Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Bolehkah?


__ADS_3

"Kenapa kaget? Permintaanku aneh, ya? Katanya aku ini Suami kamu" Alaric menautkan kedua alisnya.


Kiana langsung merapatkan bibirnya untuk segera bertanya, "Maafkan saya, Yang Mulia, Anda meminta saya tidur di kamar Anda sebagai Agha atau Alaric?"


Alaric menatap Kiana dalam diam.


"Kenapa Anda diam?"


"Jadi, mau tidak? Kalau kamu tidak mau, maka aku juga tidak mau bermeditasi sama kamu dan........"


"Iya! Saya mau! Setelah bermeditasi nanti, saya akan tidur di kamar Anda. Anda harus menepati janji Anda, Yang Mulia. Saya tunggu Anda di air terjun nanti malam"


"Hmm" Sahut Alaric singkat.


Kiana lalu melintasi Agha dengan mengerucutkan bibirnya.


Alaric memutar badannya mengikuti arah perginya Kiana dengan senyum tipis lalu bergumam lirih, "Aku hanya ingin menghabiskan waktu lebih lama dengan kamu agar ingatanku cepat pulih. Aku ingin secepatnya mengingat tentang kita, Kiana"


"Kenapa Anda ingin mengingat tentang Kiana, Yang Mulia? Apa yang membuat Anda yakin kalau dia adalah istri Anda dan Anda adalah Agha?" Tanya burung pemangsa peliharaannya Alaric.


"Aku mendapatkan bayangan semalam. Aku bercinta dengan seorang wanita dan wanita itu memiliki wajah dan tubuh yang sama dengan Kiana"


"Itu saja? Bisa saja itu bayangan palsu karena Anda punya rasa sama Kiana" Sahut Burung pemangsa peliharaannya Alaric yang sekarang sudah bertengger di atas pundaknya Alaric.


"Kalau begitu aku membuat diriku lebih yakin lagi"


"Bagaimana caranya?"


"Aku akan metik buah dan makan buah yang dimakan oleh Kiana. Kata Kiana kalau makan buah itu kita akan memikirkan orang yang kita cintai selama ini. Selama ini berarti bukan yang kita cintai beberapa hari ini saja"


"Lalu, kalau Anda terus memikirkan orang itu terus?"


"Efeknya bisa disembuhkan kalau kita mencium orang yang ada di hati dan pikiran kita selama ini"


"Kalau orang itu bukan Kiana dan orang itu tidak ada di sini? Anda, kan, tidak bisa sembuh dari efek makan buah itu"


"Makanya aku harus mencoba makan buah itu beberapa menit sebelum aku bermeditasi dengan Kiana nanti malam. Kalau bukan Kiana, maka aku tetap ajak Kiana tidur di kamarku"


"Lho, kok, gitu?"


"Karena aku mencintai Kiana dan entah kenapa hatiku menginginkan aku terus berada di dekatnya Kiana"

__ADS_1


"Kalau begitu, saya yakin banget setelah makan buah itu, maka Kiana yang akan muncul di hati dan pikiran Anda"


"Hmm. Aku juga yakin begitu. Kalau sudah yakin, maka aku akan melindungi Kiana dari apapun juga karena Kiana adalah Istri sahku"


"Lalu, Sofie?"


"Dia hanya akan jadi ratu di kerajaan ini. Tapi aku tidak akan pernah menyentuhnya" Sahut Alaric.


"Memangnya tidak rugi melihat wanita secantik Sofie Anda abaikan begitu saja?"


"Bagiku tidak ada wanita yang lebih cantik dari Kiana. Dan hanya Kiana yang mampu membuat hatiku bergetar" Sahut Alaric.


Burung pemangsa peliharannya Alaric hanya manggut-manggut.


Alvin berlari masuk ke kamarnya dan dengan masih terengah-engah Alvin memegang kedua tangan Kiana dan berkata, "Lain kali kalau bertemu Sofie, abaikan saja!"


Kiana menatap Alvin dengan penuh tanda tanya lalu ia berkata, "Kenapa?"


Alvin melepaskan kedua tangan Kiana dan berkata, "Dia sepertinya memiliki niat tidak baik sama kamu"


"Kenapa? Kami nggak saling kenal dan baru bertemu kemarin lalu bertemu lagi tadi" Kiana bertanya sembari meneguk air mineral yang belum sempat ia minum karena tangannya tiba-tiba dipegang oleh Alvin.


Byur! Air yang ada di dalam mulut Kiana langsung tersembur ke wajahnya Alvin.


Alvin mengusap wajahnya dengan kesal dan Kiana langsung menyemburkan, "Maaf! Aku kaget mendengar kata Istri"


Alvin menatap Kiana, "Memangnya aku belum pernah bilang kalau raja Alaric dijodohkan dengan Sofie, menikah dengan Sofie, saat ia dinobatkan menjadi raja di Kerajaan naga ini?"


Kiana menggelengkan kepalanya.


"Masak, sih?" Alvin menggaruk kepalanya sendiri.


"Iya!"


"Oh, maaf kalau gitu "Sahut Alvin dengan wajah santai.


Kiana langsung menepuk bahu Alvin dengan wajah kesal lalu wanita cantik itu berkata, "Aku serius! Jangan bercanda!"


"Aku tidak bercanda. Sofie istri sahnya raja Alaric. Makanya aku melarang kamu dekat dengan Sofie dan menyuruh kamu segera memulihkan ingatan Alaric dan pergi dari sini sebelum Sofie mencelakai kalian berdua. Maaf kalau aku lupa memperingatkan kamu soal Sofie. Dia wanita yang berbahaya. Jangan dekati dia lagi dan kalau bertemu dengannya, abaikan dan lari!"


"Oke" Seketika wajah Kiana berubah sendu. Hatinya sedih dibakar rasa cemburu.

__ADS_1


Alaric datang lebih dulu ke air terjun sebelum Kiana datang.


Alaric nekat makan buah yang dimakan oleh Kiana sebelum ia membuka baju dan masuk ke dalam air.


Setelah buah habis ia makan, Alaric masuk ke dalam air dan berjalan ke bawah air terjun lalu bersila di sana.


Beberapa menit kemudian, kepala Alaric terasa pening, tubuhnya terasa dingin bergetar, lalu benaknya dipenuhi bayangan Kiana.


"Berarti Kiana berkata jujur. Aku adalah Agha suaminya Kiana" Gumam Alaric.


Tiba-tiba terdengar suara merdu, "Maaf kalau saya sedikit terlambat, Yang Mulia. Saya mencari pot ini dulu tadi"


Alaric menoleh ke asal suara dan seketika ia tertegun melihat tubuh rampingnya Kiana hanya dibalut kain.


Sial! Efek buah itu masih menguasai diriku dan wanita yang ada di benakku saat ini muncul di depanku dengan penampilan seperti ini? Sial! Alaric bergumam kesal di dalam hati.


Mata Alaric refleks bergerak liar ke pundak polos Kiana dan pria tampan itu seketika kesulitan menelan air liurnya menatap kulit putih seputih salju yang terpampang nyata sangat indah itu. Alaric menaik turunkan jakunnya saat ia secara perlahan menurunkan tatapan matanya ke lipatan kain di dada Kiana.


Sial! Kiana cantik dan seksi banget pakai kain. Sial! Kenapa tubuhku terasa panas padahal aku berendam di dalam air sekarang ini. Alaric bergumam kesal pada dirinya sendiri.


Kiana yang tidak memikirkan apapun masuk ke dalam air dengan santai dan pelan lalu ia melangkah perlahan menuju ke bawah air terjun.


Kiana kemudian bersila di depan Alaric.


Alaric yang bertelanjang dada menunduk menatap dadanya saat ia merasakan jantungnya berdegup kencang. Alaric takut dadanya tiba-tiba menonjol karena jantungnya berdegup kencang seolah ingin keluar dari tempatnya.


Kiana yang masih kesal soal pernikahannya Alaric langsung menyemburkan, "Kenapa Anda ingkar janji, Yang Mulia?"


Alaric langsung mengangkat wajahnya dan bertanya, "Ingkar janji apa?"


"Anda menikah dengan wanita lain"


"Aku dinikahkan dengan Sofie dan aku tidak bisa menolaknya karena waktu itu segalanya berjalan begitu cepat dan aku masih belum tahu siapa aku. Bahkan sampai sekarang pun aku masih belum tahu siapa aku"


"Apakah Anda menikmati malam pertama Anda, Yang Mulia?" Kiana bertanya dengan menundukkan wajahnya dan dia siap meluncurkan air matanya kalau Alaric menjawab, iya, karena itu tanggung jawabnya sebagai suami.


"Aku berada di luar di malam pengantinku dengan Sofie dan sejak hari itu sampai detik ini aku tidak pernah tidur bersama Sofie dan aku tidak pernah menyentuh Sofie. Aku hanya memikirkan dirimu dan ingin mencium kamu saat ini. Bolehkah aku mencium kamu, Kiana?"


Kiana seketika mematung.


"Kau diam saja, maka aku artikan aku boleh mencium kamu" Alaric langsung menarik tengkuk Kiana dan mencium bibir Kiana.

__ADS_1


__ADS_2