Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Berani Benar!


__ADS_3

Agha langsung melompat naik ke kuda merah kebanggannya. Kuda paling hebat di negri itu dipacu Agha dengan cepat karena Agha ingin segera menyusul Kiana. Dia menyesal telah menjadi pria yang tidak peka seperti kata Agni. Dia ingin segera menyusul Kiana, menemui Kiana, dan meminta maaf karena ia telah menjadi pria yang tidak peka.


Red Hair, kuda kebanggannya Agha itu melesat cepat seperti angin. Ia seolah mengerti kalau tuannya ingin segera sampai di tempat tujuan.


Akhirnya kereta kuda yang Kiana tumpangi bersama Agha, Debi, dan Kendra, sampai di depan gerbang kediaman tabib Danur.


Berita kepulangan Kiana sudah sampai di telinga ayah, ibu tiri, dan adik tirinya Kiana karena Agha sudah mengurus pelayannya untuk menyampaikan kabar kepulangannya Kiana kemarin malam.


Seharusnya semuanya menyambut kedatangan Kiana dan Kendra di depan gerbang, namun sampai Kiana dan Kendra masuk ke dalam halaman rumah itu, tidak ada satu orang pun yang keluar menyambut mereka.


Kiana berdiri diam di tengah halaman rumah ayahandanya dengan masih menggandeng tangan mungilnya Kendra. Dia sejujurnya sangat merindukan ayahandanya dan berharap saat ini ayahandanya berlari keluar menyambutnya lalu memeluk dirinya dengan penuh cinta kasih. Kiana mengusap setitik air mata yang nongol di sudut matanya dengan helaan napas panjang karena pelukan cinta kasih dari ayahandanya hanya bisa ia dapatkan di dalam mimpi.


"Kendra langsung masuk ke kamar, ya?!" Perintah Kiana saat ia melihat ibu tiri dan Komala melangkah sambil bersedekap mendekatinya

__ADS_1


Kendra langung menganggukkan kepala dan pergi meninggalkan Kiana, namun anak kecil berwajah tampan itu tidak pergi ke kamarnya. Ia bersembunyi di balik pohon besar untuk melihat apa yang akan terjadi. Kendra akan langsung berlari membela Kak Kiana yang sangat ia sayangi kalau Kak Komala dan Ibundanya menindas Kak Kiananya lagi.


Ibu tirinya Kiana berhenti di depan Kiana di jarak satu meter dan Komala menghentikan langkahnya di samping kanan ibundanya.


Kiana menghela napas panjang lalu tersenyum dan berkata, "Selamat siang Ibu" Kiana menunduk ingin mencium tangan ibu tirinya, namun ibu tirinya Kiana menepis tangan Kiana.


Kiana menarik kembali tangannya dan menegakkan badan kembali. Dia menunggu hinaan yang akan keluar dari mulut ibu tiri dan adik tirinya karena ia pulang sendiri tanpa suaminya.


Debi yang ingin membantu Kiana, langsung ditarik oleh pelayan kepercayaannya Komala dan pelayan yang lainnya untuk diajak untuk menurunkan semua barang dari atas kereta kuda. Debi menoleh ke belakang dengan wajah prihatin dan bergumam di dalam hatinya, Anda harus kuat Nyonya muda. Maaf saya tidak bisa membantu Anda.


"Iya" Sahut Kiana singkat dengan tubuh tegap dan wajah tangguh.


"Tentu saja dia pulang sendirian. Jenderal Agha yang tampan itu pasti jijik sama dia dan mengusirnya, dia, kan, gadis buruk rupa dan eh! Kenapa wajah kamu mulus? Di mana bisul yang memenuhi wajah kamu sebelumnya?" Komala tersentak kaget melihat wajah Kiana.

__ADS_1


Sial! Kenapa dia cantik banget kayak gini tanpa adanya bisul di wajahnya? Bahkan kulit wajahku kalah putih dan kalah bening dengan wajahnya. Batin Komala kesal.


Kiana hanya melirik Komala dan tidak merespons ucapannya Komala.


"Sepertinya apa yang dikatakan Komala benar. Walaupun wajah kamu sudah bebas dari bisul, tapi Jenderal Agha tidak menyukaimu dan mengusirmu. Malang benar nasib kamu" Ibu tirinya Kiana menyeringai mengejek.


Kiana tetap diam mematung. Dia memang tidak pernah membalas setiap kata hinaan yang keluar dari mulut pedas dan hati kotor ibu tirinya. Karena bagaimana pun juga ibu tirinya adalah orangtua yang harus ia hormati.


"Seharusnya kau tidak dilahirkan di dunia ini. Kalau kau tidak dilahirkan di dunia ini maka aku yang akan dijodohkan dengan jenderal Agha yang gagah dan tampan itu. Aku sudah mengagumi dan menyukai Jenderal Agha sejak lama, tapi kenapa justru kamu yang dijodohkan dengannya dan menikah dengannya"


Kiana menoleh tajam ke Komala. Kalau Komala yang menghinanya, Kiana akan melawannya. Kiana kemudian berkata dengan senyum mengejek, "Kalau aku tidak ada di dunia ini kau pikir Kaisar akan menjodohkan kamu dengan Jenderal Agha dan kau pikir Jendral Agha mau menerima gadis sombong, jutek, dan manja seperti dirimu?"


Ibunya Komala langsung berteriak, "Berani benar kau hina Putriku, hah?!"

__ADS_1


Plak! Ibu tirinya Kiana menampar Kiana tepat di saat Agha melangkah lebar memasuki halaman depan kediaman tabib Danur.


Kendra hendak keluar dari balik pohon besar untuk membantu Kak kiananya, namun Kendra mengurungkan niatnya saat ia mendengar teriakan Agha yang menggelegar kencang, "Berani benar kau tampar istriku!!!!!!!"


__ADS_2