
Saat melangkah keluar dari dalam kamar, Kiana berkata ke Agha, "Sebentar, Mas, aku ingin berbicara sebentar dengan Nyonya Janet"
"Hmm" Agha kemudian melepaskan rangkulannya dan Kiana langsung melangkah mendekati Nyonya Janet dan berbisik di telinga Nyonya Janet. Setelah Nyonya Janet menganggukan kepala, Kiana kembali ke rangkulan suaminya.
Agha melangkah sambil bertanya ke istrinya yang tengah ia rangkul, "Kamu berbisik apa ke Nyonya Janet?"
"Mas akan mengetahuinya nanti" Kiana tersenyum dan Agha langsung mengecup bibir istrinya dan terkejut geli lalu berkata, "Oke, aku tidak sabar melihat kejutan dari kamu, Sayang"
Sementara itu, Raja Abimantya tengah berada di dalam kamarnya untuk berdiskusi dengan calon istrinya, "Kalau, toh, Kiana dan Agni terbukti bersalah nanti, aku tidak akan memberikan hukuman yang berat pada mereka, Sayang"
"Apa ini karena ratu Aisyah memberikan rute rahasia di Padang Pasir untuk pasukan Anda, yang Mulia?"
Aisyah yang tidak memiliki kartu undangan langsung menawarkan peta rute rahasia ke raj Abimantya agar pasukannya raja Abimantya yang tengah berada di Padang pasir bisa lebih cepat sampai ke kerajaan Bayangan Hitam untuk mencari dan menangkap para pemberontak Kerjaan Timur yang melarikan diri ke kerajaan Bayangan Hitam.
Raja Abimantya tentu saja menyambut baik tawarannya Aisyah dan langsung mengijinkan Aisyah menghadiri perjamuan besar pernikahannya.
Raja Abimantya mengusap rambut indahnya Kayla dan berkata dengan anda penuh kelembutan, "Bukan karena itu. Aku hanya berusaha menjadi raja yang bisa bersikap adil di sini"
"Saya kenal betul Kiana dan Agni. Mereka memang bandel dan menyukai kebebasan, tapi mereka masih memiliki norma dan tidak akan melanggar batasan mereka, Yang Mulia" Ucap Kayla dengan wajah kesal.
Raja Abimantya mencium pipi calon istrinya dan berkata, "Baiklah, baiklah. Aku percaya padamu. Sekarang kita ke aula pertemuan. Kita tunggu.
Ketika naik ke singgasananya, raja Abimantya melihat saudara kembarnya sudah duduk di bangku paling ujung yang dekat dengan singgasana.
Abinawa langsung mendekati saudara kembarnya dan berkata, "Aku kenal siapa Kiana dan Agni. Mereka tidak mungkin bersikap kasar dan kejam seperti itu"
Abimantya menepuk pelan pundak saudara kembarnya dan berkata, "Meskipun aku percaya sama Kayla dan kamu, tapi tetap saja aku harus menegakkan kebenaran dan keadilan"
Abinawa menghela napas panjang lalu berbisik ke telinga Abimantya, "Baiklah kalau kamu ingin melihat kecerdasan menantuku dan keberaniannya Agni"
"Hmm" Abimantya tersenyum dan kembali menepuk pundak Abinawa.
Kayla lalu melangkah ke bangku dan duduk di sebelahnya Abinawa saat raja Abimantya naik ke singgasananya.
Agha, Kiana, Bora, dan Agni memasuki aula pertemuan itu hampir bersamaan. Keempatnya langsung memberikan hormat ke raja Abimantya secara bersamaan, "Semoga raja Abimantya panjang umur dan sejahtera selamanya"
Saking tergesa-gesa datang dan panik kenapa tiba-tiba raja Abimantya ingin bertemu, Agha, Kiana, Agni, dan Bora, tidak memperhatikan Aisyah yang tengah duduk bersimpuh di atas lantai di depan singgasananya raja Abimantya.
"Hmm" Sahut raja Abimantya. "Sekarang lihatlah di samping kiri kalian!"
Bora sontak merangkul Agni begitu pula Agha juga langsung merangkul Kiana saat mereka melihat ada Aisyah tengah bersimpuh di depan singgasananya raja Abimantya dan keadaan Aisyah sungguh menyedihkan.
Aisyah bangkit berdiri dengan bantuan dua orang dayang yang masih menjaganya. Lalu, Aisyah berkata, "Istri Anda dan dia" Aisyah menunjuk Agni, "Telah menganiaya saya di taman perkara belati dan jubah tanda persahabatan kita, Raja Agha dan Jenderal Bora"
"Itu tidak mungkin" Agha dan Bora refleks menyahut secara bersamaan.
Agha terkejut saat Aisyah tiba-tiba melompat lalu memeluk dirinya dan langsung mendongak dengan wajah penuh airmata sambil berkata, "Lihat wajah saya! Pipi saya!Berikan keadilan pada saya, Raja Agha. Anda harus bijaksana"
Kiana yang masih dirangkul oleh Agha hanya bisa menghela napas panjang melihat drama yang ditunjukan oleh Aisyah.
Agni langsung menarik lengan Aisyah dan berkata, "Jangan sembarangan memeluk Kakakku!"
__ADS_1
Aisyah menjatuhkan diri dengan keras di lantai dan mengaduh, "Aduh! Kenapa kau menganiaya aku lagi? Aku hanya meminta keadilan dari raja Agha, Kakak ipar kamu"
"Hei! Kak Agha itu Kakak sepupuku dan Kak Kiana lah Kakak iparku! Dan keadilan apa yang kau maksud, hah?!" Agni mendelik kesal ke Aisyah.
Asiyah refleks mengarahkan pandangannya ke Bora dan Bora langsung menyahut, "Iya, dia Agni, tunangan saya, Ratu"
Aisyah langsung menunduk dan melanjutkan dramanya menangis terisak, tapi dia mengumpat di dalam hatinya, sial! Ternyata cewek barbar yang aku jambak rambutnya tadi adalah adik sepupunya Agha dan tunangannya Bora. Sial, sial, sial!
Agni hendak melompat ke Aisyah karena Agni geram melihat drama berlebihan dan kebohongan besar yang dibuat oleh Aisyah. Namun, dengan cepat Kiana menarik pelan lengan Agni dan berbisik, "Jangan pakai kekerasan! Kita justru akan tampak salah kalau pakai kekerasan"
Agni menoleh ke Kiana, "Lalu?"
"Serahkan pada Kakak" Sahut Kiana.
Agni mengangguk pelan.
Kiana lalu melepaskan tangan Agni dan membungkukkan badan ke raja Abimantya dan ibunya, "Yang Mulia, apakah saya boleh membela diri saya dan Agni di dalam kasus ini?"
"Tentu saja" Sahut raja Abimantya sambil menatap Kayla.
Kayla tersenyum memandang putrinya dan ia yakin putrinya bisa menguak kebenarannya.
Kiana lalu memutar badannya dengan pelan lalu melangkah untuk berdiri di depan suaminya karena ia tidak ingin Aisyah memeluk suaminya lagi.
Aisyah telah berdiri dengan dibantu dua orang dayang.
"Saya seorang tabib, Ratu Aisyah dan saya juga mempelajari apa itu visum. Kalau Anda menginginkan keadilan, maka kita bisa melakukan visum. Kita akan lihat ada perbedaan di lebam pipi kanan Anda dan pipi kiri Anda, karena seingat saya, saya hanya menampar satu pipi Anda kenapa bisa jadi lebam dua-duanya?"
Kiana langsung menyahut sambil menarik lengan Agni yang ingin melompat dan menghajar Aisyah, "Itu saya lakukan karena Anda menjambak rambut Agni tanpa alasan. Anda tidak tahu berterima kasih. Agni menolong Anda dari tusukan belati, tapi Anda justru menjambak Agni"
"Itu benar! Apa yang dikatakan Kakak Kiana itu benar" Teriak Agni kepada semua yang hadir di aula pertemuan itu.
Agha langsung menarik lengan Bora yang ingin mendamprat Aisyah saat ia mendengar Aisyah telah berani menjambak rambut Agni. Agha langsung mengajak Bora duduk di bangku lalu kedua pria tampan itu saling melempar pandang dan Agha mendekatkan wajahnya ke Bora lalu berkata ke Bora, "Biarkan para wanita menyelesaikan urusan mereka. Kalau kita ikut campur kita bisa dicincang sama mereka"
Bora mengangguk dan berkata, "Baik, Yang Mulia"
"Bohong! Semua bukti ada di badan saya. Mana ada seorang wanita menyakiti dirinya sendiri separah ini. Kalian pasti memercayai saya, kan?" Teriak Aisyah.
"Kau......." Agni hendak melompat lagi dan Kiana langsung merangkul Agni.
Agni menghela napas panjang dan Kiana melanjutkan perkataannya, "Saya juga mempelajari olah TKP. Saya suka membaca sejak kecil dan saya merasa sangat bersyukur karena dari kesukaan saya membaca, saya bisa mengetahui dan mempelajari banyak hal"
"Olah TKP apa, hah?!" Teriak Aisyah sambil mendelik.
"Agni mengalami masalah rambut rontok beberapa Minggu ini dan sebelum datang ke sini, saya telah meminta tolong ke Nyonya Janet, asisten pribadi saya untuk mendatangi TKP dan tentu saja Nyonya Janet datang ke TKP dengan mengajak saksi mata dari pihak kerajaan Timur agar Nyonya Janet tidak dituduh mencari-cari bukti palsu. Saya yakin Nyonya Janet akan menemukan banyak sekali rambutnya Agni yang rontok di sana. Kita tunggu kedatangan mereka sebentar lagi dan........."
"Saya sudah datang Ratu Kiana" Teriak Nyonya Janet yang melangkah memasuki aula pertemuan dengan diikuti beberapa pengawal dan dayang dari kerajaan Timur.
Aisyah mulai panik dan wajahnya memucat. Aisyah bertanya-tanya di dalam hatinya, sia! Apa wanita itu menemukan rambut Agni yang rontok di TKP?
"Apa yang kau temukan?" Tanya Raja Abimantya.
__ADS_1
Abinawa dan Kayla saling melempar pandangan dan tersenyum melihat kecerdasannya Kiana. Bahkan raja Abimantya pun mulai mengagumi kecerdasan Kiana.
Setelah memberikan hormat ke raja Abimantya, Nyonya Janet melangkah ke singgasana dan menyerahkan bukti yang dia bawa di depan kaki raja Abimantya kemudian Nyonya Janet memutar badan untuk berkata, "Saya menemukan ada rambut yang rontok dan saya membawa ahli forensik dari kerajaan Timur, Anda bisa mengijinkan ahli forensik untuk mencocokkan rambut rontok yang saya temukan di TKP dengan rambut Nona Agni"
Raja Abimantya mengangguk ke ahli forensiknya.
Aisyah tampak semakin memucat wajahnya menunggu hasil pemeriksaan rambut rontok itu.
Kiana saling melempar pandang ke Agni dan tersenyum.
Agha dan Bora pun saling melempar pandang dan tersenyum.
Lima detik kemudian ahli forensik dari kerjaan Timur itu berkata, "Rambut rontok yang ditemukan oleh Nyonya Janet di TKP dengan rambut Nona Agni, sangat cocok"
Kiana dan Agni menghunuskan tatapan tajamnya ke Aisyah dan Aisyah langsung berteriak, "Itu rekayasa! Mana ada......."
"Kami saksinya!" Teriak para dayang dan pengawal yang datang bersama Nyonya Janet.
Aisyah melangkah mundur karena kaget, namun dia masih bisa berkata, "Tapi, bisa saja mereka membayar........"
"Saya melihat salah satu kuku cantik Anda di tangan kanan Anda patah. Pasti kuku itu patah, pas Anda menyobek lengan baju Anda sendiri, Ratu Asiyah yang terhormat"
Aisyah refleks menatap kukunya dan wajah langsung panik, "Tidak! Ini........"
"Saya juga menemukan potongan kuku di TKP. Ahli forensik bisa mencocokkannya" Sahut Nyonya Janet.
"A.....apa?!" Aisyah mendelik kaget.
Ahli forensik mendekati Aisyah sambil membawa potongan kuku yang ditemukan di TKP untuk mencocokkan dan berhasil meraih tangan Aisyah sebelum wanita cantik dan seksi itu sempat menyembunyikan tangannya.
Tiga detik kemudian ahli forensik itu berkata, "Cocok"
Aisyah menarik tangannya dari genggaman ahli forensik kerajaan Timur dan langsung berteriak, "Semua bukti itu bisa direkayasa! Kalau tidak ada saksi mata, bukankah semua bukti itu percuma. Semuanya bisa direkayasa!"
Tiba datang dua orang dayang dari kerajaan Timur dan setelah memberikan hormat kepada raja mereka, kedua dayang itu berkata, "Maaf kami datang terlambat karena kami baru saja pulang dari pasar. Saat kami hendak pergi ke pasar kami melihat ratu cantik ini menampar dirinya sendiri lalu menyobek lengan bajunya. Kami pikir ratu cantik ini tengah berjemur dan melakukan terapi pengobatan, maka kami tidak menolongnya. Saat kami melihat ada beberapa orang berkerumun di..........."
Aisyah langsung jatuh terduduk di atas lantai dan berteriak, "Bohong! Kalian siapa! Kenapa kalian tega memfitnah aku, hah?! Kalian jahaaatttt!!!!"
Tiba-tiba datang seorang pria gagah dan tampan dengan busana khas kerajaan Kecil di Padang pasir. Pria itu memberikan hormat kepada semua yang hadir lalu berkata, "Saya Saha. Saya jenderal dari kerajaan Kecil. Maafkan Ratu saya, beliau di bawah pengaruh anggur dan tidak sadar dengan apa yang beliau lakukan atau katakan saat ini. Saya mohon ijinkan saya membawa pergi ratu saya"
Raja Abimantya menatap Kayla meminta pendapat Kayla dan Kayla menganggukkan kepala. Raja Abimantya kemudian menganggukkan kepala ke pria yang bernama Saha dan setelah menghela napas panjang, calon suaminya Kayla itu berkata, "Ya,ya, cepat bawa pergi ratu kamu yang mabuk itu dan jaga dia, awasi dia, cegah dia, jangan bikin keributan lagi di sini atau di mana saja!"
"Baik, Yang Mulia. Terima kasih"
"Tunggu! Dia berteriak-teriak butuh keadilan tadi, aku juga butuh keadilan. Dia sudah memfitnah aku dan Kak Kiana. Meskipun dia mabuk, dia tetap harus mendapatkan sanksi!" Teriak Agni.
Asiyah sontak melotot ke Agni dan mengutuk Agni di dalam hatinya.
Raja Abimantya menghela napas panjang lalu berkata, "Agni benar. Aku akan berikan sanksi atas kelancangan ratu kamu membuat keributan di istanaku, di tengah persiapan pesta pernikahanku, dan dia telah lancang memfitnah Agni dan Kiana. Sanksinya, aku meminta kalian berdua kembali ke kerajaan Kecil detik ini juga! Aku tidak ijinkan kalian mengikuti pesta pernikahanku. Aku akan menyuruh pengawal terbaikku mengawal kalian sampai ke kerjaan kecil dan selama satu tahun ke depan aku melarang kalian dan siapa pun dari kerjaan Kecil masuk ke kerajaanku ini. Kalau kalian nekat, maka jangan salahkan aku kalau aku membunuh kalian"
"Baik, Yang Mulia" Sahut Saha.
__ADS_1
Sial! Kenapa jadi begini?! Teriak Asiyah di dalam hatinya.