
Lima belas tahun kemudian, karena Agha menginginkan anak perempuan dan belum berhasil juga, maka Agha menuruti perintah tabib Danur untuk menepi berdua dengan Kiana, mencari kedamaian dan ketenangan karena yang dibutuhkan oleh Kiana dan Agha adalah kedamaian dan ketenangan.
Agha mengajukan pensiun dini dan Kiana bergegas menikahkan Kenzie dengan Amber sebelum dia dan Agha pergi ke istana Langit untuk mencari ketenangan jiwa dan program bikin adik perempuan untuk Kenzie.
Saking cintanya Kenzie pada Ibundanya, dia tidak menolak perjodohan itu meskipun dia tidak mencintai Amber. Cintanya Kenzie hanya untuk Crystal.
Namun, berbeda dengan Amber. Gadis itu seperti ketimpa ribuan bintang di langit karena impiannya bisa bersanding dengan pria yang sangat ia cintai menjadi kenyataan.
Di balik cadar pengantinnya, Amber terus mengulas senyum bahagia dan Kenzie hanya memasang wajah datar tanpa ekspresi.
Kiana menepuk bahu Kenzie setelah upacara adat selesai dan Kenzie sudah sah menjadi suaminya Amber.
Kenzie yang tengah berdiri di depan kolam ikan, tersentak kaget dan menoleh ke Kiana, "Ibunda? Kenapa Ibunda ke sini?"
"Kenapa kamu melipir ke sini dan tidak menemui para tamu undangan dan kerabat kita? Oh, kamu ingin cepat-cepat menemui pengantin kamu yang tengah menunggu kamu di kamar pengantin, ya?" Kiana menyenggol bahu putra tunggalnya yang memiliki ketampanan luar biasa.
Kenzie hanya tersenyum tipis lalu menatap kolam ikan kembali.
__ADS_1
Kenzie bergumam di dalam hatinya, satu tahun lagi masa pengasingan Crystal selesai dan Crystal diijabah akan turun gunung. Tapi, kenapa aku harus dijodohkan dengan Amber secepat ini? Takdir menggelikan apa ini?
Melihat putranya semakin murung, akhirnya Kiana menggenggam tangan Kenzie dan menarik tangan itu menuju ke paviliunnya Kenzie.
"Ibu? Kenzie mau ditarik ke mana?" Kenzie mengikuti langkahnya ibundanya dengan wajah penuh tanda tanya.
"Lah, iya, ke kamar pengantin kamu to" Sahut Kiana sambil terus menarik tangan Kenzie.
"Tapi, itu tamunya........."
Bukan iru alasannya aku melamun di depan kolam ikan, Ibu. Aku masih menantikan Crystal dan malah sekarang aku menikah dengan wanita lain. Tapi , aku tidak mau mengingkari janji masa kecilku sama Crystal, Ibu. Aku akan tetap menikahi Crystal saat Crystal pulang dari pengasingan. Batin Kenzie.
setelah sampai di depan pintu kamar pengantinnya Kenzie dan Amber, Kiana berkata ke Kenzie sambil menangkup wajah tampan putra tercintanya, "Sayangi Istri kamu. Jangan menindasnya. Kalau sampai Ibunda tahu kamu menindas Istri kamu, Ibunda akan mencari kamu dan menjewer kuping kamu"
Kenzie cuma tersenyum dan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Sana masuklah!" Kiana menepuk pelan bahu Kenzie dan Kenzie dengan langkah terpaksa masuk ke dalam kamar pengantinnya. Kiana menutup pintu dengan pelan dengan senyum bahagia dan doa semoga Kenzi dan Amber selalu bahagia.
__ADS_1
Kenzie duduk di tepi ranjang dan membuka pelan cadarnya Amber.
Amber tersenyum bahagia akhirnya dia bisa melihat wajah tampan pria yang sangat ia cinta setelah seharian dia memakai cadar. Amber lalu meraih tangan Kenzie dan mencium punggung tangan Kenzie lalu menegakkan kembali badannya dan tersenyum menatap Kenzie.
Namun, senyumannya Amber.beberapa detik kemudian lenyap saat ia mendengar Kenzie berkata, "Aku ridak akan pernah menyentuh kamu karena aku tidak pernah mencintaimu. Aku hanya menganggapmu adik selama ini"
Amber seketika membeku.
Kenzie kembali berkata, "Tepi, kalau di depan orangtua kamu dan di depan semua orang kita harus tampak harmonis"
Amber hanya bisa mengangguk pelan dan kembali membeku.
Keesokan harinya, diselenggarakan pesta penyerahan mahkota. Agha menyematkan mahkotanya ke kepala Kenzie lalu berpesan, "Jadilah raja yang bijaksana melebihi Kakek dan Ayahanda kamu. Harus sabar dan jeli kalau ada masalah. Jangan langsung ambil tindakan"
"Iya, Ayah" Kenzie langsung memeluk Ayahandanya lalu ia memeluk ibundanya.
Setelah berpamitan, Kiana dan Agha terbang ke istana Langit.
__ADS_1