
Di kerajaan Langit, Agha tengah menikmati minum teh dan makan camilan bikinannya Kiana bersama dengan Alvin dan Kiana. Agha menyesap cangkir tehnya lalu berkata, "Kenapa kau nikahnya Kenzie dengan Amber kalau kamu sudah tahu sebenarnya Kenzie mencintai Crystal?"
"Pertama karena Amber adalah gadis yang tulus dan bersih hatinya sama seperti Debi dan Paman Adyaksa. Untuk itulah aku ingin menjadikan Amber ratu di kerajaan kita. Sedangkan Crystal, dia memang sangat cantik. Wajar kalau anak kita jatuh cinta pada Crystal. Tapi, entah kenapa hati kecilku tidak rela menyerahkan posisi ratu kepada Crystal. Aku melihat ada kelicikan dan sesuatu yang gelap di kedua matanya Crystal. Kedua, karena Paman Adyaksa memiliki banyak dukungan, jadi posisi anak kita akan stabil sebagai raja saat ini jika Amber ratunya"
Alvin langsung menepuk bahu Agha sambil berkata, "Tuh, pemikiran cewek itu jauh lebih ke depan daripada pemikiran kita para laki-laki"
Agha langsung menepis tangan Alvin yang bersandar di pundaknya sambil bertanya, "Kalau begitu, kenapa kau tidak cari Istri?"
Alvin sontak menatap Kiana dan berkata di dalam hatinya, karena aku belum menemukan wanita yang cerdas, baik hati, sekaligus cantik seperti Kiana.
Kiana yang tengah asyik meracik teh tidak menyadari kalau Alvin terus menatapnya.
"Hei! Kok, malah bengong?" Agha menepuk bahu Alvin.
Alvin tergagap kaget dan langsung bersuara, "Ah, emm, itu, ya, belum ada yang mau aja sama aku"
Kiana mengisi cangkir tehnya Alvin dan Agha yang telah kosong sambil berkata, "Kamu aja kali, Vin, yang terlalu pilih-pilih. Masak iya nggak ada satu wanita pun di dunia ini yang mau menikah sama kamu"
Ada satu dan itu kamu Kiana. Batin Alvin sambil menyesap cangkir tehnya.
"Iya, jangan pilih-pilih! Buruan nikah dan bikin anak. Kalau kamu menua terus nggak ada pewaris tahta gimana?" Tanya Agha sambil menyomot kue bikinannya Kiana.
"Kalau aku menua dan belum punya pewaris tahta apa aku boleh minta anak kalian yang kedua nanti menjadi pewaris tahtaku?" Alvin meringis.
__ADS_1
Agha sontak mendengus kesal, "Aku program bikin anak cewek, enak aja jadi pewaris tahta di sini. Tidak! Big No!" Agha menggoyangkan jari telunjuk di depan mata Alvin.
Kiana hanya bisa tersenyum geli dan menggeleng-gelengkan kepala.
Kenzie menyatukan raga bersama.Crystal.di depan danau alami dengan beralaskan jubahnya Kenzie.
Saat terbangun dan melihat Crystal masih memejamkan mata di dalam pelukannya Kenzie dengan balutan kain, Kenzie merapikan rambut Crystal lalu melongok ke belakang dan pandangannya mengarah ke pantatnya Crystal. "Kenapa tidak ada bercak darah? Kata Ibunda dan pengurus rumah tangga Kerajaan Pusat kalau malam pertama akan ada bercak darah di sprei. Kenapa ini tidak ada?"
Namun, saking besarnya rasa cintanya pada Crystal, Kenzie mengabaikan persoalan bercak darah. Dia tidak peduli apakah Crystal masih suci atau sudah tidak suci. Dia mencintai Crystal apa adanya.
Crystal membuka mata dan tersenyum.
"Apa yang kau rasakan saat ini?"
Kenzie tersenyum kaget karena jawabannya Crystal tidak seperti jawaban yang ia harapkan. Namun, cintanya yang begitu besar membuat Kenzie memagut bibir Crystal lalu bangun tanpa melepaskan bibir seksi itu dan membopong Crystal masuk ke dalam pondok. Kenzie mengajak Crystal bercinta kembali di dalam pondok, di atas ranjang sederhana yang terbuat dari bambu dan hanya beralaskan lain tipis. Kenzie ingin merasakan seperti apa ranjang yang menemani Crystal tidur selama puluhan. tahun ini.
Sementara itu, Amber tengah sibuk berlatih pedang setelah ia menyelesaikan kegiatan favoritnya, yakni meracik tanaman herbal. Tiba-tiba jari telunjuk tangan kiri Amber tertusuk ranting pohon. Lalu, gadis berparas manis dan imut itu menghentikan latihan pedangnya. Dia tertegun menatap jari telunjuknya yang sedikit berdarah, lalu bergumam, "Ada apa dengan Mas Kenzie? Kenapa perasaanku nggak nyaman banget saat ini dan itu terkait dengan Mas Kenzie. Saat meracik tanaman herbal ibu jariku kena percikan air panas lalu sekarang jari telunjukku terkena ujung ranting pohon. Semoga Mas Kenzie baik-baik saja"
Kenzie dan Crystal kemudian berendam dan mandi bersama di danau setelah itu, Crystal membuatkan Kenzie teh dan berkata, "Duduklah sebentar! Aku akan bersiap-siap ikut kamu turun gunung dan menikah denganmu"
"Hmm" Sahut Kenzie dengan senyum lebar.
"Aku ke kebun belakang sebentar untuk melepas kelinci peliharaanku karena tidak mungkin Kelinci itu ku bawa ke kerjaan pusat.
__ADS_1
"Iya, aku akan menunggumu sampai selesai di sini dengan sabar. Lagian kamu sangat pandai bikin teh. Aku suka teh ini" Kenzie tersenyum ke Crystal.
Crystal tersenyum lalu ia bergegas berlari kecil ke belakang pondok. Crystal tidak melepas kelinci peliharaan karena sesungguhnya ia tidak memiliki binatang peliharaan apapun. Dia membenci semua makhluk hidup dan dia hanya mencintai dirinya sendiri. Lalu, apa yang akan dilakukan oleh Crystal di kebun belakang?
Crystal ternyata menemui seorang pria yang ketampanan dan kegagahannya tidak kalah dengan Kenzie. Pria tampan itu adalah Putra Mahkota dari Kerajaan Utara. Dia bernama Awan dan dia adalah putra tunggalnya Raja Langit. Raja Langit adalah raja yang pernah salah mengira kalau Kiana adalah tunangan masa kecilnya.
Awan jatuh cinta pada kecantikannya Crystal saat ia berburu dan tersesat. Karena Crystal membutuhkan teman dan sekutu, maka saat ia mengetahui identitasnya Awan, dia langsung menggoda Awan dan mengajak Awan bercinta. Saking cintanya Awan pada Crystal, pemuda tampan dan gagah itu selalu menuruti semua kemauannya Crystal.
"Aku akan kembali ke kerajaan Pusat bersama dengan Kenzie. Aku akan menikah dengan Kenzie dan menjadi ratu di sana"
Awan langsung memeluk Crystal dan berkata, "Tapi, jangan satukan raga kamu dengan Kenzie. Kau hanya boleh menyatukan raga denganku"
"Iya" Sahut Crystal sambil menarik diri dari dalam pelukannya Awan.
"Setelah kamu berhasil menuntut balas, kembalilah padaku. Aku akan jadikan kamu ratu di Kerajaan Utara. Nenek buyut, Ibunda, dan Ayahandaku pasti akan menyukai kamu"
"Baiklah. Kita juga akan ketemu secara rahasia seminggu sekali dan kau yang tentukan tempatnya" Crystal mengerling manja ke Awan dan Awan langung menarik tengkuk Crystal dan mengajak Crystal berciuman. Setelah dirasa cukup, Crystal menarik bibirnya dan berkata sambil mengelus pelan pipi Awan, "Tunggu aku sampai aku tuntas membalas dendam, ya"
"Hmm" Awan mengangguk mantap dengan senyum penuh cinta.
Beberapa menit kemudian, Crystal sudah duduk di depan Kenzie dan Kenzie menghentak perut Thunder supaya Thunder melesat lebih cepat dari biasanya ke Kerajaan Pusat karena Kenzie ingin segera menikahi Crystal untuk bertanggung jawan atas Crystal.
Pergulatan panas mereka yang sangat luar biasa sebanyak tiga ronde dan candaan mesra saat mereka berendam di dalam danau, membuat Kenzie dan Crystal sesekali saling pandang dan saling melempar senyum penuh cinta. Hati keduanya membuncah bahagia. Kenzie membuncah bahagia karena akhirnya ia bisa bertemu kembali dengan cinta pertamanya dan sebentar lagi akan wanita pujaan hatinya itu akan ia nikahi sedangkan Crystal membuncah bahagia karena sebentar lagi ia akan menjadi ratu di kerajaan Pusat dan tidak lama lagi ia akan melancarkan semua rencana yang sudah ia susun selama puluhan tahun. Rencana untuk menggulingkan Kerajaan Pusat dan membumihanguskan semuanya. Dia tahu itu tidak akan mudah karena Kenzie adalah cucu dari ratu Kayla dan tidak ada satu pun kerajaan yang berani berurusan dengan raja Abimantya. Untuk itulah ia mengincar posisi ratu.
__ADS_1
Aku akan menjadi ratu sebentar lagi. Ratu di Kerajaan Pusat. Wah, nggak nyangka impianku selama ini akan tercapai semudah ini. Aku akan jadi ratu Sebentar lagi. Gumam Crystal dengan senyum semringah.