
Sementara itu di kerajaan Pusat tengah ramai karena pesta pernikahannya Kenzie dan Crystal, di kerjaan Langit juga tengah ramai karena naga putih yang dulu dikurung oleh Agha dan Kenzie di penjara bawah laut, bisa melepaskan diri berkat bantuan siluman air. Siluman air nekat menyusul ke Kerajaan Langit untuk membalas dendam kematian kerabatnya yang dibantai habis oleh orang-orang dari Kerajaan Pusat. Siluman air itu bernama Jati dan dia masih kerabatnya Delima, tepatnya Jati adalah kakak sepupunya Crystal.
Karena terjadi huru-hara di kerajaan Langit, untuk sementara Kiana mengabaikan dulu persoalan Kenzie dan Amber. Dia yakin Amber adalah wanita yang kuat dan cerdas, jadi untuk sementara Kiana mengabaikan Amber.
"Amber maafkan Bunda Kiana, ya, tapi Bunda akan segera menolong kamu dan Kenzie dari jebakan liciknya Crystal. Tunggu Bunda Kiana menyelesaikan urusan pelik di Kerajaan Langit dulu" Gumam Kiana sambil melesat ke gerbang utama Kerjaan Langit.
Naga Putih berdiri di depan gerbang utama Kerjaan Langit bersama ribuan siluman air dan Naga putih itu berteriak, "Aku tidak ingin memindahkan kerajaan kalian kalau kalian menyerah pasrah dan menyerahkan Kiana untuk menjadi Istriku!"
Agha dan Alvin sontak meradang geram sementara Kiana tersentak kaget dan bergumam, "Kenapa aku? Kenapa dia bisa menginginkan aku?"
Dan di dunia manusia, Crystal tengah tersentak kaget saat ia mendengar nama ratu yang ia sembah saat ini. Amber?! Apa?! Dia Amber gadis kecil yang pendiam, kaku, bodoh dan jelek dulu? Kenapa itik hitam bisa berubah menjadi angsa putih yang sangat cantik dan elegan begitu? Sial! Sial!
Saat pemimpin upacara adat pernikahan berkata, "Pengantin harus memberikan teh kepada Ratu" Crystal terpaksa mengulas senyum ikhlas dan berlagak seperti wanita suci dan polos di depan ratu Amber demi meloloskan rencana balas dendamnya.
Jangan berbangga diri dulu, Amber! Tunggu pembalasanku. Tidak lama lagi aku akan membuatmu turun dari singgasana itu. Batin Crystal sembari terus mengulas senyum lugunya yang palsu.
Aku tidak akan protes ke Kenzie karena ternyata aku hanyalah seorang selir, ya, lebih baik jangan! Aku akan berpura-pura menerima dengan ikhlas menjadi selirnya Kenzie, toh, Kenzie berjanji hanya akan tidur denganku, maka aku yakin tidak lama lagi aku akan mampu menggulingkan Amber sialan itu, cih! Batin Crystal sambil menoleh ke Kenzie dan memberikan senyum iklhas sorot mata penuh cinta yang palsu.
Kenzie menatap lembut wajah cantiknya Crystal lalu menggenggam tangan Crystal dan berbisik di telinga Crystal saat mereka akhirnya berdansa, "Terima kasih tidak protes karena kau hanyalah selir, Sayang"
Crystal berjinjit dan berbisik di telinga Kenzie, "Aku mencintaimu dengan tulus. Aku hanya inginkan kamu"
Kenzie menatap Crystal dengan penuh cinta dan berkata, "Aku semakin mencintaimu" Lalu, Kenzie memagut bibir Crystal.
Crystal melirik Amber yang tengah berdansa dengan salah satu dari sepupunya dan Amber sontak memalingkan wajahnya saat ia melihat suaminya mencium wanita lain. Ciuman yang sangat ia dambakan dan belum pernah ia dapatkan itu mendarat di bibir wanita lain dan membuat hati Amber seketika itu terasa seperti dicabik-cabik paruh lancip puluhan burung pemangsa. Rasa perih di hatinya saat ini lebih perih dari luka yang tersiram air garam.
Sepupunya Amber langsung bertanya, "Kakak kenapa? Kakak sedih melihat Yang Mulia Raja mencium istri barunya?"
Amber mendorong dada sepupunya dan dengan senyum lebar yang ia ulas dengan paksa ia menggeleng lalu berkata, "Kakak cuma pusing Van. Kakak ke taman sebentar untuk menghirup udara segar"
Evan langsung berkata, "Akan aku temani"
__ADS_1
Amber menahan dada adik sepupunya dan berkata, "Tidak usah. Kakak tidak apa-apa, kok"
Akhirnya Evan mengangukkan kepala dan membiarkan Amber berjalan sendiri ke taman.
Amber duduk di depan kolam ikan dan berani menangis saat ia memastikan tidak siapa pun di sekitarnya.
Amber bergumam lirih sambil mencengkeram dadanya, "Apa aku ini jelek banget? Kenapa Mas Kenzie tidak pernah mencintaiku?"
"Yang Mulia Ratu sangat cantik. Siapa yang bilang jelek berarti dia buta atau bukan pria normal"
Amber tersentak kaget lalu bangkit berdiri dan menoleh ke asal suara sambil mengusap kedua pipinya.
Pria tampan dan gagah dengan kulit lebih gelap dari kulit Kenzie itu tersenyum, menekuk lututnya, lalu menegakkan badannya kembali sambil berkata, "Selamat siang, Ratu Amber"
"Kamu siapa? Kenapa aku tidak pernah bertemu denganmu sebelumnya?"
"Saya Affandra. Anda boleh memanggil saya Fandra. Saya putra dari Jenderal Arya. Selama ini saya berada di kota kecil di sisi Utara, menjaga gerbang di sana. Saya pulang beberapa hari yang lalu untuk memenuhi undangan dari Yang Mulia Raja"
Amber tergagap dan refleks menerima sapu tangan itu sambil berkata, "Terima kasih"
"Saya tidak akan bilang ke siapa pun soal ini"
Amber tersenyum dan sambil mengusap pelan kedua pipinya dengan sapu tangannya Fandra, Amber Kembali berkata, "Terima kasih"
Saat Amber memasukkan sapu tangannya Fandra ke dalam lengan bajunya, Fandra langsung berkata, "Simpan saja Ratu. Tidak udah dikembalikan. Saya masih punya banyak di rumah"
"Tidak. Saya tidak enak. Saya akan kembalikan setelah saya mencucinya dan......"
"Kalau Anda memaksa mengembalikannya, maka saya akan memilih tempat pengembalian sapu tangan itu"
"A......apa maksud kamu?"
__ADS_1
"Saya mau sapu tangan itu dikembalikan di restoran milik Ibunda saya di restoran Pinus. Anda pasti tahu di mana restoran itu"
"Tapi, aku ini ratu. Aku sudah menikah. Aku tidak bisa menemui pria lain di luar istana"
"Kalau begitu, Anda tidak usah mengembalikan sapu tangan itu, Ratu" Fandra tersenyum.
"Baiklah" Amber akhirnya menyerah kalah.
"Kita kembali ke dalam? Kita dibolehkan berdansa, kan?"
"Iya. Kalau berdansa boleh" Sahut Amber.
Lalu, Amber melangkah masuk dan Fandra langsung mengekor langkah Amber.
Fandra menatap punggung Amber dan berkata di dalam hati, andai saja Anda tahu, Ratu. Saya mengagumi Anda sejak dulu dan berharap bisa menikah dengan Anda. Tapi, saya kalah cepat. Saya sedih sekali saat saya tahu kalau ternyata Anda tidak bahagia dengan pernikahan Anda dan saya sedih sekali sekaligus marah besar saat tahu Yang Mulia Raja tega menikah lagi padahal pernikahan Anda dan Yang Mulia Raja baru berumur tiga hari.
Beberapa menit kemudian Fandra dan Amber berdansa karena Kenzie dan Crystal masih berdansa dan sesekali berciuman.
Fandra langsung memutar badannya membelakangi Kenzie dan Crystal lalu berkata ke Amber, "Saya sudah tutupi kemesraan Yang Mulia Raja bersama wanita itu dengan badan saya. Anda sudah tidak bisa melihatnya lagi, kan, Ratu?"
Amber yang semula menunduk sontak mendongak kaget dan saat ia melihat senyumannya Fandra, Amber tersenyum dan berkata, "Terima kasih"
Saya akan melakukan apapun untuk kebahagiaan Anda, Ratu Amber. Itu karena saya sangat mencintai Anda.
Kenzie melirik Amber yang tengah berdansa dengan Fandra dan saat Kenzie melihat Fandra memunggunginya, entah kenapa Kenzie merasa kesal karena Kenzie tidak bisa melirik lagi istrinya, ratunya. Entah kenapa Kenzie ingin terus mencuri pandang ke ratunya. Namun, punggung Fandra menghalangi pandangannya dan membuat Kenzie menggeram kesal tanpa sadar.
Crystal mengusap dada Kenzie dan berkata, "Sayang, Mas, kamu kenapa? Kamu kesal sama siapa?"
Kenzie tergagap dan langsung berkata, "Oh, aku hanya lelah. Ayo kita kembali ke kamar saja!"
Crystal mengiyakan dengan senyum menggoda dan berbisik, "Aku akan berikan permainan ranjang yang bisa bikin kamu ketagihan, Mas"
__ADS_1
Kenzie tersenyum senang lalu memagut lagi bibir Crystal.