akan turun ke dunia manusia. Karena cowok yang ada di halusinasiku saat ini ada di sini"


"Hah?! Siapa?!" Alvin tersentak kaget.


"Pokoknya ada di sini dan kamu jangan ikuti aku untuk mencari cowok itu"


"Kenapa tidak boleh?" Tanya Alvin.


"Kau mau melihat aku dan cowok itu berciuman?"


"Sial! Benar juga. Pergilah sekarang juga kalau begitu!" Sahut Alvin dengan wajah kesal.


Dan Alvin semakin kesal saat Kiana telah menghilang dan dia teringat kembali dengan rasa penasarannya akan siapa cowok yang ada di halusinasinya Kiana saat ini. "Sial! Aku, kan, pengen tahu siapa cowok itu tapi kenapa aku justru membiarkan Kiana pergi begitu saja" Alvin kemudian menghentakkan kakinya ke lantai dengan wajah cemberut. Pria tampan yang lebih tua satu tahun dari Kiana itu merasa kesal pada kebodohannya sendiri.

__ADS_1


Kiana mendapatkan info dari seorang pelayan yang ia temui kalau raja Alaric berada di aula besar. Raja Alaric tengah menghadap pars tetua. Kiana kemudian berjalan ke balik tembok aula itu dan menyandarkan punggungnya di tembok untuk meredakan rasa pusing dan memejamkan mata untuk menikmati halusinasi indah yang terus menari-nari di benaknya.


Setelah menunggu selama kurang lebih setengah jam, Kiana membuka mata lebar-lebar dan langsung melongokkan kepala dari balik tembok saat ia mendengar suara khas suaminya.


Kiana terus melongok di balik tembok dan dengan sabar menunggu para tetua pergi meninggalkan raja Alaric sendirian.


Kiana langsung berlari mendekati raja Alaric dan langsung menarik lengan raja Alaric lalu mengajak raja tampan itu berlari ke balik tembok.


Raja Alaric menunduk menatap tangannya yang digenggam Kiana saat wanita cantik itu menghentikan laju larinya.


"Kenapa kau bawa aku ke sini? Lepaskan tanganku!" Raja tampan itu menatap Kiana dengan datar dan dingin.


Kiana melepaskan tangan raja Alaric dan langsung berkata, "Maafkan Saya, Yang Mulia. Emm, apakah buah yang saya kasih tadi masih ada atau sudah Anda makan?"


"Sekarang cicipi lah, Yang Mulia. Cepat cicipi!" Pinta Kiana sambil mengatupkan kedua tangannya di depan raja Alaric.


Alaric yang berniat ingin membingkai buah itu karena buah itu adalah pemberian pertama dari Kiana, wanita cantik yang sudah membuatnya jatuh hati sontak berkata, "Aku tidak akan pernah memakan buah ini"


"Tapi, kenapa? Buah ada dan tumbuh di muka bumi ini, kan,emang untuk dimakan" Balas Kiana dengan wajah penuh harap agar raja Alaric memakan buah itu sehingga raja tampan itu mengalami efek yang sama seperti yang ia alami dan raja itu yang akan menciumnya lebih dulu bukan dia. Karena Kiana yakin banget kalau cewek yang ada di halusinasi raja tampan itu adalah dirinya karena raja Alaric itu sejatinya adalah Agha suaminya.


"Aku tidak suka makan buah" Sahut Alaric dengan cepat. Itu alasan paling masuk akal yang ada di benaknya. Dia menyembunyikan alasan yang sebenarnya karena dia masih belum ingin Kiana mengetahui perasaannya pada Kiana.

__ADS_1


"Tolong, Anda makan buah itu, Yang Mulia. Demi keselamatan saya"


"Kenapa? Apa kaitannya makan buah ini dengan keselamatan kamu?"


"Jangan banyak nanya, Yang Mulia! Makan saja buah itu atau kalau tidak ............"


"Kalau tidak apa?" Raja Alaric langsung menautkan kedua alisnya dan mundur selangkah.


Kiana menghela napas panjang, mengucapkan kata, Maaf" Lalu, ia melangkah maju langsung berjinjit dan memagut bibir raja Alaric.


Raja Alaric membeliak kaget. Namun, anehnya raja tampan itu tidak merasa kesal, marah, atau ingin mendorong Kiana. Raja Alaric justru menginginkan lebih dan hatinya merasa kecewa saat Kiana melepaskan pagutannya.


Kiana menjejakkan tumit ke tanah lalu mundur selangkah. Kemudian wanita cantik itu menekuk kepalanya ke kanan lalu ke kiri. Setelah itu wanita cantik itu tersenyum lebar dengan sendirinya dan berteriak girang, "Sudah sembuh! Efeknya sudah hilang!"


Raja Alaric menatap kelakuannya Kiana di dalam kebekuannya. Raja tampan itu mematung cukup lama karena ia masih butuh waktu untuk mencerna dengan baik pagutan bibir Kiana di bibirnya yang membuatnya untuk sejenak kehilangan akal sehat.


Setelah akal sehatnya kembali, raja Alaric menatap dalam-dalam kedua bola matanya Kiana dan menggeram, "Kenapa kau menciumku?"


Kiana langung membungkukkan badan dan berkata, "Maafkan saya, Yang Mulia. Saya keracunan buah yang tadi saya makan dan timbul halusinasi tentang seorang cowok dan saya harus mencium cowok yang berada di dalam halusinasi saya untuk menghilangkan efek buah yang saya makan tadi"


"Kenapa aku? Kenapa aku bisa ada di dalam halusinasi kamu?"

__ADS_1


Kiana langsung mengangkat wajahnya untuk memandangi wajah suaminya lalu wanita cantik berkulit putih seputih salju itu berkata, "Karena Anda adalah Mas Agha, Suami saya"


Raja Alaric dan Kiana kemudian bersitatap dalam diam dengan bunyi gemuruh jantung mereka.


__ADS_2