Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Mematung


__ADS_3

Ibundanya Kiana langsung duduk bersila dan Agha sontak mengikuti langkah ibu mertuanya sambil bertanya dengan sikap dan nada sopan, "Kenapa Ibu duduk bersila di atas tanah?"


"Tentu saja mu bercerita" Sahut Ibundanya Kiana dengan wajah santai.


"Bercerita? Tapi, Kiana......." Agha menoleh ke belakang"


"Kiana baik-baik saja di dalam sana. Aku akan ijinkan kalian bertemu lagi setelah aku selesai bercerita"


Agha mengarahkan pandangannya ke depan lalu berkata, "Baiklah, Ibu. Saya lihat Kiana sudah tenang. Saya siap mendengar cerita Anda, Ibu"


"Baiklah. Aku mulai bercerita. Kamu ingat tabib kejam yang menculik kamu, menyekap kamu selama berhari-hari di tempat lembab itu, kan?"


"Iya. Saya mengalami trauma sangat berat dan selalu bermimpi buruk, kejadian itu tertanam erat di benak saya. Kiana yang menghilangkan trauma itu. Senyum Kiana, kelembutan Kiana, dan cinta Kiana yang menyembuhkan trauma saya. Kiana wanita yang sangat luar biasa, Ibu. Saya sangat mencintainya" Agha menoleh ke belakang dan mengulas senyum di wajah tampannya. Kiana membalas senyuman Agha dengan senyum cantiknya dan Kiana berteriak kencang, "Aku mencintaimu, Mas"


Agha yang tidak bisa mendengar suaranya Kiana dan hanya bisa melihat ekspresinya Kiana, melebarkan senyumannya dan kembali mengarahkan pandangannya ke depan saat Ibundanya Kiana berkata, "Aku harap kamu akan tetap mencintai Putriku setelah kamu mendengar keseluruhan cerita di masa lalu"

__ADS_1


Agha menatap ibu mertuanya wajah penuh tanda tanya.


"Aku akan teruskan ceritaku"


Agha hanya bisa menganggukkan kepala dengan wajah penuh tanda tanya.


"Tabib kejam itu dikabarkan sudah mati, kan? Tapi, dia masih hidup. Tabib kejam itu bernama Alzam. Dia menikah dengan Dewi naga tapi Dewi naga itu mati karena darahnya diambil sama Alzam dan diekstrak menjadi racun dengan tujuan menciptakan tentara naga hitam yang tak terkalahkan karena dia ingin menjadi jenderal paling hebat"


"Dia kejam sekali. Dia bahkan tega membunuh Istrinya sendiri" Sahut Agha.


Agha tersentak kaget dan sontak menyemburkan, "Maafkan Agha Ibu, apakah Ibu bisa mengulangi perkataan Ibu tadi? Saya kurang bisa mencerna perkataan Ibu barusan"


Ibundanya Kiana langsung berkata, "Tabib kejam itu ayah kandungku"


Agha terpaku dan membisu seketika itu juga.

__ADS_1


"Dan bukan hanya itu kekejamannya. Dia yang menyuntik racun ke tubuh mendiang Ratu, Ibunda kandung kamu, Agha. Dan aku ada di sana saat itu. Aku diam karena aku masih sangat muda dan sebagai anak, aku ingin melindungi Ayahku. Aku diam di awal tapi kemudian aku tersadar dan ingin melaporkan ke Yang Mulia Kaisar dengan bukti yang aku punya, namun pada akhirnya aku berlari sembunyi karena aku masih muda dan takut karena permaisuri yang sekarang ini, ingin membunuhku kala itu. Tujuh tahun kemudian aku melahirkan Kiana dan meninggalkan Kiana untuk bersembunyi karena permaisuri yang sekarang ini masih terus mengejar dan masih ingin membunuhku"


Agha seperti patung seketika itu juga. Saking terkejutnya mendengar keseluruhan cerita dari ibundanya Kiana, Agha tidak tahu harus bagaimana. Dia mencintai Kiana, iya, dia sangat mencintai Kiana. Tapi Kenyataan kalau Kiana cucu dari tabib kejam yang telah menculik, menyekap, menyuntik dia dan merubah dia menjadi naga hitam, sampai dia mengalami trauma berat, membuat otak Agha membeku. Fakta lainnya yang baru ia dengar semakin membuatnya mematung karena ternyata ibu kandungnya dibunuh oleh tabib kejam itu.


"Aku menunggu keputusan kamu, Agha. Kalau kamu mau meninggalkan Kiana, maka lebih baik kau pergi sekarang juga tanpa berpamitan pada Kiana. Biarkan Kiana mengalami sakit hati dan kecewa padamu, agar dia bisa melupakan kamu dengan lebih mudah" Ibundanya Kiana menatap Agha dengan wajah datar.


Rasa kecewa, kesedihan, dan amarah, bercampur aduk di dalam hati dan bergejolak hebat di setiap nadi darahnya. Agha mengepalkan kedua tinjunya dan menatap ibu mertuanya dengan sorot mata ambigu.


"Tinggalkan Kiana sekarang juga kalau kamu tidak bisa menerima kenyataan ini"


Agha bangkit berdiri dengan perlahan dan berbalik badan untuk menatap Kiana. Tanpa Agha sadari air mata menetes di pipinya dan semakin menderas air mata itu.


Kiana sontak berlari mendekati cahaya biru dan berteriak, "Kenapa Mas Agha menangis! Kenapa, Mas! Kenapa Mas Agha menangis?!"


Agha yang tidak bisa mendengar suaranya Kiana hanya bisa menatap Kiana dengan sorot mata sendu dan air mata semakin menderas di wajah tampannya.

__ADS_1


__ADS_2