Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Tak Kenal Lelah


__ADS_3

Kiana tanpa sadar menggigit dada suaminya dan Agha langsung mendorong pelan kedua bahu Kiana. Pria tampan itu kemudian menatap wajah cantik istri tercintanya dengan senyum lebar lalu bertanya, "Kenapa kau suka sekali menggigit, hah?! Apa masih kurang semalam kau terus menggigit bibir dan ........."


Kiana langsung membungkam mulut Agha dengan telapak tangannya.


Agha tersenyum menatap kedua pipi Kiana yang merona merah secara alami.


Agha lalu menelusuri wajah cantik istri kecilnya dengan ujung jari telunjuknya. Penelusuran itu berakhir di bibir Kiana. Kiana memejamkan mata dan menarik telapak tangannya dari mulut suaminya.


Jari telunjuk Agha bermain cukup lama di bibir ranum istrinya yang masih tampak bengkak akibat dari ulahnya semalam. Lalu, telunjuk Agha bergerak turun. secara perlahan. Telunjuk itu kemudian sampai di titik kenyal. Agha kemudian melakukan gerakan meraba dan meremas hingga membuat kepala Kiana rebah di atas bantal. Kiana yang masih memejamkan mata mulai menggigit bibir bawahnya.


Lalu, tangan Agha bergerak ekspres ke bawah untuk menyibak baju tidurnya Kiana. Tangan Agha terus bergerak, mengelus paha, dan terus mengarah naik.


Kiana membeliak kaget dan sontak ia bersitatap dengan suami tampannya kala jari jemari Agha bergerak liar di hutan terlarang.


Agha terus menggerakkan jari jemarinya di bawah sana sambil mengusap wajah Kiana dengan telapak tanga. kirnya. Agha tersenyum saat ia melihat wajah Kiana tampak sangat menikmati permainan jari jemarinya.


Kiana memajukan wajahnya untuk memagut bibir suaminya. Lalu, ia melepaskan pagutannya dan berkata dengan suara serak, "Saya ingin Anda masuk ke tubuh saya sekarang juga, Yang Mulia" Kiana bangun dan Agha langsung menahan dada Kiana hingga istri cantiknya itu kembali rebah sambil berkata, "Tidak, Sayang. Aku ingin melihatmu seperti ini. Menikmati permainanku dan meliuk frustasi. Kau tahu, Sayang, kau tampak sangat cantik saat ini"


Kiana mengangkat punggungnya sambil mengerang frustasi. Lalu, wanita itu kembali menggigit bibirnya dan beberapa detik kemudian, Kiana melengking cukup lama karena suaminya benar-benar telah membuatnya merasa sangat puas.


Agha tersenyum melihat wajah istrinya yang tengah menatapnya dengan senyum puas. Saat Agha menarik jari jemarinya dari bawah sana lalu memasukkan jari telunjuknya ke dalam mulutnya, Kiana mengusap wajah suaminya sambil berkata, "Terima kasih, Mas. Ini pengalaman pertama bagiku dan rasanya sangat luar biasa"


Agha tersenyum lebar dan berkata, "Rasanya juga sangat luar biasa bagiku dan ini juga eksperimen pertamaku" Lalu Agha mengecup bibir Kiana dan di saat pria tampan itu ingin membopong tubuh ramping istri cantiknya, terdengar suara ketukan di pintu.


Agha langung berkata ke Kiana, "Masuklah ke kamar mandi! Aku akan membukakan pintu"


Kiana langsung bangun dan melesat masuk ke kamar mandi.


Setelah Kiana menutup pintu kamar mandi, Agha bangun sambil meraih jubahnya lalu memakainya sambil berjalan ke pintu.


Agha membuka pintu dan langsung melompat mundur ke belakang saat Sofie ingin memeluknya.


Sofie menarik kedua tangannya sambil berkata, "Selamat pagi, raja" Sofie langsung mendorong pintu saat Agha ingin melangkah maju dan menutupnya.

__ADS_1


Agha mendengus kesal dan langsung berbalik badan sambil berkata, "Kenapa kau datang ke kamarku sepagi ini?"


Sofie nekat memeluk Agha yang masih menjadi raja Alaric di kerajaan naga dari arah belakang. Agha tersentak kaget dan refleks mengurai gelungan tangan Sofie lalu menghempaskan kedua tangan Sofie dengan sangat kesal.


Agha bergegas berbalik badan dan langsung mendelik, "Kenapa kau memelukku dari belakang, hah?! Lancang benar kau!"


Sofie melangkah maju sambil berkata, "Saya istri sah Anda, raja. Saya berhak memeluk Anda"


Agha langsung melangkah mundur sambil berteriak, "Stop! Hentikan langkah kamu dan jangan maju lagi!"


Sofie menghentikan langkahnya dengan wajah cemberut.


"Kalau tidak ada urusan yang sangat mendesak keluarlah dari kamarku! Aku mau mandi" Agha langsung menoleh ke belakang dan melompat naik ke panggung lalu bergegas mengitari meja bundar kecil dan duduk bersila di depan meja bundar kecil itu.


Sofie berkata, "Saya kemarin malam datang ke sini dan Anda sudah tidur. Saya ingin berterima kasih karena Anda sudah bersedia menjenguk saya pas saya sakit kemarin. Saya membawakan manisan sari bunga Manisa yang sangat terkenal di kerajaan bunga. Manisa ini langsung diantarkan oleh pelayan saya dari kerjaan bunga" Sofie kemudian menoleh ke pelayannya dan pelayan itu langsung meletakan nampan yang sedari tadi dia bawa di depan Agha.


"Hmm. Terima kasih Sekarang keluarlah! Aku akan mandi"


"Ijinkan saya memandikan Anda. Saya ingin menjadi Istri yang berbakti, raja. Ijinkan saya melayani Anda dan......."


"Tidak perlu. Kamu sudah menjalankan tugas kamu sebagai seorang istri dan ratu dengan baik selama ini. Kamu sudah mendampingi duduk di singgasana dan itu sudah cukup bagiku" Sahut Agha.


"Tapi, itu masih kurang, raja. Saya ingin........."


"Pergilah!" Agha mulai menggeram dan mendelik kesal.


Sementara itu Kiana yang sudah keluar dari dalam kamar mandi langsung bersembunyi di balik tembok


Sofie mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar pribadinya raja Alaric.


Agha langsung bertanya dengan wajah jengah, "Kau mencari apa? Kenapa belum pergi juga dari sini?"


Sofie tidak tahu untuk bertanya, "Apakah Kiana juga tidur di sini, raja? Karena ada seorang pelayan yang memberikan informasi ke saya kalau Kiana tidak pernah kedapatan keluar dari kamarnya"

__ADS_1


Agha langsung menyahut, "Kiana suka bepergian ke hutan mencari bahan tanaman herbal. Aku rasa dia tidur di kemahnya"


"Lalu, kenapa kemarin Kiana ada di sini pagi-pagi" Tanya Sofie kemudian.


"Itu karena Kiana selaku pulang dari hutan dini hari agar ia tidak terlambat menjalankan tugas dan kewajibannya sebagai pelayan utamaku" Sahut Agha.


Wah, Mas Agha mulai pandai mengarang cerita, nih. Batin Kiana dari balik tembok dengan menahan tawa.


Di saat Sofie ingin membuka suara kembali, Alvin melangkah masuk dan langsung berdiri di sa.ling Sofie untuk bertanya, "Kenapa kau ada di sini sepagi ini?"


Agha langsung bangkit berdiri sambil berkata, "Aku mandi dulu, Vin"


"Baik, raja. Silakan" Sahut Alvin


Sofie ingin mengejar Agha, namun Alvin langsung menahan lengan Sofie sambil berkata, "Kau mau ke mana?"


Sofie menoleh kesal ke Alvin dan menyahut, "Aku mau menyusul suamiku dan memandikannya"


Alvin langsung menarik Sofie dan setelah sampai di luar kamar pribadinya raja Alaric, Alvin berkata, "Selama raja belum mengijinkan kamu membantu beliau mandi, maka jangan nekat menyusulnya ke kamar mandi kalau kau tidak ingin berubah menjadi abu"


Dan, Agha tengah menatap Kiana lalu bertanya dengan setengah berbisik, "Kenapa kau senyum-senyum seperti ini di sini?"


Kiana tersentak kaget dan langsung memeluk suaminya sambil berkata, "Maaf kalau saya menertawakan Anda, Yang Mulia"


Agha langsung membopong Kiana dan melesat masuk ke kamar mandi sambil berkata, "Karena kau sudah berani menertawakan aku, maka kau harus memandikan aku"


Beberapa menit kemudian, Agha dan Kiana muncul di ruang tengah. Alvin yang duduk di atas bangku langsung bangkit berdiri dan sontak bertanya, "Kenapa wajah kamu merah, Kiana? Kamu demam?"


Agha menoleh ke Kiana dan langsung menyentuh kening Kiana, "Kamu sakit?"


Kiana langsung menunduk dan menyahut, "Saya baik-baik saja, Yang Mulia. Saya cuma merasa gerah dan utuh menghirup udara segar" Kiana kemudian berlari keluar meninggalkan Agha dan Alvin begitu saja.


Kiana lalu berdiri di depan pintu sambil menangkup wajahnya sendiri dan bergumam lirih, "Mas Agha benar-benar nggak kenal rasa lelah. Bisa-bisanya dia membuatku menyerah kalah di kamar mandi tadi. Ah! Aku masih malu, nih" Kiana menggeleng-gelengkan kepalanya lalu menunduk dan tersenyum malu.

__ADS_1


__ADS_2