Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Negeri di Awan


__ADS_3

Kiana membuka kedua kelopak matanya dan terkejut saat ia menatap langit kamar yang terlihat asing baginya. Kiana kemudian duduk di tengah ranjang kecil berbentuk bulat telur berwana merah muda yang dikelilingi kelambu dengan warna senada.


"Di mana aku?" Gumam Kiana.


Kiana kemudian memijit pelipisnya sembari turun dari atas ranjang imut nan cantik itu sambil mengingat-ingat kembali apa yang sudah terjadi.


Istri kecil Jendera Agha Caraka itu tersentak kaget saat ia teringat kembali ada pertarungan sengit naga berisik putih dan naga berisik hitam. Naga hitam berhasil memenangkan pertarungan itu dan seketika datang puluhan naga berwarna hitam mendarat di tebing itu dan membawa pergi jaga hitam dan jaga putih yang tergeletak tak berdaya. Lalu, ada seekor naga kecil menawarkan punggungnya untuk dinaiki Kiana. Saat dibawa terbang ke angkasa oleh naga kecil tersebut Kiana sepertinya jatuh pingsan karena ketakutan.


Kiana kemudian berjalan pelan menuju ke sebuah pintu sambil bergumam, "Ini di mana?"


Kiana refleks berputar badan dan langung berlari melompat ke ranjang saat ia melihat pintu itu terbuka pelan. Kiana duduk di tengah ranjang dan langsung mendelik, "Siapa kamu?!"


"Kau sudah bangun? Bagus lah! Aku ada teman bermain hari ini" Ucap seorang pria yang tampak lebih tua dari Kiana. Pria itu tampan dan berwajah ramah tapi tingkahnya seperti anak kecil.


"Kamu siapa? Kenapa membawaku ke sini?"

__ADS_1


"Aku naga kecil yang membawa kamu kemari. Kalau kamu tidak aku bawa kemari kamu bisa mati kedinginan dan kelaparan di atas bukit"


"Na......naga? Jadi, aku ada di........."


"Iya. Kamu ada di negeri Naga. Tempat naga hitam dan naga putih berada. Negeri ini ada di atas awan. Negeri di atas awan ini dikelilingi negeri burung, negeri bunga, dan negeri iblis. Selain ada klan naga, ada klan burung, klan bunga, dan klan iblis. Namaku naga Alvin Nama kamu siapa?"


Karena dilihatnya naga yang mengaku bernama Alvin itu ramah dan baik, Kiana merosot turun dari ranjang lalu berkata, "Namaku Kiana"


"Naga hitam yang tadi memenangkan pertempuran akhirnya menjadi raja di negeri ini menggantikan naga putih. Sayangnya naga hitam si pendatang baru itu lupa akan namanya. Jadi, dia diberi nama Alaric. Dia sudah memerintah dengan bijak selama satu bulan ini dan sudah berhasil memenangkan pertempuran melawan klas iblis"


"Hah?! Jadi, aku sudah pingsan selama satu bulan?" Kiana sontak menganga tak percaya.


"Ke .......kenapa para naga mengijinkan aku tinggal di sini? Aku adalah seorang manusia dan beda klan dengan kalian" Kiana menatap wajah tampannya Alvin yang imut dengan menautkan kedua alisnya.


"Karena kamu adalah temanku dan kamu telah mengobati naga hitam si pendatang baru yang kini menjadi raja di sini sebelum kamu jatuh pingsan. Kamu punya ilmu pengobatan yang sangat bagus jadi, kami membiarkanmu tinggal di sini" Sahut Alvin.

__ADS_1


"A.....apakah aku boleh bertemu dengan naga hitam itu?"


"Aku rasa para tetua naga tidak akan mengijinkan kamu menemui naga hitam itu karena naga hitam itu sekarang ini adalah Raja Alaric. Raja baru klan naga"


"oh, begitu" Sahut Kiana dengan nada dan wajah kecewa.


Sementara itu di bumi di kerajaannya kaisar Abinawa, Adyaksa yang sudah mengarang cerita kalau Agha dan istrinya tengah bertapa untuk mengobati luka mereka mulai dipusingkan dengan kecurigaan putra mahkota yang terus mendesak Adyaksa untuk menunjukkan di mana tempat Agha dan istrinya bertapa. Adyaksa terus berkelit dan mencoba menghindari pertanyaan dari putra mahkota itu. "Tapi, untuk berapa lama lagi aku bisa menghindar? Agha, Kiana, cepatlah balik ke sini" Gumam Adyaksa lirih di dalam kamar pribadinya.


Dan di kediaman Caraka, ibundanya Agha mulai mengkhawatrikan Agha dan Kiana. Ibundanya Agha walaupun bukan ibu kandung, namun ia sudah merawat Agha dengan kasih dan tulus dan menyusui Agha, bisa merasakan kalau Agha tidak berada di dalam situasi dan kondisi yang baik. Namun, ibundanya Agha merasa sungkan untuk bertanya ke pangeran Adyaksa. Untuk itu lah ibundanya Agha mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya telah terjadi dengan cara mengutus Agni dan Bora pergi ke lokasi pertempuran kembali. Mau tidak mau Agni dan Bora berangkat ke lokasi pertempuran dengan bajak laut dari Jepang.


Dan di negeri yang berada di atas awan. Negeri yang belum pernah Kiana datangi dan tidak pernah Kiana bayangkan, Kiana duduk merenung di pinggir bak mandi kecil yang juga berbentuk bulat telur. "Apa naga hitam yang menyelamatkan aku dari pria bertopeng itu bukan Mas Agha? Aku ingin memastikan apakah itu Mas Agha atau bukan, tapi ku tidak diijinkan pergi ke singgasana naga hitam itu sekarang ini. Apa ini berarti aku selamanya akan berada di sini?"


Kiana tiba-tiba dikejutkan dengan kemunculan seekor burung pemangsa yang sangat besar. Kiana langsung bangkit berdiri daar ia melihat kaki burung pemangsa itu terluka. Dengan sigap dan tanpa rasa takut, Kiana langsung menggendong burung itu masuk ke dalam lalu mengobati kaki burung itu.


Setelah Kiana selesai mengobati dan membalut kaki burung itu, terdengar suara yang sangat ia kenal.

__ADS_1


"Kamu sudah bangun? Syukurlah. Dan terima kasih kau sudah obati burung peliharaanku"


Kiana berputar badan dengan cepat dan menatap sosok pria tampan nan gagah perkasa di depannya dengan mata berkaca-kaca.


__ADS_2