Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Amber dan Kenzie


__ADS_3

Agha dan Kiana sampai di kerajaan langit dan langsung disambut meriah di sana. Alvin sangat bahagia karena pada akhirnya dia bisa hdup bersama dengan Agha dan Kiana kembali. Alvin tidak akan merasa kesepian lagi.


Agha dan Kiana diberikan pulau pribadi di kerajaan Langit dan diberikan kebebasan untuk mengunjungi Alvin kapan pun dan di mana pun.


Sesampainya di pulau pribadi tersebut, Agha membopong Kiana lalu terbang ke dalam rumah yang sangat besar dan mewah. Agha dan Kiana langsung disambut oleh para dayang. Naga mengabaikan sambutan itu dan terus melesat membopong Kiana menuju ke kamar pribadi mereka.


Saat Agha menutup pintu kamar pribadinya dengan tumit kaki dan hendak memagut bibir Kiana, Kiana menahan dada Agha dan berkata, "Sayang, kenapa Alvin belum menikah? Jangan-jangan Alvin tidak menyukai wanita dan dia menyukai kamu, Sayang"


Agha sontak bergidik ngeri dan langsung berkata, "Aish! Ngaco kamu! Mana ada Alvin menyukai aku. Mungkin Alvin cuma belum menemukan pasangan yang tepat saja"


"Ah, iya, mungkin kamu benar"


Lalu, Agha memagut bibir Kiana dan terus mendorong Kiana sampai Kiana jatuh rebah di atas empuknya kasur mewah dan Agha langsung melancarkan serangan mematikannya.


Sementara itu, di dunia manusia, tepatnya di kerajaan Pusat, pertama kali yang dilakukan oleh Kenzie setelah pemuda tampan itu menjadi raja di Kerajaan Pusat adalah menghapus peraturan tentang larangan memiliki selir karena Kenzie ingin menikah dengan Crystal setelah Crystal pulang dari pengasingan.


Sedangkan Amber hanya bisa berdiam diri dan terus berlatih pedang untuk membunuh keinginannya menikmati malam pertama bersama suaminya yang belum ia dapatkan semalam. Amber yang sejak kecil pendiam dan introvert tumbuh menjadi gadis yang periang, murah senyum, dan pandai bermain pedang karena didikan Kiana. Amber juga menyukai tanaman herbal dan Kiana pun mengajari Amber sampai gadis berwajah imut dan manis itu mewarisi kepandaian Kiana dalam meracik obat.

__ADS_1


"Aku tahu aku ini kalah cantik sama Crystal. Tapi, aku, kan, Istri sahnya raja. Aku ini ratu, tapi malangnya aku tidak dicintai oleh raja dan raja tidak mau menyentuhku di malam pengantinku" Gumam Amber sambil menggerakkan pedangnya..


Karena bosan bermain pedang dan Kenzie selaku mengacuhkannya, maka Amber memutuskan untuk berganti baju dan melompat ke punggung Thunder untuk pergi ke dalam hutan mengumpulkan tanaman obat.


Kenzie sampai di paviliunnya di jam lima sore dan menggeram kesal saat para dayang memberikan laporan ke Kenzie, "Ratu pergi berkuda sejak tadi pagi, Yang Mulia"


Kenzie kemudian mandi dan menunggu Amber di taman yang ada di depan kamar pribadinya sambil minum teh dan membaca buku.


Jam delapan malam, Amber berdiri di depan Kenzie dan berkata, "Selamat malam, Yang Mulia Raja"


"Kenapa baru pulang?"


"Hei! Apa maksud ucapan kamu, hah?! Kamu menyindirku?"


"Saya tidak berani, Yang Mulia Raja. Emm, saya permisi mau ke dalam dan mandi" Amber menekuk lututnya lalu pergi meninggalkan Kenzie.


Kenzie sontak memutar badan mengikuti arah perginya Amber dengan mengerutkan keningnya dan bergumam, "Dasar.cewek liar. Tapi, kenapa dia bisa tumbuh liar seperti itu, ya? Pas kecil dia pendiam dan penurut?"

__ADS_1


Kenzie kemudian masuk ke dalam untuk berkata, "Ayo kita makan"


"Saya sudah kenyang makan buah-buahan di hutan. Saya akan tidur saja. Emm, malam ini giliran saya yang tidur di ranjang, kan? Saya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas saya untuk bisa tidur nyaman di ranjang. Permisi, Yang Mulia"


Kenzie menggeram kesal dan sontak berteriak saat ia melihat Amber berbalik badan dan melangkah pergi meninggalkannya, "Hei! Amber! Aku ini Suami kamu! Kamu harus menemani aku makan!"


Amber menghentikan langkahnya lalu ia berkata dengan memunggungi Kenzie, "Saya rasa saya belum sepenuhnya menjadi Istri Anda karena Anda belum melaksanakan kewajiban Anda sepenuhnya" Amber kemudian melanjutkan langkahnya lalu gadis manis dan imut itu melompat ke ranjang dengan telungkup dan menghela napas panjang di atas bantal.


Kenzie sontak terdiam mematung dan bergumam lirih, "Ya, mana bisa aku melakukan itu kalau aku tidak mencintaimu, Amber"


Agha sontak memekik kaget, "Astaga! Kenapa Kenzie menghapus larangan memiliki selir?"


"Hah?! Kiana sontak bangun dan melilitkan selimut di tubuhnya yang masih polos setelah pergulatan panasnya dengan Agha.


"Iya, Sayang. Bora si burung pemangsa membawakan laporan ke sini dari Bora Jenderal kita"


"Wah, nggak bener,nih, aku akan terus mengawasi Anakku itu"

__ADS_1


"Hei! Dia anakku juga, Sayang"


"Ah, iya, maksudku anak kita, Mas" Kiana meringis di depan Agha.


__ADS_2