
Kenzie mengajak Amber masuk ke dalam kolam besar mirip kolam renang yang ada di dalam kamar mandi berukuran luas. Dengan masih berpakaian lengkap sepasang suami istri itu masuk ke dalam air dan saat Kenzie berteriak, "Kita harus masukkan kepala kita secara bersama-sama ke dalam air lalu tahan napas selama beberapa detik. Tarik tanganku kalau kamu sudah tidak kuat menahan napas kamu di dalam air nanti"
Amber hanya bisa mengangguk dengan wajah malas. Kalau boleh jujur dia lebih suka dengan keadaannya yang sekarang karena Kenzie bisa tidur bersama dengannya dalam satu kamar dan semoga ia dan suami tampannya itu bisa tidur satu ranjang nantinya.
Semoga impianku bisa tidur satu ranjang dengan Mas Kenzie bisa terwujud malam ini. Gumam Amber sambil memencet hidung dan memasukkan kepalanya di dalam air bersamaan dengan masuknya kepala Kenzie ke dalam air.
Amber hanya bisa bertahan setengah detik dan ia langsung menarik tangan Kenzie. Keduanya mengangkat kepala mereka secara bersamaan lalu dengan napas terengah-engah sambil menyisir rambut ke arah belakang, suami istri itu saling menatap dengan wajah penuh tanda tanya.
Kenzie yang tidak sabar ingin segera mengetahui apakah dia dan Amber sudah bertukar badan kembali, akhirnya mengeluarkan suara, "Gimana?"
Saat mendengar suara Kenzie masih suara wanita, Amber memekik riang di dalam hatinya namun gadis manis itu berkata dengan wajah cemberut dan menggelengkan kepala, "Sayang sekali kita belum bertukar tubuh, Mas seperti yang Mas inginkan"
Kenzie menghela napas panjang dan berkata, "Iya usaha kita gagal kali ini. Besok kita coba terjun ke kolam besar yang ada di halaman belakang istana kalau gitu. Nggak usah takut, aku akan menjaga kamu"
Mendengar kata kalau Kenzie akan menjaganya, Amber langsung memalingkan wajah untuk menyembunyikan senyum riangnya. Ia senang mendengar kata kalau suaminya akan menjaganya.
"Bagaimana, mau, kan?" Tanya Kenzie dengan penuh antusias.
Amber menoleh pelan ke Kenzie lalu dengan sangat terpaksa ia menganggukkan kepala.
"Baiklah. Tapi, bagaimana kalau kita coba cara ini dulu?" Kenzie langsung menarik tengkuk Amber tanpa ijin si empunya tengkuk dan tanpa ijin pula pria tampan itu menempelkan bibirnya ke bibir Amber.
Itu adalah ciuman pertama bagi Amber dan seketika itu juga Amber dia membeku dengan mata mengerjap kebingungan.
__ADS_1
Kenzie pun tersentak kaget. Dia membeliakkan matanya karena bibir Amber yang menempel di bibirnya membuat dirinya seperti terkena kejutan aliran listrik dan dadanya sontak berdetak lebih kencang dari biasanya.
Kenzie langsung menarik bibirnya dari bibir Amber, lalu ia bergegas melangkah keluar dari dalam kolam mandi dan langsung berjalan ke pancuran yang berada di balik tembok kolam mandi tanpa mengucapkan sepatah kata pun ke Amber.
Kenzie menghidupkan keran air yang ada di atas dan membiarkan kepalanya terkena guyuran air hangat karena ia ingin meredakan debaran jantungnya.
Sial! kenapa jantungku berdetak kencang seperti ini hanya karena aku menempelkan bibirku sebentar ke bibir Amber. Ada apa dengan diriku? Gumam Kenzie di dalam hatinya sambil terus membiarkan air hangat mengetuk-ngetuk ringan puncak kepalanya.
Sementara Amber menempatkan telapak tangan di depan mulutnya lalu ia membuka mulut, "Hah! Emm, napasku nggak bau, kok, tapi kenapa Mas Kenzie langsung pergi meninggalkan aku setelah ia menciumku? Ya, walaupun cuma menempelkan bibir tetap saja bagiku Mas Kenzie sudah menciumku. Tapi, kenapa dia pergi begitu saja tanpa mengucapkan apa-apa? Apa aku ini jelek banget bagi dia dan dia menyesal telah menciumku?"
Kenzie meraup kasar wajah tampannya dan bergumam lirih, "Ternyata menempelkan bibir saja tidak berhasil membuat aku dan Amber bertukar tubuh kembali. Apa harus seperti memberikan napas buatan? Harus membuka mulut lebar-lebar saat kami menyatukan bibir kami? Apa harus seperti itu?" Kenzie langsung menyentuh bibirnya sambil menggelengkan kepala dan bergumam lirih, "Sial! Apa yang aku pikirkan? Kenapa aku ingin mencium Amber lagi?"
Kenzie keluar dari dalam kamar mandi dan melihat Amber sudah meringkuk di balik selimut dengan punggung menghadap ke tepi ranjang.
Kenzie sontak menjawab dengan canggung, "I....itu karena aku pikir jika kita menempelkan bibir jiwa kita bisa bertukar badan kembali lewat bibir"
Amber langsung mengangkat badan sedikit untuk berbaring menghadap ke Kenzie dan berkata, "Itu adalah ciuman pertamaku. Mas Kenzie harus bertanggung jawab"
"Hah?! Emm, ma.....maafkan aku Amber. A... . Aku tidak tahu kalau kamu belum pernah berciuman sebelumnya dan ......."
"Kenapa Mas Kenzie meminta maaf? Apa Mas Kenzie menyesal telah menciumku? Apa aku ini jelek banget jadi tidak batas untuk dicium?"
Kenzie langsung melompat ke ranjang dan berbaring miring menghadap Amber.
__ADS_1
Amber langsung mematung.
"Aku tidak menyesal telah mencium kamu. Kamu, kan, Istriku dan kamu tidak jelek hanya saja aku belum terbiasa sama kamu. Teman kecilku sekarang ini adalah Istriku. A.....aku belum terbiasa. Lebih baik tidurlah dan jangan mikir macam-macam! Aku akan tidur di samping kamu sebagai permintaan maafku karena aku sudah mencium kamu tanpa ijin dan bukankah kata kamu, aku tidak bisa tidur di mana pun dengan wujudku seperti ini selain tidur di sini"
Amber tersenyum sebentar di depan Kenzie dan langsung memunggungi Kenzie untuk menyembunyikan rona malu di wajahnya dan hati Amber langsung memekik riang, yes! Akhirnya impianku tercapai. Aku malam ini bisa tidur satu ranjang dengan suamiku.
Kenzie menatap punggung Amber dan membatin, aku sempat melihat senyum senangnya tadi sebelum ia memunggungi aku. Apa dia senang kalau aku tidur satu ranjang dengannya? Apa dia senang karena hal yang lain? Ah, sudahlah aku tidur saja siapa tahu esok pagi bisa bangun dan aku berada di dalam tubuhku sendiri.
Sementara itu, Crystal mulai uring-uringan karena Kenzie tidak kunjung datang ke kamarnya. Padahal Kenzie sudah berjanji padanya kalau Kenzie hanya akan tidur di paviliunnya dan saat seorang dayang memberikan kabar ke dirinya bahwa raja tidur di paviliun ratu, Crystal marah besar. Dia membuang semua barang di dekatnya dan membalikkan meja sampai semua masakan dan minuman yang ia sediakan untuk Kenzie jatuh semua ke lantai. Crystal marah besar karena Amber berhasil memenangkan Kenzie malam ini
Di kerajaan Langit, Kiana dengan didampingi Agha dan Avin, memeriksa kondisinya Naga putih. Saat menyadari bahwa Naga putih terus menatap Kiana, Agha langsung menggeram, "Turunkan mata kamu dari wajah Istriku atau aku akan mencongkel keluar mata kamu, cih!"
Naga putih menggeram kesal dan terpaksa menurunkan matanya karena di dalam keadaan sakit cukup parah dia tidak mungkin menang melawan Agha.
Setelah memeriksa dan menyuruh para prajurit meletakkan obat yang sudah dia buat ke keretanya naga putih, Kiana berkata, "Kamu sudah menandatangani perjanjian kita dan disaksikan oleh para tetua dan para dewa. Kamu tidak bisa lagi mengganggu Kerajaan ini"
"Dan tidak boleh membawa Kiana" Ucap Alvin dan Agha secara bersamaan.
Naga putih terpaksa mengiyakan dan kembali ke kemahnya dengan wajah kecewa. Kecewa karena ia sudah kalah sebelum berperang.
Saat Alvin mengantarkan naga putih di depan gerbang kerajaan langit, Kiana berbisik ke telinga suaminya, "Mas, aku hamil"
Agha menoleh kaget ke Kiana, "Apa?!"
__ADS_1