Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Penuh Dendam


__ADS_3

Agha menyentuh bayinya yang sangat tampan mulai dari kening, hidung, pipi, dan tangan. Agha terus tersenyum bahagia lalu ia menciumi wajah tampan bayinya dengan gemas sampai bayinya mengulet kesal.


"Mas, kalau Kenzie bangun dan nangis, Mas tanggung jawab, lho"


"Siap, dong. Aku pasti bertanggung jawab. Habisnya dia lucu banget, Kiana. Aku gemas pengen gigit dan ........"


Kiana langsung menutup mulut suaminya dengan telapak tangan sambil berkata, "Jangan digigit, dong, Mas!"


Agha terkekeh geli dan setelah mencium telapak tangan Kiana ia menarik tangan istri kecilnya lalu berkata, "Sayang, kapan kita bisa bikin lagi yang seperti ini? Aku ngidam lagi nggak apa-apa, deh, karena aku mau punya yang lucu seperti ini lagi dan kalau bisa yang cantik kayak kamu"


Kiana sontak terkekeh geli lalu berkata, "Lha, Mas, pikir bikin anak itu gampang? Sebelum empat bulan selesai kita belum boleh melakukan itu, Mas"


"Yeeaahhh, puasa lagi, hiks hiks hiks" Agha sontak mewek dan Kiana kembali terkekeh geli.


Agah lalu berkata sambil memeluk pelan tubuh Kenzie, "Tidurlah! Aku akan menjaga Kenzie"

__ADS_1


"Baiklah, Mas. Kiana tidur dulu. Nanti kalau Kenzie bangun, nangis, dan minta susu Kiana dibangunkan, ya?"


"Hmm" Sahut Agha sambil mencium pipi Kenzie lalu mengusap rambut Kiana.


Kiana tersenyum dan memejamkan mata dengan perlahan. Tidak begitu lama, Kiana jatuh ke alam mimpi dengan wajah dan hati yang sangat bahagia.


Agha mencium kening Kiana, lalu mencium kening bayinya, kemudian bergumam, "Kalian adalah cintaku, jiwaku, dan ragaku. Aku akan lakukan apapun untuk kalian dan aku akan lakukan apapun untuk melindungi kalian. Tak akan aku biarkan apapun yang buruk menimpa kalian. Tidak akan pernah"


Sementara itu di kerjaan lain, seorang wanita cantik bernama asli Delima tengah menyusui putrinya yang ia beri nama Crystal sambil bergumam, "Tumbuh besar, sehat, dan tangguh, ya, Nak, karena di pundak kamu sudah ada tanggung jawab besar menanti kamu ,Nak. Nenek kamu, Paman kamu, Kakek kamu dan Papa kamu meninggal dunia karena Kiana, Agha, dan Abinawa. Kau harus menuntut balas. Kamu harus membenci mereka dan membunuh mereka semua"


"Diam kau Darren! Kau tidak usah ikut campur urusan keluargaku!" Sahut Delima.


Darren adalah kakak sepupunya Delima dan pria itu adalah pria yang baik hati. Dia merasa tidak tega jika keponakannya yang baru saja dilahirkan sudah dicekoki kata-kata yang penuh dengan kebencian dan harus menuntut balas"


Kembali ke kerajaan Pusat, Agha yang mulai mengantuk tiba-tiba tersentak kaget saat ia mendengar Kenzie menangis sangat keras. Agha langsung menggendong Kenzie dan berkata, "Sssttttt! Cup, cup, cup! Anak tampannya Ayah, jangan nangis kencang banget kayak gini, Ibu kamu capek. Biarkan dia tidur dan masak kamu lapar lagi? Tadi kamu udah minum banyak banget, lho"

__ADS_1


Kenzie sontak mengentikan tangisannya, tapi bayi tampan itu terus mengulet. Agha mulai kewalahan dan bergumam, "Sayang, Kenzie, jangan gerak-gerak terus kayak gini, Papa nggak bisa gendong kamu kalau kamu mengulet terus kayak gini"


Kiana membuka mata dan berkata sambil duduk, "Sini, Mas, Kenzie lapar, biar aku kasih ASI dulu"


"Lho, kok, bangun, kamu capek, kan?"


"Nggak apa-apa, Mas. Aku udah cukup tidur. Biar aku kasih Kenzie ASI"


Agha merebahkan Kenzie di pelukannya Kiana dengan hati-hati dan di saat Kiana memberikan ASI ke Kenzie, Agha langsung berlari ke arah pintu.


Kiana sontak bergerak, "Mas, mau ke mana?"


"Bikin susu hangat coklat untuk kamu"


Kiana tersenyum bahagia lalu ia menatap bayinya dan bergumam, "Sayang, besok kalau udah gede, jadilah pemuda yang berhati hangat, dan penuh kasih sayang seperti Ayah kamu, ya?! Jangan hanya pinter dan tampan saja.memiliki hati yang lebih kasih itu juga sangat penting, Sayang" Kiana mengusap pipi bayinya lalu mencium kening bayinya dengan senyum bahagia dan penuh rasa syukur.

__ADS_1


__ADS_2