
Agha berhasil mengejar istri kecilnya dan langsung membopong Kiana dari arah belakang.
"Mas Agha! Kok, malah dibopong, sih? Turunkan aku!"
"Katakan dulu kau mau apa?"
"Aku mau menyusup ke kemah mereka dan memberikan obat ke persediaan air mereka. Kalau mereka semua sakit, mereka tidak akan menyerang kerajaannya Alvin"
Saat Agha mengerutkan keningnya, Kiana langsung berkata, "Penyakitnya nggak mematikan, kok, mereka cuma akan merasa lemas dan gatal-gatal. Sekarang turunkan aku dan Mas harus balik ke depan biar pasukannya naga putih dan naga putih tidak curiga"
Agha masih belum mau menurunkan istri kecilnya dan dia langsung berkata, "Nggak! Itu sangat berbahaya"
"Aku dibantu naga kecil itu" Kiana menunjuk naga kecil yang terbang berputar-putar di depan Agha dan Kiana.
"Sejak kapan kamu punya teman seekor naga kecil?"
"Sejak kamu sering minta jatah lalu tidur ngorok dan membiarkan aku kesepian" Kiana merengut kesal.
Agha mengecup bibir istrinya lalu menurunkan istrinya dengan pelan sambil tertawa terbahak-bahak. Lalu Agha berkata, "Oke, aku ijinkan kamu pergi ke kemah mereka, tapi harus hati-hati dan kembali secepatnya"
"Siap!"Sahut Kiana.
Agha menunggu sampai punggung Kiana lenyap dari pandangannya lalu pria tampan itu berbalik badan kemudian berlari melesat ke gerbang depan.
Sementara itu di kerajaan Pusat, tepatnya di paviliun ratu Amber, saat Kenzie sampai di depan pintu kamarnya Amber, dia dikejutkan dengan pintu yang tiba-tiba terbuka dan kemunculan amber dengan baju zirah lengkap.
Amber mendekap pedangnya dan menautkan kedua alisnya di depan Kenzie, "Kenapa Yang Mulia Raja ke sini? Apa ini hobi Anda meninggalkan Istri Anda di malam pengantin, Yang Mulia?"
"Kau........."
__ADS_1
"Minggir Yang Mulia! Saya harus segera ke perbatasan gerbang Utara untuk menolong Rosa. Ada bajak laut bergerak mendekat dan jumlah mereka sangat banyak. Paman Bora sudah duluan berangkat ke sana dan Bora si burung pemangsa memberikan surat dari Rosa"
"Hah?! Aku ikut. Tunggu sebentar! Aku ambil pedang dan berganti baju dulu sebentar!"
"Anda yakin mau ikut? Nanti Istri Anda yang manja dan cantik itu mencari Anda"
Kenzie mengabaikan sindirannya Amber dan meneruskan langkahnya masuk ke dalam kamarnya Amber karena baju zirah dan pedangnya masih tertinggal di kamar itu.
Amber tidak bersedia menunggu Kenzie. Dia melesat ke gerbang depan dan naik ke atas punggung Thunder dengan diiringi kepak sayap Bora si burung pemangsa. Amber memiliki bakat bisa berkomunikasi dengan hewan. Entah dari mana dia memiliki bakat itu. Mungkin karena sejak kecil dia pendiam, selalu kesepian, jadi ia berteman dengan semua binatang dan bisa memahami bahasa semua binatang.
Kenzie sampai di gerbang depan dan sontak menggeram, "Mana Amber?!"
"Ratu Amber sudah pergi naik Thunder, Yang Mulia"
"Sial! Kenapa dia suka banget naik Thunder? Itu, kan, kuda pemberiannya Ayahanda, Hufftt! Sabar Kenzie, sabarrrrr!" Kenzie lalu melompat naik ke kuda biasa yang disediakan oleh salah satu prajuritnya.
Thunder adalah kuda andalan jadi kuda yang ditunggangi oleh Kenzie tidak bisa mengejarnya. Alhasil Kenzie sampai di gerbang perbatasan Utara hampir gelap.
Saat Kenzie menapakkan kakinya di atas tanah, Rosa langsung menarik tangan Kenzie ke tanah lapang.
Kenzie menarik tangannya dengan kesal, "Kenapa kau tarik tanganku, hah?!"
Plak! Rosa menampar pipi Kenzie.
Kenzie melotot dan menyentuh pipinya sambil bertanya heran, "Kenapa kau tampar aku?"
"Karena kau menikah lagi"
"Amber saja tidak menamparku" Kenzie mendelik kesal.
__ADS_1
"Itu karena Amber wanita baik dan lembut sedangkan aku tidak sama seperti Amber" Rosa melotot tajam.
"Aku menikah lagi karena aku tidak mencintai Amber. Aku hanya mencintai Crystal sejak dulu. Sejak Crystal menolongku pas aku jatuh dari jurang dan digigit ular"
Plak! Rosa kembali menampar Kenzie.
"Sial! Kalau kau bukan cewek dan bukan adik sepupuku, aku sudah mencabik-cabik kamu, Ros!"
"Itu karena kau bodoh! Yang menolong kamu itu bukan Crystal tapi Amber!"
"Apa?!" Kenzie melotot kaget.
"Iya! Aku saksinya! Kalau aku tahu kamu jatuh cinta pada Crystal karena itu, aku akan bergegas menemui kamu dan menceritakan semuanya"
Kenzie melangkah mundur dengan wajah syok.
"Tapi, kenapa saat aku membuka mata, di depanku hanya ada Crystal?"
"Itu karena Crystal memukul kepala Amber dengan balok kayu lalu ia menyeret Amber menjauh dari kamu. Aku menemukan Amber dan membawa Amber pulang saat aku melihat kamu berpelukan dengan Crystal"
"Tidak mungkin! Tidak mungkin Crystal sejahat itu. Dia wanita yang cantik dan lembut . Dia nggak mungkin sejahat itu"
"Kau akan tahu sendiri nanti siapa sebenarnya Crystal"
"Lalu, kenapa Amber tidak menceritakan kebenarannya padaku?"
"Tentu saja Amber tidak menceritakannya karena kamu terus cerita ke semua orang kalau Crystal yang menolong kamu"
Kenzie kemudian tertunduk dengan wajah syok dan terus bergumam, "Tidak! Tidak mungkin! Crystal tidak mungkin sejahat itu"
__ADS_1