
Di saat kelurga Agha, keluarga Bora, dan anak gadis cantik yang bernama Crystal tengah asyik bermain petak umpet, tiba-tiba terdengar suara teriakannya Adyaksa, "Tunggu! Aku, Debi, dan Amber juga ingin ikut bermain petak umpet"
Kiana sontak berarti memeluk Debi lalu berjongkok untuk mencium Amber dan berkata, "Ayo langsung bergabung saja!"
Amber yang selalu ingin menempel sama Kenzie langsung berlari mendekati Kenzie dan Crystal langsung menyikut Amber ketika Kenzie tengah berjaga dan berhitung, "Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh" Kenzie berputar badan dan dikejutkan dengan wajah cantiknya Crystal. Di saat Kenzie masih melongo kaget, Crystal langsung menepuk batang pohon sambil berkata, "Aku menang"
Kenzie sontak melayangkan protes, "Kenapa kamu nggak sembunyi seperti yang lainnya?"
"Aku sembunyi tadi" Sahut Crystal dengan wajah tak berdosa.
"Kapan kamu sembunyi?" Kenzie masih menyemburkan protes.
"Aku sembunyi di belakang kamu, kan, tadi. Menurutku itu juga termasuk sembunyi" Sahut Crystal dengan senyum penuh kemenangan saat ia melihat Kenzie menghela napas panjang dan berkata, "Oke, baiklah. Kamu menang. Sekarang jaga markas ini aku akan mencari yang lainnya"
"Hmm" Sahut Crystal dengan senyum lebar.
Tanpa Kenzie ketahui, Amber tengah berjongkok kesakitan. Sikutnya berdarah terkena ranting pohon saat Crystal menyikut dirinya dan ia terjatuh di atas pantatnya.
Amber meniup sikunya yang terasa sangat perih dan bergumam di dalam hatinya, Kenapa dia tidak mengijinkan aku dekat-dekat dengan Putra Mahkota Kenzie? Kenapa dia jahat banget, ya?
Amber yang lembut, halus, dan sedikit pendiam seperti ibundanya terus berdiam diri di tempat ia bersembunyi sambil terus meniup lukanya.
Kenzie akhirnya berjongkok di depan Amber dan Amber langsung menutup menarik turun lengan bajunya yang panjang untuk menutupi luka di sikutnya. Tapi, terlambat. Kenzie terlanjur melihatnya, "Amber, siku kamu kenapa? Lengan baju kamu juga robek?"
Amber yang tidak suka mencari keributan, hanya menggelengkan kepala sambil berkata, "Saya nggak apa-apa, Putra Mahkota"
"Nggak apa-apa bagaimana? Lengan baju kamu ada darahnya. Coba aku lihat"
Amber refleks menutupi sikutnya dan kembali berkata,"Saya tidak apa-apa, Yang Mulia"
Kenzie menghela napas panjang lalu ia bangkit berdiri sambil berteriak, "Ibu, Bibi! Amber terluka!"
Kiana, Agni, dan Debi sontak berlari kencang ke Kenzie lalu mereka bertiga berjongkok di depan Amber dan bertanya secara bersamaan dengan napas terngah-engah, "Di mana luka kamu?"
Melihat ibundanya datang dan tampak khawatir, Amber langsung berkata, "Cuma luka ringan di siku tangan kanan saja, kok, Ibu. nggak parah"
Kiana langsung merobek lebih luas lengan baju Amber sambil berkata, "Maafkan Tante Ratu ya, tapi, Tante Ratu harus melakukannya untuk memeriksa luka kamu"
__ADS_1
Amber mengangguk dan tersenyum lalu berkata, "Baik, Tante Ratu"
Kiana tersentak kaget, "Kenapa bisa sedalam ini dan kamu kuat menahannya? Ini cukup dalam"
Saat Kiana menoleh ke Kenzie, Kenzie langsung berlari sambil berteriak, "Aku tahu, Ibu. Aku akan ambilkan kotak obatnya Ibu"
Sementara itu Crystal langsung menghilang tanpa pamit.
Sesampainya di depan ibundanya, Crystal langsung kena tampar ibundanya, "Kenapa balik? Mereka belum balik ke istana, tapi kenapa kamu udah balik ke sini?"
"Ka.....karena Crystal tanpa sengaja membuat luka anak gadis, Ibu" Crystal langsung menunduk dan mengusap pipinya.
"Dasar bodoh! Kita pulang kalau gitu" Delima langsung mengajak Crystal masuk ke dalam air untuk kembali ke istana mereka.
Sementara itu, setelah Kiana memperban lukanya, Kenzie memberikan permen cokelat ke Amber, "Makanlah permen ini biar berkurang rasa sakitnya"
"Terima kasih, Putra Mahkota Kenzie"
"Sama-sama" Sahut Kenzie sambil mengedarkan pandangannya.
"Crystal. Kok, dia hilang? Apa Ibundanya sudah menjemputnya tadi?" Tanya Kenzie.
"Iya, kali. Udah ayo kita makan bersama dulu lalu balik ke istana" Sahut Agni
Acara makan siang bersama di warnai canda tawa setelah itu bapak-bapak asyik memancing lalu membakar pancingan mereka dan mereka nikmati sambil melihat sunset.
Amber terus melirik Kenzie. Entah kenapa Amber ingin selalu menempel pada Kenzie dan senang sekali melirik Kenzie.
Debi menyenggol bahu Kiana dan berbisik, "Ratu, maafkan Amber kalau Amber selalu melirik Putra Mahkota Kenzie"
Kiana menepuk pelan Debi dan berbisik, "Aku memang udah diam-diam mengatur perjodohan Amber dan Kenzie. Paman Adyaksa ternyata anak angkat Bibinya Mas Naga. Jadi, aku rasa Kenzie dan Amber bisa menjalani perjodohan karena tidak ada ikatan saudara"
Debi tersenyum dan berkata, "Saya sangat berterima kasih, Ratu"
Agni yang bisa mendengarkan bisikannya Kiana langsung ikutan berbisik, "Aku setuju. Amber gadis yang manis dan lembut. Kenzie lebih cocok sama Amber. Udah nggak usah melirik gadis yang lainnya lagi"
Kiana, Debi, dan Agni sontak terkekeh geli secara bersamaan.
__ADS_1
Kenzie tengah asyik makan ikan panggang karena dia memang sangat menyukai segala sesuatu yang gurih dan asin sama persis seperti Agha. Kenzie tidak menyadari kalau Amber terus memperhatikannya dan Kenzie memang tidak pernah tahu kalau Amber selalu memperhatikannya dalam diam
Tiba-tiba Rosa, anaknya Agni dan Bora berteriak, "Ibu, Bibi Ratu, Paman Raja, Kak Kenzie menyikut aku!"
Kenzie sontak menoleh ke Rosa yang sedari tadi duduk di sampingnya dan Kenzie langsung berkata, "Astaga! maafkan aku! Aku nggak sengaja, Rosa"
Rosa langsung bersedekap dan memalingkan muka.
Agni langsung berteriak, "Hei, Rosa! Kakak sepupu kamu udah meminta maaf. Kenapa tidak kamu maafkan?"
"Nggak mau! Dia tidak memahami perasaanku huh!" Rosa semakin melengos.
Bora langsung menyeletuk, "Maafkan Rosa, Yang Mulia. Dia mirip sekali dengan Agni"
"Iya, Suamiku, kalau yang jelek-jelek milik aku, oke!" Teriak Agni.
Semua sontak tertawa mendengar teriakannya Agni.
Lalu, Agha menarik Kiana untuk ia pangku dan langsung kaget saat ia mendengar ucapannya Kenzie.
"Ya, udah kalau kamu anggap aku nggak memahami perasaan kamu, ya, ngambek aja terus" Kenzie berucap sambil asyik memakan ikan panggang yang keempat.
Kiana sontak menoleh ke Arah dan Agha langsung mendelik ke Kiana sambil bergegas berkata, "Iya, yang jelek-jelek mirip aku"
Semua kembali melepaskan tawa mereka.
Semua rombongan tiba di istana tepat jam delapan malam dan mereka semua langsung pamit untuk menuju ke paviliun mereka masing-masing.
Kenzie yang tidur di dalam dekapan ayahnya, langsung Agha rebahkan di atas ranjang dengan perlahan. Lalu, Agha membopong Kiana dan langsung berlari ke kamar mandi. Agha langung mengunci pintunya dan Kiana sontak berkata, "Kalau Kenzie tiba-tiba bangun dan mencari, Mas, gimana? Kenzie, kan, nggak bisa lepas dari Mas"
"Nggak akan. Dia tidurnya nyenyak banget. Kita selesaikan dulu urusan kita yang tertunda Kiana" Bisik Agha sambil mendekap Kiana dan menyusupkan wajahnya ke leher Kiana.
"Urusan apa?"
Agha mengigit pelan leher Kiana dan berbisik di telinga kIana, "Bikin adik cewek untuk Kenzie" Dan Agha langsung memainkan jarinya di lembah kenikmatan dan bibirnya asyik bermain di atas bibir istri kecilnya.
Aaahhhhh!!!!! Malamku bakalan panjang,nih.
__ADS_1