Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Ucapan Terima Kasih


__ADS_3

Sementara itu tidak dinyana dan tidak diduga, Putra Mahkota Adnan nekat pergi ke kediaman Caraka. Dia tetap ingin memberikan makanan enak dan mewah yang dia bawa dari dalam istana ke Kiana.


Ibundanya Agha menyambut kedatangan putra mahkota dengan tangan terbuka. "Selamat datang, Yang Mulia. Kenapa Anda tidak memberikan kabar terlebih dahulu? Saya, kan, bisa menyiapkan makanan kesukaan Anda, Yang Mulia Putra Mahkota"


Adnan tersentak kaget dan sambil mengusap kumisnya pria yang tak kalah tampan dan gagah dengan Agha itu bertanya, "Bibi tahu ini saya?"


"Tentu saja tahu"


"Tapi, kenapa Bibi bisa tahu? Saya memakai kumis dan memakai baju bangsawan biasa.


"Saya mengenali Anda dari bola mata Anda dan dari wangi Anda, Putra Mahkota"


"Wah, Bibi ternyata memiliki indra penglihatan dan penciuman yang tajam. Emm, kalau begitu saya lepas saja kumis saya, kan, udah nggak berguna lagi kumis ini, hehehehe" Adnan tersenyum geli dengan sendirinya sambil melepas kumis palsu yang menempel lekat di bawah lubang hidungnya.


Ibundanya Agha tersenyum lebar lalu berkata, "Silakan duduk Putra Mahkota. Pelayan saya sedang menyiapkan teh dan camilan favorit Anda"


Putra mahkota Adnan duduk sambil mengibaskan tangannya dan berkata, "Nggak usah repot-repot, Bi! Saya ke sini karena saya ingin bertemu dengan menantu Bibi, Kiana. Apa dia ada di rumah?"


Ibundanya Agha sontak menautkan kedua alisnya dan segera bertanya, "Kenapa Anda ingi. bertemu dengan menantu saya, Yang Mulia?"


"Hahahahaha. Jangan panik dan menatap saya seperti itu, Bi. Kiana adalah teman saya. Dia sudah menikah dengan Kakak sepupu saya, Kak Agha. Saya ke sini untuk mengucapkan selamat atas pernikahan mereka sekalian membawakan makanan dan buah-buahan segar dari dalam istana"


"Wah! Terima kasih banyak atas perhatiannya Yang Mulia Putra Mahkota Adnan. Tapi, sayangnya baik Agha maupun Istrinya belum kembali dari istana. Apa Anda tidak berpapasan dengan mereka di istana tadi?"


Adnan menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Kalau begitu saya akan menunggu mereka pulang, boleh, kan, Bi?"


"Tentu saja boleh" Sahut Ibundanya Agha dengan senyum semringah.


Adnan tersenyum lebar di depan Ibundanya Agha, namun di dalam hatinya pria tampan itu bertekad akan merebut Kiana dari Agha bagaimana pun caranya. Karena ia merasa kalau Agha tidak akan pernah bisa membahagiakan Kiana. Hanya dirinya lah yang bisa membahagiakan Kiana.


Itulah nasib yang harus diterima oleh Kiana. tanpa ia sadari dirinya telah membuat tiga pria tampan dan hebat jatuh hati padanya. Ketiga pria itu adalah Agha si pria.gunung es dan berhati besi yang terkenal kejam, Adnan si pria ramah dan murah senyum, namun manja dan memiliki sifat licik seperti mamanya dan yang terlahir adalah Adyaksa si pria yang murah senyum, ramah, sabar dan baik hati. Siapakah yang akan dicintai oleh Kiana nanti? Yuk, kita lanjutkan dulu kisahnya, hehehehe.


Dan di dalam kereta kuda yang tengah melaju pelan menuju ke kediamannya Caraka, terjadi peristiwa yang tidak terduga.


Agha memegang perutnya saat ia merasakan perutnya mulai terasa begah. Jenderal gagah yang memiliki mental baja dan tidak pernah kalah di Medan perang itu bergumam di dalam hatinya, sial! Kenapa perutku begah di saat yang tidak tepat? Untung saja ini bukan di Medan perang. Aku, kan, lagi kesal dan pengen ngambek, kok, malah dapat begah. Sial!


Kiana mengelus tulang ekornya sambil terus melihat suaminya yang masih memalingkan muka.


Kenapa dia marah? Seharusnya aku, kan, yang marah karena ia dengan seenaknya membopongku lalu menjatuhkan aku di kereta kuda, huh! Dasar pria aneh. Batin Kiana.


Begah di perut Agha semakin menjadi-jadi dan membuat si pemilik rasa begah itu meringis dan di pelipisnya mulai tampak buliran keringat dingin. Tanpa Agha sadari ia meremas perutnya dan meringis kesakitan.


Sial! Sepertinya asam di lambungku pun meningkat saat ini. Kenapa aku nekat makan makan sembilan tusuk manisan kolang-kaling setelah sarapan tadi. Demi apa coba? Yang ada cuma dapat perut begah dan asam lambung meningkat, cih! Batin Agha sambil terus meringis.


Kiana melihat ada yang aneh pada Agha. Gadis berperawakan kurus dan kecil itu melihat ada buliran keringat menetes dari pelipisnya Agha, ia juga melihat Jenderal tampan yang duduk di depannya itu tengah meringis sambil meremas perut.


Kiana sontak meraih tangan Agha untuk memeriksa pergelangan tangan Agha.


Agha tesentak kaget dan langsung mengibaskan tangannya sambil berteriak, "Jangan sentuh aku!"

__ADS_1


Kiana yang sedari tadi menahan kekesalannya tanpa sadar ikutan berteriak, "Saya juga tidak ingin menyentuh Anda! Saya hanya ingin memeriksa Anda!"


Agha menoleh tajam ke Kiana dan pria tampan itu menggeram, "Nggak perlu!"


Namun, Kiana yang memiliki sifat keras kepala dan pantang menyerah itu nekat melompat ke bangkunya Agha dan menyentuh pergelangan tangan Agha sambil berkata, "Seharusnya luka di perut Anda sudah nggak papa. Tapi, kenapa Anda meringis kesakitan dan.......oh! Ternyata perut bagian dalam Anda yang bermasalah. Apa yang Anda rasakan?"


Agha menoleh ke Kiana dengan sorot mematikan dan pria itu menarik tangannya dengan menggertakkan gerahamnya lalu menggeram, "Aku sudah bilang, kan, jangan sentuh aku!"


Alih-alih merespons kekesalannya Agha, Kiana justru berkata, "Kalau tidak salah asam lambung Anda meningkat" Kiana memukul badan kereta kuda sambil berteriak, "Hentikan keretanya!"


Saat kereta kuda berhenti, Bora langsung melompat ke kereta kuda dan menyibak tirai, "Ada apa dengan Yang Mulia, Nyonya muda?"


"Jangan panik! Yang Mulia asam lambungnya naik dan itu nggak berbahaya. Tolong beli air putih hangat segera!" Sahut Kiana dengan wajah santai.


"Baik, Nyonya muda" Bora segera melompat turun dari atas kereta kuda dan berlari untuk membeli air putih hangat.


Agha menatap Kiana dengan dingin dan berkata, "Kenapa kau menolongku?Bukankah kau sudah punya kekasih dan nggak akan peduli lagi sama Suami kamu"


Kiana menatap Agha dan bertanya dengan kerutan di kening, "Kekasih? Saya belum pernah punya kekasih"


"Lalu, Kak Adyaksa tadi, kenapa kalian........"


"Ini Air putih hangatnya Nyonya Muda" Bora muncul dadakan dengan wajah panik dan membuat Agha dengan sangat terpaksa menghentikan pertanyannya.


"Minum air putih hangat ini pelan-pelan. Saya akan membantu Anda meminumnya, Yang Mulia. Minumlah air hangat secara perlahan, karena jika Anda minum dengan terburu-buru bisa memperburuk gejala asam lambung" Kiana membantu Agha minum dengan penuh kelembutan.


Setelah Agha menghabiskan satu gelas air putih hangat, Kiana menyerahkan gelas yang terbuat dari gerabah yang telah kosong itu ke Bora lalu berkata, "Turunlah! Aku akan mengobati Yang Mulia dan jangan lajukan dulu kereta kudanya! Tunggu dulu sampai perut Yang Mulia terasa nyaman!"


"Baik, Nyonya Muda" Bora kemudian turun dari atas kereta kuda.


Kiana lalu berkata sambil membantu Agha berbaring, "Anda perlu beristirahat sebentar Yang Mulia" Lalu, Kiana membaringkan Agha dengan posisi dada ke atas lebih tinggi dari perut.


Agha berdeham dan memalingkan wajahnya ke samping saat wajah dia dan Kiana berdekatan. Jantung Agha berdegup semakin kencang.


Lalu Kiana berkata, "Saya juga memiliki penyakit maag. Itu karena saya sering lupa makan kalau pas ada .di hutan dan asyik mencari tanaman herbal. Asam lambung saya juga sering naik. Lalu, saya bikin kapsul berisi jahe kering dan selalu membawa permen karet. Anda mau pilih mengonsumsi jahe yang sudah dalam bentuk kapsul ini atau mengunyah permen karet? Kalau Anda mengunyah permen karet, air liur yang


Anda hasilkan nanti bisa membantu meredakan gejala asam lambung"


Agha menatap Kiana dan memilih untuk bertanya, "Kenapa kau menolongku? Kau, kan, sudah memiliki kekasih"


Bener-bener, ya, nih orang. Ngeselin banget. Nggak milih kapsul jae atau permen karet malah nanya nggak jelas kayak gini, huh! Batin Kiana kesal.


"Jawab!" Agha berteriak kencang karena kecemburuan masih menguasai hati dan benaknya


Kiana tersentak kaget dan bergegas menjawab dengan wajah kesal, "Pangeran Adyaksa bukan kekasih saya"


"Bohong! Kalau bukan kekasih kamu kenapa dia berani menyentuh rambut kamu, hah?! Berani benar kamu berselingkuh di belakangku!" Agha menjulurkan tangan panjangnya dan ia mencengkeram wajah kecil dan tirusnya Kiana dengan sorot mata mematikan.


Kiana segera berkata dengan wajah panik, "Saya berani bersumpah kalau saya tidak selingkuh. Pangeran Adyaksa adalah teman masa kecil saya. Sama seperti Anda dan Putih Kesya. Anda punya teman masa kecil kenapa saya tidak boleh? Anda bahkan mau menikahi Putri Kesya, kan?" Kiana lalu menundukkan wajahnya dan berkata lirih, "Bukankah Anda yang berselingkuh? Anda mau menikahi Putri Kesya"

__ADS_1


Agha tersentak kaget dan sontak melepaskan cengkeraman tangannya di wajah mungil dan tirusnya Kiana. Lalu, pria tampan dan gagah itu bertanya, "Apa kau kesal mendengar aku akan menikahi Kesya?"


Kiana yang tidak pernah berbohong refleks menganggukkan kepala.


Agha tersenyum senang dan tersipu malu. Lalu, pria tampan itu bangun untuk kembali bertanya, "Apa kau tidak ingin aku menikahi Kesya?"


Kiana kembali menganggukkan kepalanya dan Agha semakin melebarkan senyumannya lalu bertanya, "Kenapa?"


Kiana mengangkat wajahnya secara perlahan lalu menatap Agha dengan wajah penuh tanda tanya.


"Jangan bengong! Jawab cepat!" Agha mendelik ke Kiana.


"Sa....saya tidak pernah berbohong dan sa.....saya akan berkata jujur"


"Hmm" Sahut Agha dengan wajah tidak sabar menunggu jawabannya Kiana.


"Ka.....karena Anda adalah Suami saya dan sa.....saya tidak suka berbagi Suami dengan wanita lain. Sa.....saya mungkin egois. Tapi, saya juga akan melakukan hal yang sama. Saya hanya akan setia pada Suami saya dan.........."


Agha menarik Kiana dan memeluk istrinya dengan wajah bahagia. Kiana tersentak kaget dan langsung mematung di dalam pelukan hangat suaminya.


Eh! Kenapa dia tiba-tiba memelukku? Aku harus gimana nih? Meronta atau diam saja ? Batin Kiana.


Agha kemudian melepaskan pelukannya, berdeham untuk mengusir rasa canggung, lalu berkata, "Berikan permen karetnya, Aaaaaa!" Agha membuka mulut.


Kiana menaruh permen karet dengan hati-hati ke dalam mulut Agha, lalu gadis cantik itu langsung menundukkan wajahnya sambil bertanya di depan hatinya, kenapa dia aneh banget? Tadi dia mencengkeram wajahku lalu tiba-tiba memelukku.


Agha mengunyah permen karet dan saat ia merasakan gejala asam lambungnya sudah reda, Agha tersenyum dan menarik Kiana sambil berkata, "Duduklah di sampingku! Jangan bersimpuh terus di depanku!"


Kiana duduk di samping Agha dengan sikap waspada. Dia pria aneh yang bisa berubah-ubah emosinya setiap detik Aku harus selalu waspada. Batin Kiana.


Agha kemudian menepuk badan kereta kuda dan berteiak, "Jalan lagi!"


"Baik Yang Mulia!" Bora berteriak dari luar.


Saat kereta kuda melaju kembali Agha memberanikan diri merangkul bahu Kiana.


Kiana menoleh kaget ke Agha dan memberanikan diri untuk bertanya, "Ke.....kenapa Anda......."


Agha mempererat rangkulannya dan segera menyahut, "Ini tanda terima kasihku karena kamu sudah berjanji menjadi Istri yang setia" Lalu, Agha meraih tangan Kiana dan mencium punggung tangan Kiana.


Kiana refleks menarik tangannya karena terkejut.


Agha menatap Kiana dan tersenyum hangat lalu berkata, "Ciumanku barusan itu tanda terima kasihku karena kamu sudah menyembuhkan mengobati begah di perutku dan mengobati asam lambungku"


Kiana langsung menundukkan wajahnya, meremas tangannya sendiri, dan berkata di dalam hatinya, kalau Anda berterima kasih dengan cara seperti ini, lama-lama saya bisa mati berdiri, Yang Mulia.


Bayu muncul kembali di depan Adyaksa yang tengah asyik bermain alat musik kecapi di depan taman paviliunnya. Bayu segera melapor, "Perintah Anda sudah saya laksanakan semuanya, Yang Mulia. Wanita yang berperawakan sangat mirip dengan Istrinya Jenderal Agha Caraka akan mulai berkasih besok pagi pas Jenderal Agha pergi berdinas"


"Bagus. Besok pagi berarti aku harus benar-benar tepat waktu menjemput kelinci putihku" Sahut Pangeran Adyaksa sambil terus memainkan alat musik kecapi kesayangannya.

__ADS_1


__ADS_2