
Kenzie sontak berlari keluar lalu terbang menyusul Amber. Kenzie berteriak kencang sebelum Amber menghentak perut Thunder, "Jangan berduaan terus dengan Fandra!!!!!! Ingat itu!!!!!! Jangan terus berdekatan dengan Fandra!!!!!!!!!"
Fandra sontak menoleh ke junjungannya lalu bertanya, "Kenapa Yang Mulia Ratu melarang saya berduaan dengan Anda?"
Amber menghentak perut Thunder sambil berkata, "Abaikan saja dia!"
Amber kemudian bergumam kesal di dalam hatinya, kenapa Yang Mulia Raja berteriak nggak jelas begitu dengan memakai mulutku? Sial! Semua orang menatapku aneh tadi. Huffttt! Sabar Amber, sabar!!!!!!
Melihat Thunder berlari kencang, Kenzie kembali berteriak, "Ingat semua pesanku!!!!!!! Kalau tidak aku akan menghukum kamu!!!!!!!"
Fandra menoleh ke junjungannya dengan tanya, "Ada apa dengan Yang Mulia Ratu, Raja? Kenapa Ratu berani berteriak dan mengancam Anda?"
"Abaikan saja dia!" Sahut Amber yang masih berada di dalam tubuh Kenzie.
Kenapa Mas Kenzie berteriak seperti itu? Apa Mas Kenzie cemburu sama Fandra? Tapi, kenapa cemburu? Ah, jangan berpikir berlebihan, Amber. Batin Amber sambil terus menghentak perut Thunder.
Kenzie dalam wujud Amber berbalik badan dengan wajah sedih dan heti campur aduk. Saat pria Ramlan itu berbalik badan, ia dikejutkan dengan kemunculannya Crystal.
__ADS_1
Kenzie lalu berjalan melintasi Crystal. Entah kenapa wajah cantik dan tubuh molek Crystal sudah tidak membuatnya tertarik dan bergairah lagi.
Crystal menahan lengan ratu Amber sambil menggeram, "Kenapa Ratu tidak bilang kalau Yang Mulia Raja pergi berperang secara dadakan? Saya belum sempat memeluk dan menyemangatinya. Anda sengaja, ya, Ratu?"
Kenzie menarik lengan yang berada di dalam cekalan tangan Crystal sambil menggeram, "Jangan sentuh lengan Amber dengan tangan kotormu itu!"
Crystal tersentak kaget dan sontak bertanya, "Apa maksud Anda, Ratu?"
Crystal berbicara dengan nada sopan dan menahan diri untuk tidak menampar Amber karena di sekelilingnya masih berdiri beberapa pejabat kerajaan Pusat.
Kenzie mendengus kesal lalu melesat pergi meninggalkan Crystal tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Melihat suaminya tersentak kaget lalu mematung, Kiana duduk di pangkuan suaminya lalu merangkul leher kokoh suaminya dan berkata, "Ayolah, Sayang. Kita tidur di dalam tenda berdua saja. Lalu, aku ingin kita bangun pagi dan memasak di depan api unggun di tepi danau"
"Sayang, kamu sedang hamil. Lebih baik kita di dalam rumah saja, lebih aman dan lebih nyaman, hmm" Agha mengusap lembut pipi Kiana lalu ia kecup kening Kiana.
"Mas, ini kemauan anak kita" Kiana langsung mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
Agha mengecup bibir Kiana dan berkata, "Sayang, aku udah bosan hidup di perkemahan dan nggak mau mengulanginya lagi"
"Mas mau kalau anak kita ileran?" Kiana langsung menarik gelungan tangannya dari leher kokoh Agha.
Agha tersenyum lalu ia membopong Kiana dan berkata sambil bangkit berdiri, "Oke, ayo kita berkemah"
Kiana memekik riang dan memeluk leher kokoh Agha sambil menciumi wajah tampan suaminya.
Agha memasukkan kasur lipat yang tebal, memasukkan semua peralatan dapur lengkap, dan baju lengkap tidak lupa membawa selimut tebal.
"Mas, kita mau kemah apa pindahan rumah?" Tanya Kiana sambil terkekeh geli.
Agha mengecup bibir Kiana dan berkata, "Kalau mau kemah sama aku, kamu harus nurut sama aku. Apalagi saat ini kamu lagi hamil, jadi aku melengkapi semua keperluan kamu dan bayi kita"
Kiana langsung memeluk suaminya dan berkata, "Baiklah. Istri kamu ini akan menuruti suami tercintanya"
Agha tersenyum senang dan langsung menciumi wajah cantik istri kecilnya dengan penuh cinta.
__ADS_1
Setelah naik ke kereta kuda, Agha langsung memeluk Kiana, membelai lembut rambut indah istri kecilnya sambil berkata, "Aku bawa kasur angin yang empuk dan tinggi jadi tidak akan ada binatang melata apapun baik ke kasur kita nanti. Terus, kau juga bawa obat serangga, aku juga bawa banyak sekali bahan makanan dan buah kesukaan. Wanita hamil, kan, selalu lapar dan......hmpptthhh!"
Kiana langsung memagut bibir suaminya karena gemas dengan sikap posesif suaminya.