
Tiba-tiba Kiana berada di dalam sebuah kamar dan ia duduk di atas lantai sedangkan suaminya ia temukan tertidur di atas pangkuannya. Kiana tersenyum bahagia dan mengusap pipi suaminya sambil bergumam lirih, "Syukurlah kita sudah berhasil keluar dari dunia cermin dengan selamat dan Mas Agha kembali normal. Aku sangat merindukan kamu, Mas"
"Selamat Kiana. Aku akan cairkan kebekuan di dunia ini dan dunia manusia sepuluh menit lagi. Bersiap lah!"
"Terima kasih, Kek. Terima kasih banyak" Sahut Kiana dengan genangan air mata haru di kedua kelopak matanya.
"Sama-sama, Kiana. Ini juga wujud balas budi Kakek padamu karena kamu pernah menolong Kakek. Memberi makan Kakek pas Kakek kelaparan dan mengobati luka di tubuh Kakek"
"Sama-sama, Kek. Aku sayang Kakek. maukah Kakek jadi Kakeknya Kiana?"
"Tentu saja mau. Kalau kamu butuh bantuan lagi panggil saja Kakek cermin lalu tiup lah peluit yang ada di samping kiri kamu itu, maka aku akan hadir untuk menolong kamu"
Kiana mengambil peluit yang ada di samping kirinya dengan wajah penuh haru.
Tes! Tes! Dua titik air mata harunya Kiana menetes di pipinya Agha dan membuat Agha membuka kedua kelopak matanya.
Agha langsung bangun saat ia melihat istrinya meneteskan air mata. Agha menangkup wajah Kiana dan bertanya, "Hei, cantik, kenapa kau menangis?"
Kiana tertawa ringan lalu memeluk Agha dan berkata, "Ini air mata kebahagiaan, Mas. Mas Agha selamat dan baik-baik saja saat ini lalu aku mendapatkan keluarga baru seorang Kakek yang sangat baik hati. Aku sangat bahagia saat ini sampai nggak sadar aku meneteskan air mata"
Agha menarik diri lalu memegang kedua bahu Kiana, "Seharusnya aku yang berkata seperti itu. Aku tadi mencari kamu dan........Kakek? Kau bilang Kakek? Lalu di mana Kakek kamu? Kau punya Kakek selama ini? Kenapa kau tidak pernah cerita sama aku?" Agha terus nyerocos sembari mengedarkan pandangannya dan akhirnya pandangannya mengarah ke Sofie yang masih terbaring di atas lantai dan masih tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Agha lalu mengajak Kiana bangkit berdiri dan dia langsung memeluk Kiana. Dan dengan wajah yang masih kebingungan Agha kemudian bertanya sambil terus mengelus lembut rambut indahnya Kiana, "Kenapa Sofie bisa pingsan? Apa sebenarnya yang telah terjadi? Lalu di mana Kakek yang kau sebutkan tadi?"
Kiana melepaskan diri dari pelukannya Agha lalu mendongak untuk melihat wajah tampan suaminya. Perempuan cantik itu kemudian tersenyum penuh cinta dan berkata, "Aku akan ceritakan semuanya nanti, Mas. Tapi sekarang ini kita harus segera pergi ke tempat di mana Jenderal Luis berada. Aku ingin memastikan sesuatu, maka aku akan ajak kamu ke sana dan mengenalkan kalian berdua"
Agha kemudian menatap lekat wajah cantik istrinya dan dengan senyum bahagia ia mengusap lembut pipi Kiana lalu berkata, "Kamu mulai bisa berbicara dengan santai saat ini. Kamu tidak memanggilku Yang Mulia tapi Mas Agha. Lalu, kamu memakai kata aku alih-alih saya. Aku suka itu" Agha lalu mencubit dagu Kiana dengan pelan dan memagut bibir istrinya dengan gemas.
"Mas! Kenapa tiba-tiba menciumku?" Kiana menepuk dada Agha dengan rona malu di wajahnya karena kakek cermin pasti mendengar dan melihat semuanya.
Agha memagut bibir Kiana sekali lagi lalu berkata, "Entahlah kenapa aku merasa kalau aku belum cukup puas mencium kamu. Kita pergi ke kamar kita dulu aja, yuk! Aku merasa belum cukup puas mencium kamu"
Kiana semakin memerah wajahnya karena malu pada kakek cermin. Lalu ia menepuk dada suami tampannya dengan pelan sambil berkata, "Kalau kita ke kamar kita dulu, maka kita tidak akan pulang-pulang ke dunia manusia"
"Kyaaaaa! Mas! Kenapa Mas membopongku?" Kiana menatap Agha dengan senyum dan wajah kaget.
Agha mencium kening Kiana lalu berkata, "Karena kata Sofie kamu pingsan. Aku nggak mau kamu kenapa-kenapa lagi jadi aku bopong kamu sekarang ini"
Kiana terkekeh geli lalu ia menyusupkan wajah di leher suaminya dan berkata di sana, "Aku sangat mencintaimu, Mas"
"Aku juga" Agha mendaratkan ciuman di pucuk kepalanya Kiana lalu melangkah lebar keluar dari kamar Sofie dan langsung langsung melesat terbang saat langkah kakinya berhenti di atas rumput.
Alvin yang tengah berlari menuju ke kamarnya Sofie, langsung melesat terbang mengikuti Agha saat ia melihat Agha terbang sambil membopong Kiana.
__ADS_1
"Mau ke mana Agha dan Kiana? Tapi syukurlah Kiana tidak kenapa-kenapa? Lalu bagiamana dengan Sofie? Kenapa Sofie tidak keluar dan menyusul Agha? Ah, bodo amat dengan Sofie. Aku akan menyusul Agha dan Kiana dulu" Gumam Alvin sambil terus terbang mengikuti arah terbangnya Agha Caraka.
"Oh, mereka ke tempatnya Paman Luis ternyata. Apa Kiana mengira aku sudah ada di tempatnya Paman Luis saat ini makanya ia mengajak Agha ke sini?" Ucap Alvin sambil mengekor langkah Agha dan Kiana.
Jenderal Luis langsung bangkit berdiri saat ia melihat Kiana dan Jendral Luis menoleh ke Agha dengan wajah penuh kecemburuan, "Kau pasti raja Alaric suami barunya Sofie. Untuk apa kau kemari, hah?!"
Kiana tersentak kaget melihat Jenderal Luis tidak menyambut dengan hangat kedatangan suaminya.
Agha langsung mendelik kesal, "Hei! Enak aja kau bilang kalau aku suami barunya Sofie, cih! Siapa yang sudi jadi suaminya wanita aneh dan kejam itu. Hanya pria bodoh yang mau menikah dengannya"
"Kau!" Jenderal Luis langsung melompat dan mencekal kerah bajunya Agha. Dia merasa terhina Agha berkata seperti itu karena dia adalah suami sahnya Sofie.
Agha refleks menarik tangan Jenderal Luis lalu mendorong Jenderal Luis sambil berkata, "Namaku Agha Caraka. Aku hanya menikah sekali dan hanya mencintai satu wanita kini, nanti, dan selama-lamanya" Agha lalu menarik Kiana masuk ke dalam pelukannya dan Kembali berkata, "Wanita cantik dan baik hati ini lah Istriku. Bukan Sofie, cih!"
Saat Jenderal Luis hendak melangkah maju sambil mengepalkan kedua tangannya, Kiana langsung melepaskan diri dari pelukan hangat suaminya sambil berteriak, "Jangan Jenderal! Suami saya tidak tahu apa-apa jadi maafkan segala ucapannya"
Namun, karena sudah terlanjur tersulut amarahnya, Jenderal Luis tetap melangkah maju untuk mendaratkan bogem mentah di wajahnya pria tampan yang mengaku bernama Agha Caraka.
Agha langsung menggeser Kiana ke samping sambil berkata dan mendelik ke pria yang bernama Jenderal Luis, "Kau sehat saja aku yakin kalau kau bukan lawanku apalagi saat ini kau memakai tongkat. Kau yakin masih mau melawanku?"
Alvin langsung melompat dan berdiri di tengah-tengahnya Agha dan Luis sambil berteriak, "Hentikan kalian berdua!" Alvin lalu menahan dada Agha dan Luis.
__ADS_1