
Kiana mengusap lembut pipi Amber karena Kenzie masih berada di dalam tubuhnya Amber dan Kiana berbisik, "Sayangnya Putra Ibunda masih harus banyak belajar soal cinta. Putra Ibunda kenapa bisa bodoh sekali hanya tertarik pada fisik dan bukan hati"
Kenzie langsung memeluk mungil dan ramping ibundanya lalu berbisik, "Iya, Ibunda benar. Putra Ibunda, Si Kenzie ini memang bodoh. Hanya dibutakan oleh fisik dan gairah. Dan saat ini Si Kenzie bodoh ini sangat merindukan Amber Istrinya"
Kiana mengusap lembut punggung Amber karena Kenzie masih berwujud Amber, "Ibunda lega kalau kamu bisa dengan cepat menyadari kebodohan kamu soal cinta. Ibunda juga lega kalau saat ini kamu sudah memiliki rasa rindu untuk Amber"
"Sekarang kamu masuk dulu ke dalam kamar untuk beristirahat. Ibunda harus menyelesaikan sesuatu"
"Hmm" Kenzie mencium pipi ibundanya lalu ia masuk ke dalam kamar.
Setelah Kenzie menutup pintu kamar, Kiana melesat ke aula pertemuan untuk bertemu dengan para menteri yang jujur dan lurus jalannya. Kiana berkata, "Apakah kalian semua sudah mengumpulkan bukti kejahatan para menteri yang dulu telah membakar habis istana bawah laut tanpa persetujuan Yang Mulia Agha?"
"Sudah, Ratu Kiana" Sahut semua menteri dengan kompak.
"Bagus! Tangkap mereka semua dan jebloskan ke dalam penjara lalu besok pertemukan mereka semua dengan Crystal di halaman depan kantor pengadilan umum supaya semua rakyat tahu dan Crystal pun tahu kalau Yang Mulia Agha tidak ada kaitannya dengan pembakaran istana bawah laut.
"Baik, Ratu Kiana"
__ADS_1
Setelah semua menteri pergi meninggalkan dirinya, Kiana melangkah menuju ke paviliunnya dengan senyum lega karena satu per satu permasalahan dan dendam karena kesalahpahaman di masa lalu akan segera terselesaikan dan setelah ini dia bisa fokus pada kehamilannya.
Di benteng yang ada di perbatasan, Agha tengah bertarung dengan naga putih dan Bhadra nekat melesat ke kemahnya naga putih bersama prajurit pilihannya. Bhadra ingin membumihanguskan perkemahan itu karena geram si naga putih telah membakar kuda kesayangannya. "Sial! Aku ingin membanggakan kudaku pada Agha dan Kenzie, eh, naga jelek itu malah membakar kudaku. Lihat saja aku akan membakar habis kemah kamu, cih! Kau belum tahu kalau Bhadra itu tipe pendendam!"
Agha dalam wujud naga hitam dengan gesit menyarangkan beberapa tendangan, cakaran, dan semburan napas apinya ke naga putih dan dengan sigap Agha berhasil menghindari semua serangan baliknya naga putih.
Sementara itu, Bora, Fandra dan Amber yang masih berada di dalam tubuh Kenzie, mengeroyok jendera besar pemberontak itu karena jenderal itu menguasai ilmu yang sangat tinggi.
Jenderal dengan wajah bersisik mirip seekor ikan itu berhasil melukai Bora. Amber di dalam wujud Kenzie langsung berteriak ke salah satu prajurit yang ada di dekatnya, "Bawa Jenderal Bora ke dalam benteng dan segera suruh tabib mengobati lukanya!" Amber berkata sembari mengibaskan pedang untuk melindungi Bora.
Setelah Bora dibawa masuk, Amber kembali melesat melawan jenderal dengan wajah penuh sisik itu.
Sial! Kenapa dia terus berusaha memenangkan diriku dan berani memiliki niat untuk mengajakku berkencan? Sial! Dia ini gila atau apa, sih?! Batin Amber kesal sambil terus melancarkan serangan lewat pedang dan tapak tangannya ke pria dengan wajah penuh sisik yang ilmunya sangat tinggi.
"Yang Mulia Raja kenapa diam dan tidak menjawab pertanyaan saya?! Kalau Anda diam, maka saya akan diam dan membiarkan Anda bertarung sendiri melawan pria bersisik itu!" Fandra kembali berteriak.
Sial! Kalau aku dia tinggalkan sendirian aku bisa kalah. Batin Amber.
__ADS_1
"Baiklah! Jatuhkan dia dan aku akan ijinkan kamu berkencan dengan Amber!" Pekik Amber di dalam wujud Kenzie secara impulsif karena dirinya mulai terdesak dan dia berteriak sambil menahan pedang pria bersisik itu.
Fandra langsung menyeringai senang karena sebenarnya dia sudah mengantongi cara melumpuhkan pria bersisik itu sejak awal ia melawan pria bersisik itu. Fandra mengamati pria bersisik itu selalu memasukkan tangan ke dalam wadah minuman dan meraupkan air ke wajah bersisiknya setiap setengah jam sekali. Fandra kemudian berpikir, kalau aku ambil wadah minuman itu dan membuangnya jauh-jauh, maka pria bersisik itu akan lemah tanpa air dan bisa aku kalahkan dengan mudah. Maka dengan cepat Fandra melancarkan rencananya dan benar saja, saat Fandra merebut wadah minuman dari ikat pinggang pria dengan wajah bersisik itu dan Fandra membuang isi wadah minuman itu, pria bersisik tampak panik dan berteriak, "Mati kau!!!!!!"
Amber langsung menangkis mata pedang pria bersisik itu dari wajah Fandra dan dengan cepat Fandra menendang tenggorokan pria dengan wajah penuh sisik mirip seekor ikan itu. Pria bersisik itu jatuh terjengkang ke belakang dan dengan cepat Fandra menusukkan pedangnya ke bahu kiri pria bersisik itu. Lalu, Fandra menoleh ke belakang dengan lutut menahan dada pria bersisik itu, "Yang Mulia Raja! Saya sudah melumpuhkan pria ini! Anda jangan lupakan janji Anda! Minggu depan saya akan menjemput Ratu Amber untuk berkencan melihat festival lampion!"
Amber hanya bisa berdiri mematung dan mengumpat kesal di dalam hatinya, Aish! Bodoh banget aku kenapa aku tadi aku mengijinkan dia berkencan denganku? Eh, tali tunggu dulu, nggak papa juga, kan, emm, yang ada di dalam tubuhku, kan, Yang Mulia Kenzie, hihihihihihi!" Amber langsung memalingkan wajahnya untuk menyembunyikan senyum gelinya.
Di saat Fandra mengikat tubuh pria bersisik terdengar teriakan menggelegar dari naga hitam. Amber, Fandra, dan semuanya sontak berteriak penuh kemenangan saat mereka melihat naga hitam berhasil melumpuhkan naga putih.
Saat Naga putih berubah menjadi sosok pria tampan berkulit pucat, Alvin datang dan berkata ke Agha, "Maaf aku datang terlambat dan aku akan langsung mengikat naga putih lalu membawanya ke istana langit"
"Baik, saudaraku" Agha berkata masih dalam wujud naga hitam. Agha kemudian terbang melesat menuju ke kerajaan Pusat karena ia tidak bisa berlama-lama berpisah dengan istri kecilnya. Apalagi saat ini istri kecilnya tengah hamil anak keduanya. Agha ingin segera memanjakan istri kecil dan anak keduanya yang masih ada di dalam perut Kiana.
Amber menatap ayah mertuanya dan bergumam, kapan aku bisa dicintai sebegitu besarnya oleh suamiku, seperti Ibunda Ratu Kiana dicintai sangat besar oleh Ayahanda Raja Agha?
Fandra menyeret masuk pria bersisik dan saat ia berjalan melintasi Amber yang belum bertukar badan dengan Kenzie, Fandra berkata, "Jangan lupakan janji Anda, Yang Mulia Raja. Minggu depan saya dan Ratu Amber akan berkencan"
__ADS_1
Amber langsung mengulum bibir menahan senyum.