
Agni membuka pintu dan langsung melompat masuk ke dalam pelukannya Bora.
Bora langsung tertawa dan berputar badan sambil berteriak, "Aku sangat merindukanmu, Sayang"
"Aku juga, Bora! Sangat" Ucap Agni sambil terus menciumi wajah tampannya Bora dan Bora semakin keras menggemakan tawa bahagianya.
Kiana langsung memeluk erat tubuh suaminya sambil berkata, "Jangan keluar dan jangan buka pintu, Mas! Aku masih ingin berduaan sama kamu. Bolehkah sesekali kita bodo amat sebentar dengan urusan kerajaan Sebentar aja, Mas?"
Agha terkekeh geli dan sambil mengusap lembut rambut panjang indahnya Kiana Agha berbisik, "Boleh. Jangankan sebentar. Lama juga boleh. Sampai besok pun boleh. Karena sepertinya kita akan lembur malam ini"
Kiana menarik diri dari pelukannya Agha untuk bertanya, "Lembur untuk apa?"
Agha mencium kening Kiana lalu ia menatap sendu wajah cantik istri kecilnya dan sambil menempelkan keningnya ke kening Kiana ia berkata, "Bikin anak, dong. Apa kamu berubah pikiran? Nggak mau anak lagi?"
Kiana langsung menarik keningnya dan membeliak dengan wajah semringah, "Benarkah? Anak? Mas mau bikin anak denganku?"
"Hmm" Agha mencium gemas pipi Kiana yang merona alami.
Kiana langung melompat naik ke pinggang suaminya seperti seekor koala yang nempel ke batang pohon lalu wanita cantik itu menciumi wajah Agha sambil berkata, "Aku mau, Mas. Terima kasih Mas mau mengalah. Saat Debi bilang dia sudah hamil, aku bertambah sedih dan..... hmppthhhh!"
Agha tertawa riang setelah itu ia langsung memagut bibir Kiana.
Kiana kemudian menarik pelan bibirnya dari pagutan bibir suaminya untuk bertanya, "Kenapa, Mas, berubah pikiran?" Kiana mengusap lembut pipi suaminya dengan kedua telapak tangan.
Agha kembali menempelkan keningnya di kening Kiana lalu berkata, "Karena aku nggak suka melihatmu sedih lalu ngambek. Aku ternyata nggak kuat didiemin sama kamu. Jangan ngambek lagi, ya, Sayang? Kalau marah pukul aja aku, tampar dan tendang aja boleh, kok, tapi jangan ngambek dan diemin aku selama berhari-hari. Aku juga nggak ingin kamu iri sama Debi"
Kiana mengulum bibir menahan senyum lalu berkata, "Iya, Mas. Aku janji kalau marah sama, Mas, aku nggak akan ngambek lagi dan nggak akan diemin, Mas, lagi"
Agha lalu membopong Kiana dan terpaksa.menurunkan Kiana di atas ranjang saat pintu kamarnya kembali diketuk dan kali ini terdengar suara seorang dayang, "Yang Mulia Raja dan Yang Mulia Ratu, Ratu Aisyah ingin bertemu. Apakah Anda berdua berkenan menemui beliau? Beliau masih menunggu di depan pintu"
Agha menatap Kiana dan Kiana langung menggelengkan kepala.
Agha langsung berteriak, "Aku dan Ratu sedang tidak ingin diganggu saat ini. Suruh ratu Aisyah kembali ke kamarnya saja!"
__ADS_1
"Baik, Yang Mulia* Sahut dayang yang berjaga di depan pintu kamarnya Agha.
Dayang tersebut menoleh ke Aisyah dan Aisyah langsung tersenyum, "Iya, nggak papa. Aku paham. Aku akan kembali ke kamar" Lalu, Aisyah berputar badan dengan lesu dan wajah kecewa.
Raja Agha bahkan tidak mau menemuiku sebentar saja. Batin Aisyah sambil melangkah pelan kembali ke kamarnya sambil memasukkan kembali kantong kain yang berisi tiga biji pil awet muda yang ingin dia berikan ke ratu Kiana.
Agha lalu tersenyum ke Kiana dan berkata,"Kamu duduk dulu dan jangan masuk ke dalam kamar mandi sebelum aku keluar, oke?" Agha mengedipkan sebelah mata dengan senyum lebar. Lalu Agha berlari sambil merogoh bajunya.
"Hmm" Sahut Kiana dengan senyum lebar sambil duduk di tepi ranjang dengan. perlahan.
Setelah menunggu selama dua puluh menit, Kiana melihat Agha muncul dari dalam kamar mandi dengan bertelanjang dada.
"Mas.kenapa bertelanjang dada?"
"Aku lupa nanya tadi, hehehehe, kamu suka wangi mawar, melati, lili, apa vanila?"
Kiana menautkan kedua alisnya lalu wanita cantik itu menjawab pertanyaan suami tampannya dengan senyum geli, "Vanila, tapi kenapa Mas nanya wangi-wangian?"
Lima menit kemudian, Agha kembali muncul di dalam Kiana dan langsung membopong Kiana ke kamar mandi.
Agha lalu menurunkan Kiana dengan hati-hati di samping bak mandi. Lalu Agha mengambil handuk yang ia sampirkan di pundaknya.
Kiana meraih handuk dari ujung telapak tangan kanan Agha lalu mengelap rambut Agha yang basah.
Agha menarik handuk yang dipegang Kiana dengan pelan lalu meletakkan handuk itu di atas bak mandi sambil berucap, "Kok, malah mengusap rambutku. Handuknya mau aku letakkan di sini supaya nanti gampang mengambilnya setelah kita selesai bermain-main" Agha kembali mengedipkan mata lalu berkata dengan sorot mata dan nada suara yang sangat lembut, "Buruan masuk ke dalam bak nanti airnya keburu dingin dan tidak bisa menghangatkan kita berdua yang saat ini kedinginan karena saling merindu"
Kiana terkekeh geli lalu wanita kecil yang cantik itu masuk perlahan ke dalam bak mandi yang luas seperti kolam renang. Kiana kemudian tersenyum sangat lebar melihat wajah tampan suaminya dan berkata, "Oleh-oleh dari kerajaan kecil ternyata cuma gombalan, ya, Mas"
Agha masuk ke dalam bak mandi lalu duduk bersila di depan Kiana lalu berkata dengan wajah konyol, "Lho, yang tadi aku ucapkan bukan gombalan. Aku beneran merindu. Kalau soal oleh-oleh kita lihat nanti, ada banyak oleh-oleh dan semuanya kesukaan kamu sekarang aku akan dapatkan kesukaanku dulu"
Kiana sontak tertawa lalu mengulas senyum lebar di wajah cantiknya.
"Kenapa kau senyum sesenang itu? Kau tahu tidak kalau saat ini bibir kamu hampir sampai ke pelipis kamu, tuh" Agha tersenyum geli.
__ADS_1
"Karena aku bahagia. Sangat bahagia suamiku pulang dengan selamat dan suamiku yang tampan dan sangat aku cintai ini menaburkan mawar di bak mandi dan memasang banyak sekali lilin dengan aroma mawar bercampur vanila kesukaanku. Untuk apa, Mas?"
"Untuk memanjakan Istri tercintaku yang imut dan cantik ini, dong" Agha menarik Kiana masuk ke dalam pelukannya.
Kiana langsung mencium kedua pipi Agha lalu ia berputar badan dan Agha langsung memeluk Kiana dari arah belakang sambil berbisik, "Aku mandikan kamu, ya?"
Kiana mengangguk sambil berkata, "Iya, Mas"
"Aku bersyukur bisa dicintai gadis secantik, sehebat, dan sebaik kamu"
Kiana menatap wajah tampan suaminya dengan sorot mata penuh cinta, tersenyum ke Agha dengan penuh cinta lalu berkata, 'Aku yang seharusnya bersyukur bisa dicintai pria sehebat dan setampan kamu, Mas..Sangat"
Agha menyahut dengan sorot mata sendu, "Aku juga mencintaimu, Kiana. Sangat"
Kiana terus menatap Agha dengan sorot mata sendu dan membuat raja tampan dan gagah itu tidak bisa lagi untuk tidak memagut bibir ranum istri kecilnya yang sangat cantik.
Bibir Agha menuntut lebih kemudian meluncur bebas ke leher dan beberapa jam kemudian setelah puas menciumi Kiana dari ujung kepala sampai ujung kaki, dan puas memainkan tangannya di titik-titik berbahaya, Agha akhirnya menyatukan raganya dengan Kiana.
Kiana membeliak kaget dan refleks menitikkan air mata.
Agha tersentak kaget melihat ekspresi wajahnya Kiana. Pria tampan itu kemudian bertanya sambil mengusap lembut airmatanya istri kecil yang sangat ia cintai, "Aku akan berhenti kalau kau kesakitan Sayang dan ........"
Kiana menggelengkan kepala, "Jangan berhenti! Teruskan, Mas!"
"Oke, aku akan melakukannya dengan perlahan, tahan sebentar kalau terasa sakit, ya?! Aku akan melakukannya dengan, ahhhhhhh!!!!!! Kiana!!!!!!! Gila!!!!!! I......ini sangat .......aahhhhh!!!!!!!!" Agha membeliak kaget karena baru pertama kali ini dia memekikkan kepuasannya di dalam dan itu rasanya di luar dugaannya Agha. Rasanya sangat manis dan hampir membuat dirinya meledak.
Kiana meneteskan air mata bahagia karena pada akhirnya Agha menyatukan raga sepenuhnya dan pada akhirnya dia bisa menyerahkan seluruh gairahnya ke pria yang sangat ia cintai. Kiana merasa sangat bahagia karena pada akhirnya Agha mau memiliki dirinya secara utuh.
Agha kemudian membopong Kiana pelan keluar dari dalam bak mandi lalu ia meraih handuk untuk ia selimutkan ke tubuh istrinya. Setelah itu Agha melangkah keluar dari dalam kamar mandi sambil mengajak Kiana berciuman.
Ronde kedua pelepasan rindu suami istri itu berlangsung di atas meja kerjanya Agha karena Agha sudah tidak kuasa lagi menahan gairahnya.
Sementara itu Aisyah tengah bergumam di dalam kamarnya dengan wajah murung, "Apakah aku lupakan saja rasa cintaku yang sangat dalam ini atau aku perjuangkan? Karena baru kali ini aku jatuh cinta"
__ADS_1