
Alaric adalah raja baru yang seketika terkenal akan kehebatannya di seantero negeri di Awan. Klan iblis di kerjaan iblis pun takut dan segan sama Raja Alaric setelah kerajaan iblis berhasil ditundukkan oleh Raja Alaric. Raja Arion yang memerintah kerajaan naga sebelum Alaric mengalahkannya adalah raja yang arogan, suka pesta pora, dan suka bermain perempuan, tidak bijaksana. Lalu, kesombongan sikap arogannya Arion sendiri lah yang akhirnya membuat Arion kehilangan semuanya.
Arion berhasil dikalahkan telak, namun Arion belum meninggal dunia. Raja terdahulu di kerajaan naga itu dikurung di penjara bawah tanah karena kejahatannya menggelapkan uang kerajaan untuk berpesta pora dan bermain-main dengan banyak wanita.
Karena itulah pelayan pribadinya putri Sofie berkata untuk menghibur junjungannya yang menatap arah perginya raja Alaric dengan wajah sedih, "Putri, Anda harus bersyukur tidak menikah dengan raja Arion tapi dengan raja Alaric. Kalau Anda menikah dengan raja Arion Anda akan menderita karena kabarnya selain suka bermain wanita raja Arion suka menyiksa wanitanya"
Putri Sofie menoleh ke pelayan pribadinya dan berkata, "Tapi, raja Alaric tidak pernah peduli padaku dan kau lihat sendiri, kan, tadi. Raja Alaric bahkan tidak mau menarik tangannya dari dadanya. Hanya sekadar menyentuh tanganku sebentar saja dia tidak mau. Padahal aku ini adalah istri sahnya"
"Cinta akan timbul karena terbiasa, Putri. Putri yang sabar dan terus dekati raja Alaric dengan segala cara. Saya yakin raja Alaric akan luluh juga nanti" Sahut pelayan pribadinya putri Sofie.
Putri Sofie hanya menghela napas panjang dan berjalan melintasi pelayan pribadinya masih dengan wajah sedih.
Sementara itu, Kiana tengah tersenyum lebar di depan teman barunya yang bernama Alvin.
"Kenapa kamu senyum selebar itu? Kau mau minta apa dariku, temanku?" Ucap Alvin dengan senyum ramahnya.
"Kata pelayan yang tadi membantuku mandi, kamu adalah tabib di sini. Berarti kita sama. Apakah kamu tahu tentang racun naga hitam?"
"Tahu" Sahut Alvin di naga kecil yang tak lupa membawa Kiana terbang ke kerajaan naga.
"Kalau manusia kayak aku terkena racun naga hitam itu apakah bisa disembuhkan?"
"Tidak bisa"
"Hah?! Benarkah?! Jangan bercanda kamu"
"Aku tidak bercanda. Tapi, racun naga hitam itu bisa dijinakkan" Sahut Alvin.
"Maksud kamu?"
"Racun naga hitam tidak bisa dihilangkan tapi bisa dijinakkan dengan Ganoderma hitam. Setelah makan Ganoderma hitam itu, orang yang terkena racun naga hitam bisa mengendalikan kekuatan naga hitam di dalam dirinya. Dia bisa berubah menjadi naga hitam sesuai dengan keinginannya dan dia tidak aka. mengalami hilang ingatan lagi setelah berubah menjadi naga hitam"
__ADS_1
"Oh, begitu" Kiana manggut-manggut. Lalu, wanita cantik itu kembali bertanya, "Lalu, di mana aku bisa mencari Ganoderma hitam itu?"
"Ganoderma itu tidak bisa dicari tapi dibuat oleh diri kita sendiri" Sahut Alvin.
"Hah?! Cara buatnya gimana? Mana ada seorang manusia bisa menumbuhkan tanaman" Kiana mendelik kesal ke Alvin.
Alvin terkekeh geli melihat tingkah konyolnya Kiana, lalu pria tampan yang tingkahnya selalu ceria kayak anak kecil itu berkata, "Bisa dibuat dengan cara meditasi selama satu Minggu. Tapi, kamu harus bermeditasi di bawah air terjun perak yang ada di sisi timur kerajaan ini sambil menghirup napas orang yang terkena racun naga hitam itu"
"Hah?! Harus berciuman dengan orang yang terkena racun itu sambil bermeditasi di depan air terjun perak yang ada di sisi timur kerajaan ini?"
"Wah, kamu punya tampang polos tapi kenapa punya otak mesum. Bukan berciuman tapi kamu harus meditasi berhadapan dengan orang yang terkena racun naga hitam itu dan menghirup napas orang itu"
"Meditasi selama itu di bawah air terjun dan berhadapan dengan seorang pria, bisa meriang, dong, aku"
"Meditasinya hanya butuh satu jam dan harus dilakukan setiap hari selama satu minggu sampai Ganoderma itu muncul sempurna di pot ini" Alvin mengeluarkan pot kecil berbentuk bulan sabit dari laci mejanya.
"Meditasinya harus bawa pot ini?"
"Repot amat, sih" Ucap Kiana sambil mengamati pot kecil berbentuk bulan sabit dengan diameter sekitar lima centimeter.
"Emang harus begitu" Sahut Alvin dengan wajah sedikit kesal. "Udah dikasih tahu masih menggerutu"
Kiana menatap Alvin dan langsung meringis lalu berkata, "Hehehehehe, maaf. Hanya segini besarnya Ganoderma hitamnya nanti?" Tanya Kiana.
"Iya" Sahut Alvin.
Sekarang perkaranya adalah mencari cara untuk mengajak Mas Agha yang sudah berubah menjadi raja Alaric agar bersedia bermeditasi dengan aku setiap hari selama satu jam di bawah air terjun perak yang ada di sisi timur kerajaan ini. Wah, lalu gimana caranya? Hiks, hiks, hiks. Kiana membatin sambil mewek.
"Kenapa kamu tiba-tiba mewek?" Tanya Alvin.
Kiana tersentak kaget dan buyarlah lamunannya. Lalu, perempuan cantik itu berkata ke Alvin, "Ah, aku cuma capek nggak mewek, kok. Apa kamu mengetahui kebiasaan raja Alaric selama satu bulan ini?"
__ADS_1
"Tentu saja tahu. Aku setiap pagi diharuskan oleh para tetua naga untuk mengecek kesehatan fisik dan mentalnya raja Alaric" Sahut Alvin.
"Lalu, apa kebiasaan raja Alaric?"
"Raja Alaric pergi berlatih pedang di taman setelah cek kesehatan, lalu beliau pergi berkeliling ke istana bunga, istana iblis, dan istana lainnya yang berada di sekitar istana ini untuk mengecek keadaan. Setelah itu beliau bertemu dengan para tetua dan setelah itu beliau masuk ke dalam kamar pribadinya"
"Hanya begitu setiap harinya?"
"Iya"
"Setelah masuk ke kamar pribadinya, dia tidak pernah keluar lagi sampai esok hari?"
"Iya. Tapi, ada yang aneh"
"Apa yang aneh?"
"Raja Alaric selalu masuk ke kamar kamu dan berdiri cukup lama memandangi kamu yang masih tidur selama satu bulan ini baru lah beliau pergi ke kamar pribadinya"
"Benarkah?" Hati Kiana melambung senang mengetahui suaminya ternyata masih peduli padanya meskipun suaminya sedang sakit hilang ingatan.
"Iya. Bahkan raja Alaric selalu meminta aku untuk memantau kondisi kamu setiap menit"
Kiana langsung tersenyum lebar dan dengan semangat berapi-api dia bergumam, aku akan cari cara untuk bermeditasi denganmu, Mas agar kamu bisa cepat sembuh dan ingat lagi akan aku sepenuhnya.
Kiana kemudian berjalan sendirian di taman dan saat ia melihat ada pohon dengan buah yang unik, dia tergoda untuk memanjat pohon itu untuk duduk di ranting pohon besar itu sambil mencicipi rasa buah yang warna dan bentuknya mirip apel tapi buah itu ada bedaknya.
KIana duduk di ranting, memetik buah itu dan saat ia mencicipi buah itu, buah yang belum pernah ia temui sebelumnya, matanya sontak membeliak sempurna dan berkata, "Hmm! Ini enak banget!"
Kiana kemudian memetik lagi beberapa buah yang mirip apel tapi ada bedaknya itu dan tiba-tiba ada suara keras, "Aduh! Siapa yang ada di atas pohon dan menjatuhkan buah ini di kepalaku?!"
Kiana mematung dan bergumam dengan wajah ceria, "Mas Agha! Itu suara Mas Agha!"
__ADS_1