Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Pergi ke Medan Perang


__ADS_3

Penyatuan raga nan panas dengan dipenuhi gairah liar yang memuncak karena sudah ditahan selama beberapa hari, membuat Kiana dan Agha memekik kencang di puncak kepuasan mereka. Mereka kemudian saling menggosok badan mereka dengan busa dan masih berendam di dalam air yang masih t rasa hangat sambil sesekali berciuman.


Di saat Agha ingin melanjutkan ronde yang kedua penyatuan raga dengan istrinya di dalam kolam mandi terdengar teriakan kencang, "Ayah! Ayah di mana"


Kiana sontak mendorong Agha sambil berkata, "Tuh, kan, Kenzie bangun dan pasti nyari kamu"


Agha terkekeh geli. Jenderal yang masih menjadi Jenderal di Medan perang meskipun dia adalah seorang raja sekarang ini bergegas memakai jubah mandi lalu ia menyambar bibir Kiana kemudian pria tampan itu berlari keluar dari dalam kamar mandi sambil berteiak, "Iya, Jagoan, Ayah baru mandi"


Saat Agha duduk di tepi ranjang, "Kenzie langsung memeluk ayahandanya dan mengajak ayahandanya rebahan di kasur sambil berkata, "Usap-usap keningku Ayah"


"Iya, Sayang. Ayah akan usap kening kamu" Agha lalu mengusap kening Kenzie dengan ibu jari tangan kanan dan ibu jari tangan kirinya berada di dalam genggaman Kenzie. Kenzie memang selalu tidur seperti itu.


Kiana yang sudah memakai baju tidur, rebah di kasur dan berkata ke suami tampannya, "Mas pakai baju tidur dulu sana! Nanti masuk angin, lho"


Agha tersenyum dan melihat jempolnya "Mana bisa bangun kalau digenggam terus seperti ini"


"Sudah tidur nyenyak sepertinya. Biar aku ganti dengan ibu jariku. Mas ganti pakai baju tidur dulu sana"


Agha mencium kening Kiana lalu melepas pelan ibu jarinya dari genggaman tangan Kenzie dan dengan cepat Kiana memasukkan ibu jarinya ke dalam genggaman tangannya Kenzie.


Agha dengan cepat berganti baju tidur dan belum sempat merapikan baju tidurnya, Agha dikejutkan dengan suara teriakannya Kenzie, "Ayah! Aku mau Ayah!"


Agha langsung berlari ke ranjang dan langsung melompat ke atas ranjang untuk memberikan ibu jarinya ke Kenzie. Kenzie kembali tidur dengan nyenyak setelah ia menggenggam ibu jari ayahandanya.

__ADS_1


Kiana menghela napas panjang lalu meringis dan berbisik lirih, "Kok, dia bisa tahu kalau ibu jari yang ia genggam bukan ibu jarinya, Mas"


"Anak kita memang spesial. Makanya ayo bikin lagi satu biar tambah seru. Aku pengen punya bayi lagi"


Kiana langsung merebahkan diri, memeluk Kenzie dan berkata, "Mana bisa bikin lagi kalau baru beberapa menit saja Ayahnya dipanggil terus!"


Ayah sontak tertawa lirih dan berbisik, "Kamu cemburu, ya"


Kiana hanya meringis lalu memejamkan mata.


"Ah, Istriku kalau cemburu menggemaskan sekali. Sayangnya aku nggak bisa memakan kamu saat ini juga ,Sayang"


Kiana langsung membuka mata dan berkata, "Karena Mas nggak bisa bergerak, maka aku yang akan memakan Mas gimana? Mau tidak?" Kiana mengerling jahil dan tersenyum menggoda.


Kiana langsung mengusap bibir suaminya dan seketika itu juga terdengar suaranya Kenzie, "Ibu jangan sentuh Ayah! Ayah hanya milikki!"


Kiana langsung merebahkan diri kembali di atas ranjang sambil berkata, "Oke, baiklah Bos kecil. Miliki Ayah kamu sepenuhnya malam ini"


Agha kembali terkekeh geli. Lalu ia mencium kening Kiana dan kening Kenzie secara bergantian kemudian berkata, "Ayah milik semuanya. Ayah milik Ibu, milik Kenzie, dan milik banyak orang karena Ayah ini adalah Raja"


"Nggak boleh!" Kenzie langsung membuka mata dan mendelik, "Nggak! Ayah hanya milik Kenzie!"


Kiana menepuk pelan bahu suami tampannya dan berkata sambil memeluk Kenzie, "Iya, Sayang, sekarang tidur, ya, Ayah hanya milik Kenzie, iya"

__ADS_1


Agha berkata, "Maaf" Tanpa mengeluarkan suara lalu ia mencium kening Kenzie dan Kiana kembali.


Keesokan harinya, saat Kenzie pergi bermain di taman depan kamar ayahandanya setelah dimandikan oleh para dayang, Kiana yang tengah membantu Agha memakai baju dinas kerajaan, berkata, "Mas, kenapa suka banget, sih, ngejahilin Kenzie"


"Iya, lama-lama dia harus tahu kalau aku nggak bisa selalu ada di sampingnya seperti........."


Bora tiba-tiba hadir di depan Kiana dan Agha.


"Ada apa, Bora?" Tanya Kiana dengan wajah was-was.


"Ada pemberontakan dan kita butuh Jenderal Agha untuk turun ke medan pertempuran karena Jenderal muda kita telah terbunuh dan Jenderal Arya masih sakit"


"Ya, seperti ini yang aku maksud" Sahut Agha sembari melepas semua baju dinas kerjaaan dan menggantinya dengan baju zirah lengkap dengan bantuan Kiana.


Kiana menepuk dada suaminya, "Kamu harus pulang dengan selamat karena sekarang kamu punya Kenzie"


Agha memagut bibir Kiana dan seketika itu juga Bora berbalik badan lalu sambil berlari keluar dari dalam kamar junjungannya Bora berteriak, "Saya akan menunggu Anda di depan, Yang Mulia"


Ayah terpaksa melepaskan bibir Kiana dan berkata, "Aku janji akan pulang dengan cepat dan selamat. Kau tahu, kan, kalau Jendera Agha kamu ini tangguh dan tidak pernah kalah dalam Medan pertempuran"


"Iya, Mas, aku percaya. Aku dan Kenzie menunggu kamu"


"Hmm" Agha mencium kening Kiana dan setelah mendapatkan rengekan, tangisan dan drama Kenzie yang ingin ikut Ayahandanya pergi ke medan perang, akhirnya Agha berhasil melompat ke punggung kuda kesayangnnya.

__ADS_1


Kenzie sontak meronta dan menangis di dalam dekapan ibundanya sambil berteriak, kencang, "Ayah! Kenzie ingin ikut Ayah!"


__ADS_2