Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Gila


__ADS_3

Di istana Langit, Kiana terbangun dan langsung melihat dia bola mata indah suaminya tercinta.


Kiana mengusap lembut pipi Agha dengan senyum dan tatapan lebih cinta kemudian wanita cerdas yang sangat cantik itu berkata, "Mas, kenapa menatapku terus?"


Agha yang sedari Kiana membuka mata tersenyum penuh cinta berkata sambil mengusap lembut alis Kiana dan berkata, "Aku takut ketiduran dan takut terlalu lelap lalu aku tidak mendengar kamu bangun untuk meminta sesuatu. Sekarang kau ingin apa?" Agha mengecup kening Kiana lalu memeluk Kiana.


Kiana merebahkan kepalanya di atas dada bidang suaminya dan sambil memainkan jari telunjuknya di atas dada bidang itu ia berkata, "Aku cuma ingin dipeluk seperti ini. Entah kenapa mulai kemarin, ah, tidak, seminggu yang lalu aku sangat menyukai wangi tubuh kamu, Mas dan entah kenapa aku nggak mau berjauhan terlalu lama sama kamu. Aku sangat suka kau peluk seperti ini"


"Wah, anak kita romantis ternyata, ya, dia ingin terus dipeluk sama Ayahnya" Sahut Agha sambil terkekeh geli dan membelai lembut rambut panjang indah istri cantiknya.


"Lalu, aku nggak romantis?" Kiana langsung memunggungi Agha dengan kerucut lancip di bibir.


"Lho, kok, tiba-tiba ngambek?" Agha memeluk Kiana dari arah belakang lalu mengendus wangi leher Kiana, mengecupnya pelan, menyusurkan bibirnya di leher itu lalu ia memarkirkan bibirnya di pipi Kiana sambil berkata, "Tentu saja istri cantikku ini sangat romantis dan aku sangat mencintainya"


Kiana memutar badan dengan pelan dan berkata dengan senyum semringah, "Aku juga ingin terus makan strawberry" Kiana berkata sambil mengusap lembut bibir Agha.


"Ah, strawberry, ya, sebentar aku akan nanya Alvin di mana kebun strawberry-nya dan hmmmppppt!" Agha membeliak kaget karena tiba-tiba Kiana memagut bibirnya.


"Ash, kenapa digigit?" Agha tersentak kaget.


Kiana menarik bibirnya lalu berkata sambil mengusap bibir Agha, "Kan, aku udah bilang pengen makan strawberry"


"Iya, sebentar, ya, aku mau nanya ke Alvin dan........"


"Ini strawberry-nya. Aku hanya mau strawberry yang ini" Kiana berkata sambil terus mengusap bibir Agha.

__ADS_1


Agha ternganga kaget, "Hah?! Maksudnya gimana, sih, sayang, aku, kok, nggak paham?"


"Aku suka mencium kamu. Aku suka strawberry ini, manisnya bibir kamu semanis strawberry, Mas" Kiana kembali memagut bibir Agha dan Agha sontak semringah lalu meladeni kemauan istinya dengan sukaria.


Wah, kalau ngidamnya Kiana seperti ini, imanku kuat, lha, juniorku nggak bakalan kuat, nih, hiks, hiks, hiks. Batin Agha kemudian karena Kiana terus mencium bibirnya dengan liar dan rakus.


Sementara itu di dunia manusia, setelah berdiskusi panjang lebar dan cukup alot, Kenzie dan Amber sepakat menjalankan peran mereka sampai mereka bertukar tubuh kembali. Kenzie berdiam diri di kamar sambil mengikuti kursus menyulam dan membuat teh, sementara Amber duduk di singgasana untuk memimpin rapat bersama dengan para menteri dan pejabat petinggi istana.


Kenzie beberapa kali menguap karena ia tidak menyukai kegiatan menyulam dan membuat teh. Barulah sekarang ini Kenzie bisa memahami Amber, kenapa Amber suka sekali melipir dan pergi ke hutan kalau nggak berlari ke halaman belakang untuk bermain pedang. Karena kegiatan menyulam dan membuat teh benar-benar membosankan.


Sementara itu, Amber juga sama. Ia beberapa kali menguap karena kegiatan selain berjalan-jalan ke hutan dan bermain pedang, tidak ada yang menarik baginya. Amber dalam wujud Kenzie beberapa kali menguap lebar dan menyangga kepalanya dengan siku kanan. Ia bahkan sama sekali tidak mengerti apa yang dibahas dan langsung saja berkata, "Kirim saja petisi kalian ke kamarku. Aku akan berikan jawabannya besok"


Ya, begini saja beres. Biar Mas Kenzie yang baca petisinya nanti malam, lalu aku catat semua keputusannya Mas Kenzie, barulah besok aku bacakan di depan mereka. Batin Amber.


Saat Amber keluar dari dalam aula pertemuan, ia dikejutkan dengan kemunculan sosok dua orang istrinya Kenzie.


Amber dalam wujud Kenzie langsung merengut dan berkata dengan nada ketus, "Mau apa kalian kemari?"


Crystal langsung menggelungkan lengannya di lengan Kenzie dan berkata, "Saya kangen sama Yang Mulia"


"Lalu, kamu ke sini mau apa?" Amber dalam wujud Kenzie menoleh ke Kenzie yang masih berada di dalam tubuh Amber.


Crystal merengut kesal saat melihat Kenzie justru menoleh ke Amber dan mengabaikannya.


Kenzie menggerakkan kepalanya sebagai kode agar Amber memeluk Crystal sebagai gantinya. Karena dalam wujud dirinya yang sekarang Kenzie mana mungkin memeluk Crystal.

__ADS_1


Karena terbakar cemburu, Amber justru menarik lengannya dari gelungan tangan Crystal lalu ia melangkah mendekati Kenzie, menarik tengkuk Kenzie dan mencium Kenzie.


Crystal sontak berteriak, "Yang Mulia Raja! Kenapa Anda mencium Ratu?!"


Amber dalam wujud Kenzie menarik bibirnya lalu menoleh ke Crystal dan bertanya dengan wajah ketus, "Memangnya kenapa aku tidak tidak boleh mencium Ratu? Dia Istriku" Amber kemudian berlari kecil meninggalkan Kenzie dan Crystal.


Kenzie masih mematung karena tiba-tiba Amber menciumnya. Sementara Crystal mengejar Amber sambil berteriak, "Yang Mulia Raja, tunggu! Salah saya apa kenapa Anda mengabaikan saya?! Yang Mulia Raja, tunggu!"


Dan Kenzie yang masih berada di dalam wujudnya Amber langsung terduduk di atas lantai lalu selonjor dan memegang dadanya sambil bergumam, "Amber memang gila! Bisa-bisanya dia menciumku dan meninggalkan aku begitu saja. Sial! Kenapa jantungku malah berdegup kencang nggak jelas seperti ini"


Beberapa dayang langsung tergopoh-gopoh menolong Kenzie bangkit berdiri sambil berkata, "Yang Mulia Ratu, selamat, ya, sepetinya Yang Mulia Raja sudah mulai ada rasa sama Anda. Kami ikut senang karena kami tidak menyukai selir agung yang jahat itu kami lebih menyukai Anda, Yang Mulia Ratu"


Kenzie yang masih berada di dalam tubuhnya Amber sontak mendelik kaget dan bertanya, "Selir Agung jahat?"


"Iya" Sahut semua dayang.


"Benarkah? Memangnya Selir Agung sudah berbuat apa, kok, bisa jahat?"


"Anda lupa, ya, Yang Mulia Ratu, bukankah Selir Agung pernah menjegal kaki Anda dan sengaja menyakiti Anda dengan kata-kata pedasnya. Selir Agung juga sering kasar sama kami"


Seketika itu juga Kenzie yang masih berada di dalam wujud Amber mematung dan membatin, apa benar kalau Crystal sejahat itu? Ah, mumpung aku masih ada di dalam tubuh Amber, aku akan menyelidiki Crystal. Kalau dia memang terbukti jahat lalu aku harus bagaimana? Aku terlanjur berjanji padanya kalau aku hanya akan mencintainya?


Dan di dalam paviliun ratu, Crystal nekat menarik tangan Kenzie dan berteiak penuh kecemburuan, "Kenapa Anda ingkar janji, Yang Mulia!"


Amber yang masih berada di dalam tubuhnya Kenzie sontak menggeram kesal dan sambil menarik tangannya ia berkata, "Kembalilah ke paviliun kamu! Kita akan bicara nanti kalau ada kesempatan. Aku capek sekarang dan aku butuh istirahat. Jangan ganggu aku!"

__ADS_1


Crystal terpaksa berbalik badan lalu melangkah pergi dengan wajah kesal penuh amarah dan dendam.


Amber lalu bergegas masuk ke dalam kamar lalu duduk di depan meja. Setelah menenggak satu cangkir teh, Amber memegang dadanya dan bergumam, "Gila! Aku sudah gila! Arrghhh! Kenapa aku mencium Mas Kenzie tadi? Lalu, aku harus menjawab apa kalau Mas Kenzie masuk ke sini dan bertanya soal ciumanku tadi? Argghhh!!!!!! Dasar gila kau Amber!"


__ADS_2