
Brak! Kenzie tidak sabar menemui Amber, maka ia menendang pintu masuk kamarnya.
Semua dayang sontak melotot melihat yang mulia ratu mereka menendang pintu kamar.
Amber tersentak kaget dan langsung berlari menutup pintu kemudian berputar badan untuk mendelik sambil berkata, "Anda kenapa? Anda sadar masih berada di dalam tubuh saya? Kenapa Anda menendang pintu dengan sangat kasar, Yang Mulia?!"
Kenzie langsung mencekal dua bahu Amber dan bertanya, "Kenapa kau tidak ceritakan semuanya ke aku? Kenapa kau biarkan aku salah paham dan sekarang aku salah menikahi wanita. Kenapa, Amber?! Kenapa?!!!!"
"Yang Mulia, pelankan suara Anda! Semua dayang dan pengawal bisa mendengarnya dan yang mereka dengar adalah suara saya" Amber masih mendelik kesal.
Namun, Kenzie mengabaikan omelannya Amber dan pria tampan itu menggeram sambil mengguncang kedua bahu Amber, "Katakan! Cepat katakan!"
"Katakan apa, Yang Mulia? Astaga! Apa soal ciuman tadi? Emm, i.....itu sa.....saya lakukan karena......."
"Bukan itu! Katakan cepat!" Kenzie mulai mendengus kesal
"Kalau bukan itu, lalu apa?! Saya tidak paham maksud Anda, Yang Mulia"
Kenzie melepaskan kedua bahu Amber dan duduk sambil berkata tanpa.melepaskan tatapannya dari wajah manis yang ada di depannya, "Kejadian pas aku jatuh dari gunung dan aku digigit ular"
Amber langsung berkata, "Anda sudah tahu cerita itu, kan, Anda sendiri yang menceritakan ke semua orang soal kejadian itu. Kenapa masih bertanya sama saya?"
__ADS_1
Kenzie menggebrak meja dan mendelik, "Kenapa kau tidak ceritakan kebenarannya, hah?! Kenapa kau biarkan aku terus mengira kalau yang menolongku waktu itu adalah Crystal?"
Amber tertawa sedih lalu berkata, "Anda pikir saya bisa langsung cerita yang sebenarnya terjadi waktu itu? Saya terkena racun ular yang nekat saya hisap dari kaki Anda dan saya tidak sadarkan diri selama seminggu dan Anda sama sekali tidak mencari saya, kan? Anda.sama sekali tidak menjenguk saya"
Kenzie terhenyak di kursi dengan wajah menyesal dan bergumam lirih sambil terus menatap wajah Amber dengan sorot mata sendu, "Maafkan aku"
"Lalu, pas, saya sudah sadar, saya melihat Anda dengan riangnya menceritakan ke Yang Mulia Ratu Kiana, ke Yang Mulia Raja Agha, dan ke semuanya kalau Crystal yang menolong Anda dan Anda tampak sangat membanggakan Crystal"
"Itu karena aku melihat Crystal pas.aku sadar dan bukannya kamu"
"Itu karena Crystal memukul kepala saya dan karena saya demam karena saya menghisap racun ular, Rosa dan beberapa pengawal bergegas membawa saya ke tabib untuk pertolongan pertama dan bergegas membawa saya kembali ke istana"
"Saya melarangnya karena saya hanyalah bebek hitam yang jelek dan tentu saja Anda pasti lebih memercayai Crystal karena dia sangat cantik. Jauh lebih cantik daripada saya"
Kenzie langsung bangkit, menangkup wajah.Amber, dan berkata, "Kamu tidak jelek. Kamu bahkan jauh lebih cantik daripada Crystal"
Seketika itu Amber mematung dan di saat Kenzie menunduk pelan karena ia ingin mencium Amber, terdengar ketukan di pintu.
Kenzie sontak melepaskan wajah Amber dan saat Amber melihat Kenzie menunduk dan mematung, Amber langsung melangkah ke pintu dengan debaran jantung yang sangat kencang.
Saat pintu dibuka, Fandra langsung membungkukkan badan sambil berkata, "Ada pemberontakan di perbatasan Utara. Jenderal para pemberontak itu naik naga putih, jadi pasukan kita kewalahan menjaga gerbang utama, Yang Mulia"
__ADS_1
"Baik, Tunggu aku! Aku akan segera meluncur ke gerbang depan dan kita akan segera melesat ke perbatasan Utara" Sahut Amber dalam wujud Kenzie.
Setelah Fandra pamit dan ia menutup pintu, Amber berputar badan dan berlari untuk memakai baju zirahnya Kenzie.
"Kau mau ke mana, Amber?" Tanya Kenzie kaget saat ia melihat Amber memakai baju zirah.
"Saya akan pergi ke perbatasan Utara. Ada pemberontakan di sana" Sahut Amber sambil meraih pedangnya.
"Tunggu! Aku yang seharusnya berangkat!" Pekik Kenzie.
Amber sontak menyahut, "Anda berada di dalam tubuh saya saat ini. Anda tidak bisa pergi ke perbatasan Utara. Anda tunggu saja di sini dan mengurus urusan di sini. Anda sekarang ini adalah Ratu, Yang Mulia"
Kenzie menunduk sekilas lalu ia menatap Amber sambil mengumpat kesal, "Sial! Kau benar"
"Kalau begitu, saya pergi dulu, Yang Mulia"
Kenzie langsung menggenggam tangan Amber, "Jaga diri kamu dengan baik dan pulang tanpa luka. Aku menunggu kamu di sini dan kita akan bicarakan banyak hal. Kau hutang banyak penjelasan padaku, Amber"
"Baik, Yang Mulia" Amber menarik pelan tangannya dari genggaman tangan Kenzie kemudian melesat keluar dari dalam kamar sambil terus menatap tangannya yang baru saja digenggam oleh Kenzie. Hatinya berdesir hangat karena baru pertama kalinya Kenzie menggenggam tangannya dengan tatapan yang beda dari biasanya.
"Saya akan kembali dengan selamat, Yang Mulia dan kita akan bicarakan banyak hal tentang kita" Gumam Amber sambil melompat naik ke atas punggungnya Thunder.
__ADS_1