
Sementara itu di kerajaan Pusat, melihat suaminya akan pulang lama, Crystal mulai menghubungi kekasih gelapnya. Setelah memberikan servis luar biasa ke kekasih gelapnya, Crystal berkata, "Aku ingin memiliki beberapa dayang yang memihak aku karena semua dayang di kerajaan Pusat memihak Amber. Sial! Kenapa semua dayang dan prajurit bisa sayang banget sama Amber si culun, jelek, dan bodoh itu"
Kekasih gelapnya Crystal langsung berkata, "Oke, aku akan turuti kemauan kamu. Semuanya akan aku turuti, asalkan kita lakukan satu ronde lagi, oke? Kali ini aku yang akan memuaskan kamu"
Crystal menggeliat seksi degan senyum menggoda kemudian dia memagut bibir kekasih gelapnya sambil berkata, "Lakukanlah sesuka kamu. Aku milikmu sepenuhnya malam ini, Sayang"
Di kerajaan langit, Kiana langsung menyelimuti tubuh suaminya yang masih dan polos sambil tersenyum geli Kiana berkata, "Ish! Kalau sudah dikasih lampu hijau nggak ada lelahnya dan setelah capek selalu lupa pakai baju" Kiana lalu mencium pipi suaminya setelah itu ia memakai baju santainya dan melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Beberapa menit kemudian, Kiana sudah duduk di samping Alvin dan berada di depan utusannya naga putih.
Kiana segera berkata, "Kembalilah besok bersama dengan naga putih! Aku akan memeriksa junjungan kamu dan membuat obat untuk semua yang sakit"
"Kenapa harus kembali besok dan membawa Jenderal kami?" Sahut utusannya naga putih.
"Karena ada syarat yang harus aku ajukan. Kembalilah besok! Aku janji akan membuat obat untuk semuanya" Sahut Kiana.
"Baiklah. Saya akan kembali lagi besok"
Sepeninggalnya ututsan naga putih, Kiana langsung menoleh ke Alvin, "Kita harus lembur bikin syarat untuk kita ajukan ke naga putih besok"
"Agha?" Tanya Alvin.
"Tentu saja aku ikut" Agha tiba-tiba muncul di aula pertemuan.
Agha duduk di samping Kiana, mencium pipi Kiana, lalu berkata, "Oke, ayo kita pikirkan syarat paling keren agar naga putih itu tidak menginginkan Kiana lagi dan tidak menyerang kerjaaan kamu lagi, Vin"
"Hmm. Terima kasih banyak atas bantuan kalian berdua" Sahut Alvin dengan senyum tulus penuh ucapan terima kasih.
"Sama-sama, Vin. Kita ini, kan, saudara" Sahut Agha.
Kiana tersenyum ke Alvin dan berkata, "Iya, jangan sungkan! Kita ini, kan, saudara"
Kembali ke dunia manusia.Tepatnya di benteng yang dijaga oleh Rosa.
Amber sontak mendelik lalu berucap dengan nada setengah berbisik, "Yang Mulia! Jangan berteriak memakai mulut dan suara saya! Orang di luar pasti bertanya-tanya kenapa saya teriak-teriak, ish!"
__ADS_1
"Itu karena kau sangat menyebalkan, ish!" Dan pletak! Kenzie menyentil kening Amber dan Amber sontak mengusap kening sambil berkata, "Kalau kening ini merah jangan salahkan. Saya! Anda yang menyentil sendiri kening Anda"
Kenzie sontak berputar sambil menggeram, "Huuufftt! sabar Kenzie, sabar!!!!!!"
Amber masih mengusap kening dan mendesis, "Ish, panasnya nggak ilang-ilang, nih. Pasti merah"
Kenzie sontak menangkup wajah Amber dan Amber sontak membeku karena Kenzie belum pernah menangkap wajahnya.
Saat Kenzie mendekatkan wajahnya untuk melihat semerah apa keningnya, jantung Amber berdetak kencang dan wajahnya memerah panas.
Kenzie menunduk dan menempelkan keningnya ke kening Amber, "Hei! Kau makan apa barusan? Kenapa kau buat wajahku semerah ini dan terasa panas?"
"Kyaaa!!!!" Amber langsung berteriak dan mendorong dada Kenzie.
Kenzie kembali menangkup wajah Amber dan Kenzie berasa menangkup wajahnya sendiri. Sedangkan Amber trus berdebar-debar jantungnya. Di saat Kenzie hendak menyemburkan protes, dia dan Amber sontak menoleh ke pintu karena mereka mendengar pintu dibuka dengan sangat kasar lalu mereka melihat Rosa berlari dengan wajah ceria disusul oleh Bora dan Agni.
Orang lain yang tidak tahu, termasuk Agni, Bora, Rosa, dan Fandra yang datang paling belakang, ternganga melihat Amber berani kurang ajar menangkup wajah Kenzie. Padahal yang terjadi sebenarnya adalah Kenzie yang berada di dalam tubuh Amber tengah menangkup Amber yang masih berada di dalam tubuh Kenzie.
Fandra sontak mencengkeram keras kotak vitamin yang ia bawa saat ia melihat Amber menangkup wajah Kenzie. Fandra dibakar rasa cemburu.
Kenzie yang berada di dalam tubuh Amber sontak menarik kedua tangannya dan ia berkata dengan wajah panik, "Di....di......emm, maksudku, Yang Mulia Raja dikerubuti nyamuk dan aku refleks mengusir nyamuk-nyamuk itu dan tanpa sengaja menangkup wajah Yang Mulia"
Sedangkan Fandra, Agni dan Bora, masih terpaku.
Amber yang masih berada di dalam tubu Kenzie sontak bangkit berdiri dan berkata, "Yang Muli......emm, maksudku Amber benar. Kenapa banyak sekali nyamuk di sini" Amber mengibaskan tangan sambil mengerutkan kening.
Kenzie tersentak kaget saat Fandra menghampirinya dan berkata "Yang Mulia Ratu, ini vitamin terbaik yang sering dikonsumsi oleh keluarga kami. Silakan diterima"
Kenzie sontak terbakar cemburu karena Fandra sangat perhatian pada istrinya dan ingin rasanya ia membuang vitamin itu, namun karena saat ini ia adalah Amber, maka dengan sangat terpaksa Kenzie menerima vitamin itu dan berkata, "Terima kasih"
Sementara Amber yang berada di dalam tubuhnya Kenzie sontak memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan senyum geli.
Amber yang selalu sadar kalau dirinya adalah Kenzie saat ini sontak menoleh ke Agni saat Agni bertanya, "Apa yang Yang Mulia Raja rasakan saat ini? Tante Agni sangat mengkhawatirkan Yang Mulia Raja. Karena kalau Yang Mulia Raja sampai sakit berkepanjangan, Tante Agni bisa disembur api sama Ayahanda Anda"
Amber langsung berakting, "Sa....emm, aku baik-baik saja, kok, Tante"
__ADS_1
Agni langsung tersenyum lega
"Syukurlah" Sahut Bora.
Saat Rosa mengobrol bersama Fandra, Bora dan Agni sedang mempersiapkan obat,
Kenzie menoleh ke Amber karena saat ini Amber ada di dalam dirinya. Kenzie mengirim kode ke Amber agar Amber menarik tangannya keluar lalu mengajaknya balik ke kerajaan Pusat.
Amber yang sangat mencintai Kenzie dan sangat hapal akan gerak-gerik Kenzie karena ia selalu mengamati tingkah laku Kenzie, langsung berakting sok cool dan langsung menarik tangan Kenzie, "Ayo kita pulang saja sekarang juga. Di sini banyak nyamuk. Nggak betah aku!"
Semuanya sontak berteriak, "Lho, hei! Kok, pulang"
Setelah masuk ke dalam kereta kuda, Amber langsung tersenyum lebar ke Kenzie, "Gimana akting saya, Yang Mulia? Keren, kan?"
"Cih! Biasa saja!" Sahut Kenzie sambil bersedekap.
"Eh, saya baru sadar kalau ternyata tangan saya kurus banget pas saya menggenggamnya tadi dan kenapa telapak tangan saya kasa banget?"
Kenzie langsung menyahut, "Itu karena kamu hanya berlatih pedang terus tiap hari kalau nggak kamu kelayapan di hutan. Makan seadanya dan kadang lupa makan. Pantas, kan, kalau tangan kamu kasar dan kurus"
"Kenapa malah ngomel, sih" Gumam Amber kesal.
"Apa kau bilang?" Tanya Kenzie
"Tidak ada. Saya cuma nguap tadi"
Amber langsung berkata lagi, "Anda berada di dalam tubuh saya, jadi kalau nanti Anda mandi, harus mandi dengan cepat dan jangan memelototi dada saya. Jangan menatap dada saya dan jangan menyabuninya terlalu lama!"
"Cih! Badan kamu sekarang ini adalah badanku. Suka-suka aku dong mau ngapain"
"Yang Mulia!!!!!!" Amber berteriak kesal dan mendelik ke Kenzie.
Kenzie langsung meletakkan jari telunjuknya di bibir Amber dan berkata dengan santai, "Ssstttt! Daripada teriak-teriak mending kau pikirkan cara bagaimana kita bisa bertukar tubuh lagi"
Amber kembali merasakan jantungnya berdebar-debar karena jari Kenzie menyentuh bibirnya. Gadis itu langsung menepis tangan Kenzie dan memalingkan wajah sambil berkata, "Saya ngantuk mau tidur dulu"
__ADS_1
Kenzie hanya bisa menghela napas panjang.
Kakek cermin tersenyum geli dan bergumam, "Kalian hanya bisa bertukar tubuh kembali kalau kalian sudah saling cinta. Kalau belum saling cinta maka selamanya kalian akan seperti itu"