Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Apa?!


__ADS_3

Kenzie menepuk pelan sayap Bora si burung pemangsa dan dengan mudahnya Bora si burung pemangsa itu bangun, mengepakkan sayap, dan menggelengkan kepala, lalu terbang begitu saja meninggalkan Kenzie. Burung kesayangannya Alvin, Agha dan Kiana itu langsung terbang ke istana langit untuk memberikan laporan bahwa naga putih menyerang perbatasan yang dijaga oleh ayahandanya Fandra.


Kenzie mendengus kesal dan bergumam, "Dasar burung aneh. Aku heran kenapa semuanya bisa sayang sama burung itu dan aku juga heran burung itu menyukai semua orang kecuali aku. Apa coba salahku?" Setelah menghela napas panjang, pria yang memiliki ketampanan mirip Agha itu kemudian balik ke istana. Di dalam kamarnya ia duduk di tepi ranjang dengan wajah kecewa dan seketika itu juga ia sangat merindukan Amber. Kenzie merebahkan diri tapi tidak bisa tidur dengan nyenyak.


Padahal di pondok yang ada di tepi hutan, Crystal tengah bergumul panas di atas ranjang bersama kekasih gelapnya. Dan setelah memekik puas beberapa kali, Crystal kemudian merebahkan kepalanya di dada kekasih gelapnya laku berkata, "Kakak sepupuku dan naga putih sudah memulai pemberontakan mereka. Saat kerajaan Pusat nanti hancur, di saat itulah kita menikah. Aku tidak mau anak yang ada di dalam perutku ini lahir tanpa mengetahui ayah kandungnya"


"Hmm, tentu saja. Aku sangat mencintai kamu jadi kita akan menikah sebentar lagi" Sahut kekasih gelapnya Crystal sambil mengusap lembut punggung polosnya Crystal.


Mendengar jawaban kekasihnya, Crystal langsung tersenyum puas dan bergumam di dalam hatinya, aku hanya ingin Kenzie yang menjadi ayah kandung anak ini dan aku akan membunuh kamu dengan mulus setelah semuanya selesai. Aku hanya menginginkan hidup bersama Kenzie. Aku rasa aku sudah sangat mencintai Kenzie saat ini. Maafkan aku kalau aku memanfaatkan kamu selama ini, Awan.


Sementara itu Amber dan Fandra telah sampai di benteng dan langsung bertempur melawan pasukan pemberontak di mana jenderal dari pasukan pemberontak itu menunggang naga putih. Amber dan Fandra langsung bergabung bersama Bora dan Ayahandanya Fandra. Mereka semua bertempur mati-matian mempertahankan benteng.


Pertempuran di hari pertama itu dimenangkan oleh pihak kerajaan Pusat karena pamannya Kenzie, Jenderal besar Bhadra juga ikut terjun membantu dalam pertempuran besar itu dan Bhadra berhasil melukai sayap si naga putih. Melihat naga putih terluka, jenderal dari pasukan pemberontak itu langsung mengajak mundur semua pasukannya yang masih tersisa.

__ADS_1


Amber yang berada di dalam wujud Kenzie langsung menghela napas panjang dan mengajak semuanya masuk ke dalam benteng untuk beristirahat karena besok pertempuran masih berlanjut.


Dan di istana langit, tanpa tahu apa yang terjadi di dunia manusia, Agha yang sedari pagi terus rewel karena harus tidur di dalam kemah, akhirnya bisa tertidur pulas dalam pelukan istri kecilnya. Kiana mengusap lembut kepala Agha dan bergumam lirih dengan tersenyum geli, "Katanya nggak bisa tidur. Kok, sekarang udah mendengkur keras seperti ini dan meninggalkan aku sendirian" Kiana mencium pucuk kepala Agha lalu ia memejamkan mata dengan senyum bahagia.


Di dalam kamarnya, Kenzie kembali duduk di tepi ranjang. Lalu, ia berjalan ke meja baca. Setelah bersila di depan meja baca, Kenzie menulis surat untuk Amber, kamu harus benar-benar menjaga diri kamu. Jangan lukai tubuhku! Awas saja kalau sampai kamu berani membuat tubuhku terluka parah. Awas saja kalau kau sampai berani membuat wajah tampanku ada bekas luka, nanti. Kalau sampai hal itu terjadi, aku akan menghukum kamu. Benar-benar menghukum kamu. Camkan itu! Agha kemudian melangkah keluar dari dalam kamar dan menyerahkan surat yang ia tulis itu ke kepala pengurus paviliun ratu agar kepala pengurus paviliun ratu itu mengirimkan suratnya lewat merpati pos.


Keesokan harinya, Amber yang masih berada di dalam wujud Kenzie dan tengah memberikan pengarahan ke semuanya tentang strategi penyerangan yang ada di benaknya, tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan prajurit yang berteriak, "Yang Mulia Raja! Ada surat dari Yang Mulia Ratu!"


Saat Jenderal Bora membagikan strategi perang yang ada di dalam benaknya, Amber duduk lalu ia membaca surat yang dikirim oleh Kenzie.


Amber terkekeh geli setelah membaca surat dari Kenzie tersebut dan Amber lalu bergumam lirih, "Dasar gila! Dia masih saja memuja wajah tampannya. Ya, meskipun wajahnya memang sangat tampan, sih"


Fandra yang duduk di samping Amber sontak menoleh kaget ke Amber dan bertanya, "Siapa yang Anda maksud tampan, Yang Mulia Raja? Lalu, kenap Ratu mengirimi Anda surat? Apa Ratu baik-baik saja? Apa Ratu sakit?"

__ADS_1


Amber menoleh kaget ke Fandra dan bertanya "Kenapa kamu terus menanyakan Ratu?"


"Anda, kan, sudah tahu kalau saya sangat mencintai Yang Mulia Ratu dan kita berjanji untuk bersaing secara adil untuk memenangkan hati Yang Mulia Ratu, kan?" Ucap Fandra dengan wajah serius.


Amber sontak membeku di dalam tubuh Kenzie saat ia mendengar Fandra mencintai dirinya.


Sial! Apa Yang Mulia Raja lupa kalau aku dan dia akan bersaing secara adil untuk mendapatkan hati Amber? Atau aku yang salah paham dengan sikap diamnya Yang Mulia Raja waktu itu? Gumam Fandra di dalam hatinya.


"Yang Mulia? Kenapa malah bengong? Anda dengar ucapan saya tadi, kan? Saya sangat mencintai Ratu Amber dan saya akan berjuang untuk itu"


Amber yang masih berada di dalam. Wujudnya Kenzie sontak berteriak kaget, "Apa?!"


Sedangkan di angkasa, Bora di burung pemangsa tengah terbang dengan kecepatan penuh agar bisa segera menemui Alvin, Agha, dan Kiana. Selain burung pemangsa itu sudah sangat merindukan Alvin, Agha, dan ,Kiana, ia juga melihat situasi di perbatasan semakin genting.

__ADS_1


__ADS_2