Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Provokasi


__ADS_3

Di dalam kamarnya Agni, Agni tengah tersenyum bangga melihat kekasihnya semalam tidak melakukan apa-apa adanya. Bora hanya mengajaknya berciuman lalu tidur sambil memeluk Agni. Bora benar-benar lelaki sejati. Dia masih bisa menahan diri untuk tidak membuka segel kesuciannya Agni sebelum mereka terikat pernikahan yang suci. Agni mencium pipi Bora dan berbisik, "Aku mencintaimu. Terima kasih sudah menjagaku, Sayang. Aku akan bikin sarapan spesial untuk kamu" Agni kemudian turun dari atas ranjang dengan perlahan tanpa mengeluarkan suara lalu berlari keluar tanpa mengeluarkan suara pula. Setelah berhasil keluar dari dalam kamar tanpa membangunkan Bora, Agni langsung berlari dengan wajah riang ke kamarnya Kendra. Dia ingin menarik Kiana untuk mengajarinya membuat dimsum. Karena Agni lupa cara buatnya.


Sementara itu, di dalam kamarnya Kendra, Agha membuka mata bersamaan dengan Kendra membuka mata. Dua pria tampan berbeda generasi itu bersitatap, lalu tersenyum, dan tertawa geli karena tanpa ada yang memberi komando, mereka berdua bisa melakukan gerakan yang sama secara bersamaan.


"Kak Kiana mana?" Tanya Kendra kemudian.


"Kakak kamu biasa bangun pagi. Dia sekarang pasti sedang menyiapkan baju untuk Kak Agha"


"Kata Ayah, Kak Agha sudah jadi seorang Raja sekarang" Kendra bertanya dengan wajah polosnya.


Agha menganggukkan kepalanya dengan senyum lebar.


"Apakah Kendra masih boleh memanggil Kakak, Kak Agha saja? Karena mengucapkan Yang Mulia Raja itu sangat panjang dan Kendra takut salah"


Agha sontak menggemakan tawanya lalu ia mengusap pucuk kepalanya Kendra sambil berkata, "Boleh. Panggil Kak Agha aja. Nggak usah pakai Yang Mulia Raja, oke?"


Kendra langsung tersenyum lebar lalu memeluk tubuh atletisnya Agha dengan sangat erat sambil berkata, "Kendra sangat menyayangi Kak Agha, Kak Kiana juga, Ayah juga. Kalau Ibunda dan Kak Komala, sayangnya Kendra cuma ada sedikit"


Agha kembali menggemakan tawanya mendengar ucapan polosnya Kendra. Lalu, Agha berkata, "Nggak boleh, dong, begitu. Meskipun, yeah, Ibunda kamu dan Kakak kamu itu judes dan aneh, tapi kamu harus menyayangi mereka sama seperti kamu menyayangi Ayah kamu dan Kak Kiana kamu. Nggak boleh sayangnya cuma dikit"


Kendra menatap wajah tampannya Agha dan berkata, "Kendra akan belajar. Tapi, saat ini Kendra hanya bisa menyayangi Ibunda dan Kak Komala sedikit saja, hehehehe"


Agha mencium gemas kening Kendra lalu ia bangun dan duduk sambil berkata, "Mau Kak Agha gendong?"


Kendra bangun dan berdiri di depan punggungnya Agha sambil bertanya, "Mau ke mana?"


"Menyusul Kak Kiana kamu. Kita mandi bareng di kamar Kak Agha, mau?"

__ADS_1


"Mauuuuu!" Kendra langsung melompat ke punggung Agha dan menempel seperti koala.


Agha bangkit berdiri dan menggendong Kendra dengan tawa renyahnya.


Dan Kiana masih belum diijinkan melangkah pergi sama Aisyah.


Aisyah yang tidak pernah kalah dan tidak pernah mau kalah, langsung menyahut, "Apa kamu punya barang spesial dari Raja Agha?"


Kiana sontak menyeringai geli dan menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Jangan tersenyum seperti itu! Jawab aku!" Aisyah mulai melotot.


Kiana menghela napas panjang dan setelah tersenyum tipis, Kiana berkata, "Tentu saja aku punya. Sebenarnya kamu ini bodoh atau pertanyaannya yang membuatmu tampak bodoh"


Aisyah membeliak tersinggung, "Kau........"


"Apa saja itu! Jawab!" Karena terbakar cemburu Aisyah benar-benar menjadi bodoh dan tolol.


Kiana terkekeh geli lalu berkata, "Untuk apa aku memberitahu kamu. Kalau aku beritahu kamu, barang itu jadi tidak spesial lagi, dong"


Aisyah menggeram kesal lalu berkata, "Tetap saja aku merasa menang karena raja Agha memberikan belati ini padaku. Ini belati keberuntungan beliau. Kau tidak cemburu? Kau tidak ingin merebutnya dariku?"


Rebutlah Kiana! Cepat rebut! Maka aku akan membuat dirimu seolah mencelakai aku. Aku akan menusuk diriku sendiri dan mengatakan ke semuanya kalau kamu yang menusukku karena cemburu. Batin Asiyah.


Kiana kembali tersenyum tipis lalu berkata, "Itu hanya sebuah benda. Kau bisa memilikinya. Tapi, jangan pernah bermimpi untuk memiliki si pemilik asli benda itu. Mas Agha hanya milikku. Kalau aku sudah memiliki Mas Agha untuk apa aku menginginkan belati itu. Simpan saja baik-baik belati itu! Itu, kan, tanda persahabatan dari dua negara" Kiana lalu berbalik badan dengan santainya sebelum Aisyah sempat membalas ucapannya.


Aisyah tersenyum jahat lalu ia melepaskan belati dari sarungnya dan hendak menusukkan belati itu ke lengannya, namun dengan sigap Agni menendang tangan Aisyah dan belati itu terlepas dari tangan Aisyah dan kembali jatuh ke lantai, klonthang!

__ADS_1


Aisyah mendelik kaget dan sontak berteriak, "Siapa kamu!"


"Kau gila, ya?! Kenapa kau mau menusuk lengan kamu sendiri? Untung saja aku datang tepat waktu"


Kiana sontak berbalik badan saat ia mendengar suaranya Agni.


Aisyah mendelik kesal dan menggeram, "Itu bukan urusan kamu!"


"Wah, cantik-cantik ternyata gila" Sahut Agni.


Kiana langsung melompat menahan tangan Aisyah yang terangkat dan ingin menampar Agni. Kiana lalu menghempaskan tangan Aisyah dengan kasar sambil berkata, "Jangan tampar adikku! Kalau kau berani menampar adikku, maka aku tidak segan menampar balik kamu"


Agni langsung menarik pelan tangan Kiana lalu ia berdiri di depan Kiana, di tengah-tengahnya Kiana dan Aisyah lalu berkata, "Dan jangan pernah mengintimidasi Kak Kiana kalau kau nekat aku akan menghajar kamu tanpa segan meskipun kamu itu ratu Padang pasir, camkan itu!"


"Cih! Kakak dan adik ternyata sama. Barbar dan tidak berpendidikan" Sahut Aisyah dengan senyum mengejek.


"Cih! Lebih baik barbar daripada munafik dan gila kayak kamu" Sahut Agni sambil berkacak pinggang.


Kiana langsung menggelungkan tangannya di lengan Agni dan berkata, "Sudahlah! Kita pergi saja. Biarkan dia melanjutkan fantasinya yang nggak jelas itu"


Saat Agni dan Kiana berbalik badan, Aisyah langsung menjambak rambut Agni dan seketika itu juga tangan Kiana melayang ke pipi Aisyah dengan sangat keras. Aisyah terjatuh di lantai dan memegang pipinya dengan membeliak kaget.


Agni berbalik badan dan hendak melompat menghajar Aisyah, namun dengan sigap Kiana memeluk pinggang Agni dari belakang sambil berkata, "Biarkan saja dia!"


Agni berkata, "Aku tipe pendendam dan aku akan bikin perhitungan denganmu suatu saat nanti karena kamu sudah berani mengganggu Kak Kiana dan menjambak rambutku" Lalu, Agni merangkul bahu Kiana dan melangkah pergi meninggalkan Aisyah.


Aisyah menyeringai senang dan bergumam, "Akhirnya aku memiliki kesempatan menjatuhkan Kiana. Kalau orang-orang tahu dia menamparku, orang-orang akan lebih memercayai ceritaku atau memercayai cerita Kiana dan si cewek barbar itu, cih! Dasar bodoh! Mudah sekali mereka aku provokasi. Aisyah kemudian mengambil belati dan memasukkan kembali belati itu ke dalam sarung emasnya. Lalu, setelah merobek lengan bajunya dan menampar pipi yang satunya, Aisyah berjalan terseok-seok dan teriak menangis menuju ke singgasananya raja Abimantya.

__ADS_1


Aisyah nekat menemui raja Abimantya padahal dia tidak tahu kalau si cewek barbar itu adalah Agni kekasihnya Bora dan Agni adalah adik sepupunya Agha. Sedangkan Agni tahu siapa Aisyah karena ia pernah melihat Aisyah memakai jubah keberuntungannya Bora.


__ADS_2