Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Kembang Api


__ADS_3

Sofie langsung tersenyum lebar dan turun dari atas tempat tidur saat ia melihat ada sosok Alaric di tengah banyak orang yang berdiri berjejer di depan ranjangnya. Sofie langsung berlari sambil berkata dengan senyum bahagia, "Raja, Anda datang karena mengkhawatirkan saya?"


Agha yang masih harus berperan menjadi Alaric langsung menarik tangan Alvin ke depan, maka Sofie langsung memeluk Alvin bukannya Agha yang masih diharuskan untuk menjadi Alaric sebelum Jenderal Luis pulih karena hanya Jendera Luis yang bisa menggagalkan pernikahannya Alaric dengan Sofie, lalu bisa membebaskan Agha dari segala tanggung jawabnya sebagai raja Alaric dengan begitu Agha bisa membawa Kiana pulang ke negeri manusia.


Alvin mendengus kesal dipeluk oleh Sofie dan Sofie langsung mendorong Alvin sambil mendelik dan berteriak kesal, "Kenapa jadi kamu yang aku peluk, cih!"


"Aku juga nggak berharap kamu peluk, cih!" Sahut Alvin sambil menoleh ke Agha dengan sorot mata kesal dan Agha langsung mengalihkan tatapannya ke samping kiri sambil mengulum bibir menahan tawa.


Kiana tertawa lirih melihat tingkah konyolnya Alvin dan Agha. Lalu, Kiana menoleh ke pelayan pribadinya Sofie, "Tolong jaga junjungan kamu! Jangan sampai kejadian ini terulang lagi!"


"Baik" Sahut pelayan pribadinya Sofie.


Sofie menoleh ke pelayan pribadinya lalu ke Kiana dengan sorot mata tajam.


Pelayan pribadinya Sofie langsung menundukkan kepala dan Kiana berjalan melintasi Sofie sambil berkata, "Saya pamit, putri"


Sofie menggeram kesal dan spontan mengepalkan kedua tangannya.


Lalu, Sofie bergegas menoleh ke Agha dan Agha langsung berbalik badan lalu berlari menyusul Kiana tanpa mengucapkan sepatah kata pun ke Sofie.


Sofie langsung menyipitkan mata dan merengut sambil terus mengepakkan kedua tangannya.


Alvin menatap Sofie dan berkata sebelum ia pergi meninggalkan Sofie, "Jangan kau ulangi lagi kebodohan kamu! Berhentilah berbuat jahat sebelum Dewa memberikan karma ke kamu"


"Cih! Mana ada karma. Aku tidak percaya adanya karma. Pergi kamu!" Pekik Sofie dengan sorot mata penuh amarah.


Alvin langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan Sofie.


Sofie lalu berbalik badan, melangkah lebar mendekati pelayan pribadinya. Kemudian wanita jahat itu mencekal tangan pelayan pribadinya sambil berteriak, "Pengawal! Seret wanita bodoh ini ke penjara dan cambuk dia sebanyak sepuluh kali!"


Pelayan pribadinya Sofie sontak berteriak dengan derai air mata ketakutan, "Putri! Apa salah saya? Kenapa saya diberi hukuman? Putri!" Pelayan pribadinya Sofie berteriak saat dia orang pengawal menyeretnya ke penjara.

__ADS_1


Sofie lalu mendekati tabib pribadinya dia langsung menampar keras pipi tabib yang bernama Bruno itu sambil berteriak kencang, "Kenapa kau datang terlambat, ha! Dasar tidak berguna! Mati saja kau!"


Tabib pribadinya Sofie yang sebenarnya mencintai Sofie dalam diam selama ini langsung memeluk Sofie, mengelus punggung Sofie sambil berkata, "Tenanglah Putri! Anda bukan orang jahat. Maka tenanglah! Sssttttt! Ssssstttt! Tenanglah, putri!"


Lama kelamaan amarah Sofie mereda dan dia ketiduran. di dalam pelukan pria yang bernama Bruno itu. Bruno kemudian membopong Sofie dan merebahkan. Sofie di atas ranjang. Setelah menyelimuti Sofie, pria yang bernama Bruno itu bangkit berdiri sambil berkata, "Anda bukan orang jahat, putri. Saya akan menyembuhkan kejiwaan Anda sampai Anda sembuh dan menjadi wanita baik hati"


Alvin langsung melesat terbang ke paviliunnya saya ia melihat Agha membopong Kiana dan mengajak Kiana terbang ke atas atap.


Kiana tersentak kaget dan langsung memekik erat pinggang kokoh suami tampannya saat Agha menurunkan kakinya di atas atap. "Kyaaaaaa! Kenapa menurunkan aku di sini, Mas?" Kiana mendongak dan menatap Agha dengan penuh tanda tanya.


Agha terkekeh geli lalu membantu Kiana duduk selonjor di atas atap dengan pelan kemudian ia memeluk Kiana sambil berkata, "Jangan takut! Kamu nggak akan jatuh"


Kiana menghela napas kesal dan kembali mendongak untuk menatap wajah tampan suaminya lalu bertanya, "Aku memang suka memanjat pohon. Tapi aku belum pernah naik ke atas atap rumah yang setinggi ini, Mas. Atap ini bahkan lebih tinggi dari semua pohon yang ada di istana ini.


Agha hanya terkekeh geli dan mencium pucuk kepalanya Kiana


"Kenapa mengajakku ke sini?" Kiana masih menatap suaminya dengan tatapan penuh tanda tanya.


Kiana langsung mengarahkan pandangannya ke depan dengan penuh rasa penasaran.


Dhuaarrrrrr! Terdengarlah suara keras dan di langit tampak kembang api berbentuk bunga dan menyusul banyak kembang api berbentuk bunga lainnya.


Kiana langsung ternganga dan menoleh ke suaminya, "Mas Agha, ini.......kenapa bisa ada kembang api? Kapan Mas Agha menyiapkannya?"


"Pas kamu pergi seharian tadi. Aku, kan, nggak ada kerjaan jadi aku suruh beberapa prajurit untuk membeli kembang api dan menyalakannya saat ini" Sahut Agha lalu pria tampan itu mengecup bibir ranum istri kecilnya yang sudah menjadi candu buatnya.


Kiana tersenyum senang dan menghadapkan wajahnya ke depan untuk menikmati kembang api yang sangat indah dan warna warni berbentuk bunga di atas langit.


Agha mencium pipi Kiana lalu bertanya, "Kau suka kembang api, kan?"


"Iya, Yang Mulia. Sangat suka. Belum pernah ada seorang pun yang mengajak saya melihat kembang api seindah ini. Anda yang pertama kali, Yang Mulia"

__ADS_1


"Aku senang selalu menjadi yang pertama kali untukmu" Sahut Agha lalu pria tampan dan gagah itu kembali mencium pipinya Kiana.


"Yah, kok, sudah habis?" Kiana mengerucutkan bibirnya saat suasana menjadi hening dan langit kembali sepi.


Agha terkekeh geli dan berkata setelah ia mendaratkan ciuman di belahan rambutnya Kiana, "Aku akan cari kesempatan yang baik lagi untuk membeli kembang api dan menyalakannya untuk kamu"


Kiana menoleh ke suami tampannya dan dengan mata berkaca-kaca ia berucap, "Terima kasih, Yang Mulia"


"Hei! Kenapa kamu meneteskan air mata?" Agha menghapus air mata yang menetes di pipi Kiana dengan bibirnya.


"Saya bahagia. Ini air mata bahagia" Sahut Kiana dengan tawa ringan.


Agha langsung mendekap Kiana dan sambil terus mengelus bahu Kiana, Agha berkata, "Aku tidak ingin melihatmu meneteskan air mata sekalipun kamu tengah bahagia. Lain kali kalau kamu merasa bahagia seperti ini, langsung cari aku kalau aku pas tidak ada di dekat kamu dan peluk aku lalu benamkan wajah kamu di dadaku seperti ini. Biar dadaku menelan semua air mata kamu dan biar tidak ada lagi air mata yang membasahi wajah cantik kamu, istri kecilku"


Kiana semakin membenamkan wajahnya di dada suami tampannya dan memeluk suaminya lebih erat.


Agha kemudian mendorong pelan bahu Kiana untuk mengecek wajah Kiana.


Kiana tersenyum, "Saya tidak menangis, kok. Air mata saya, kan, sudah ditelan sama dada" bidang Anda"


"Bagus lah!" Agha lalu menepuk dadanya sambil berkata, "Di dalam dada ini ada cinta yang sangat amat besar untukmu yang sanggup menelan semua air mata kamu"


Kiana terkekeh geli dan berkata, "Terima kasih, Mas Agha.


Agha tersenyum penuh cinta lalu berkata, "Alasan lain aku mengajak kamu ke sini adalah ........"


"Apa?" Tanya Kiana dengan tatapan penasaran.


"Aku bisa leluasa mengajakmu berciuman tanpa adanya gangguan ketukan di pintu.


Kiana menepuk dada bidang Agha dan langsung tersipu malu

__ADS_1


Agha tersenyum penuh cinta dan berkata, "Aku akan memberimu hadiah untuk kecerdasan kamu, Istri kecilku" Agha lalu menarik tengkuk Kiana dan mengajak Kiana berciuman.


__ADS_2