
Di dunia manusia, Bora dan Agni tengah sibuk menyelamatkan ibundanya Agha dan diri mereka sendiri dari serangan brutal sekelompok orang berpakaian serba hitam dan mereka semua memakai kain penutup wajah.
Adnan yang memerintahkan anak buahnya untuk membunuh Bora, Agni, dan ibundanya Agha, agar Agha muncul dari tempat persembunyiannya sehingga dia bisa melihat lagi wajah Kiana yang sudah sangat ia rindukan. Selain alasan itu, Adnan marah besar karena Adyaksa belum juga mau mengatakan di mana Agha dan Kiana melakukan meditasi untuk memulihkan diri.
Namun, berkat campur tangannya Adyaksa dan Bayu, Bora, Agni, dan ibundanya Agha berhasil selamat dari serangan brutal sekelompok orang tak dikenal itu dan lagi-lagi mereka gagal mendapatkan informasi siapa yang menyuruh mereka mengejar dan berniat membunuh keluarganya Jenderal Agha Caraka karena pimpinan kelompok itu yang berhasil ditangkap untuk diinterogasi, memilih melakukan bunuh diri.
Adyaksa kemudian mengirimkan beberapa prajurir terbaiknya untuk berjaga di kediaman Caraka.
"Sial! Rencanaku gagal lagi! Arrrghhhhhh!!!!" Adnan berteriak kesal di dalam kamar pribadinya.
Kita tengok sebentar apa yang terjadi di kamar pribadinya raja Alaric. Putri Sofie, putri bunga yang paling cantik di negri Awan saat ini, tengah berjalan dengan penuh kepercayaan diri dan senyum lebar masuk ke dalam kamar pribadi suami sahnya yang ia nikahi sebulan yang lalu. Putri bunga itu yakin kalau saat ini raja Alaric tengah kepanasan, bergejolak penuh gairah, dan menginginkannya.
"Kue yang sudah aku bubuhi racun Cinta pasti sudah bereaksi saat ini dan tinggal aku eksekusi lalu besok aku akan bangun menjadi wanita paling bahagia sedunia karena bisa bangun di sebelah pria yang sangat aku cintai. Pria yang sangat aku cintai" Gumam Sofie sambil terus melangkah masuk sampai ke tempat ranjangnya raja Alaric.
Putri Sofie membeliak kaget saat ia menemukan ranjang suaminya kosong melompong tak berpenghuni. "Ke mana raja pergi semalam ini?"
Tentu saja raja Alaric yang putri Sofie cari, tengah menikmati momen berdua nan romantis dengan wanita yang raja Alaric cintai, yakni Kiana. Alaric mencium lembut bibir Kiana yang membuat Kiana melambung tinggi dan merasa sangat dicintai.
Pris tampan dan gagah itu kemudian menarik bibirnya untuk menatap wajah cantik wanita yang selama beberapa hari ini telah membuat hatinya dan pikirannya linglung.
Alaric tersenyum senang melihat Kiana masih memejamkan mata dan bibirnya masih merekah indah di depannya. Pria itu menangkup rahang Kiana dan mengusap lembut pipi Kiana dengan ibu jarinya.
Kiana membuka mata secara perlahan dan menatap lekat kedua bola mata suaminya. Kiana tersenyum karena di bola mata itu ia menemukan kembali binar yang sangat ia rindukan selama ini. "Mas Agha" Bisik Kiana.
Alaric masih mengelus pipi Kiana dengan sangat lembut dan sambil menatap lekat kedua bola mata wanita cantik di depannya ia berkata dengan suara serak menahan gairah yang bergejolak hebat di dalam dirinya, "Iya. Aku sepertinya memang Agha. Aku sepertinya memang Agha suami kamu. Aku makan buah yang sama dengan buah yang kamu makan. Seketika aku merasa kepalaku pening dan dingin menyergap tulang-tulangku lalu bayangan kamu memenuhi benakku. Barusan aku mencium kamu dan efek buah itu langsung hilang.
__ADS_1
"An.......Anda makan buah apel dibedaki itu la.....lalu setelah Anda melawannya Anda menemukan saya ada di benak Anda?" Tanya Kiana dengan wajah penuh tanda tanya.
"Hmm" Sahut Alaric singkat.
"Bukankah buah itu Anda masukkan ke dalam toples dan Anda pajang di rak?"
"Aku memang menyimpan buah pemberian dari kamu karena itu adalah pemberian pertama dari kamu. Aku makan buah yang aku petik sendiri"
"Benarkah?" Kiana menatap pria tampan di depannya dengan sorot mata tidak percaya dan senyum senang.
"Kau tidak percaya padaku tapi kenapa kau senyum sesenang itu?" Alaric tampak jengkel dan kesal.
Kiana langung menangkup wajah Alaric. Alaric tersentak kaget, namun membiarkannya. Lalu Kiana segera berkata masih dengan senyum senangnya, "Maafkan saya, Yang Mulia. Saya bukannya tidak percaya sama perkataan Anda. Tapi saya tidak percaya kepada diri saya sendiri karena lihatlah saya, Yang Mulia"
"Saya melihat kamu. Apa yang salah denganmu?"
Alaric berdeham karena ia sangat senang mendapatkan pujian dari Kiana. Lalu, pria tampan itu berkata, "Kenapa kamu tidak percaya diri? Kamu pantas ada di pikiran aku. Bahkan bukan hanya di pikiran aku. Kamu pantas berada di hati aku. Kamu pantas berada di seluruh jiwa dan aliran darahku. Aku mencintaimu Kiana. Meskipun aku belum ingat betul siapa aku, tapi aku bisa merasakan ada Agha di dalam diriku. Agha yang sangat mencintai kamu. Namun, sebenarnya aku tidak peduli saat ini aku ini sebenarnya siapa. Karena baik aku sebagai Agha ataupun aku sebagai Alaric, aku mencintaimu saat ini, nanti, dan seumur hidupku, Kiana"
Kiana langsung meleleh hatinya mendengar pernyataan cinta dari Agha yang saat ini adalah raja Alaric. Raja naga nomer satu di negri Awan. Kiana berasa melambung dia dicintai satu pria dengan dua karakter hebat yang berbeda. Yang satu adalah seorang Jenderal dan yang satunya lagi adalah Raja naga.
Alaric langsung menggelungkan lengan kekarnya di pinggang rampingnya Kiana saat ia melihat Kiana memasukkan wajahnya ke dalam air. Alaric membuat badan tegak Kiana kembali agar dia bisa menatap wajah cantiknya Kiana.
"Kenapa kau tenggelamkan wajah kamu?" Alaric mencubit pelan dagu Kiana.
"Sa....saya malu, Yang Mulia" Sahut Kiana sambil menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"Jangan sembunyikan wajah kamu dariku lagi! Aku masih ingin melihatmu lebih lama lagi! Tatap aku!"
Kiana langsung mengangkat wajahnya dan seketika jantungnya bergemuruh hebat saat ia menangkap Alaric tengah menatapnya dengan sorot mata penuh gairah.
Alaric langsung menarik tengkuk kIana kembali dan memagut bibir Kiana. Ciuman Alaric berawal lembut dan berikutnya ciuman pria itu melibatkan beberapa titik sensitif di tubuh Kiana. Pria tampan dan gagah itu mencium daun telinga kemudian menyusupkan wajahnya ke leher Kiana sambil menggerakkan tangannya menjelajahi tiap lekuk indah tubuhnya Kiana. Saat kedua tangan Alaric meremas pantat, Kiana tersentak kaget dan refleks mendorong dada Alaric.
Alaric tersentak kaget dan langsung bertanya, "Kenapa?"
"An.......Anda masih belum ingat siapa diri Anda. Anda sekarang ini adalah raja Alaric Sa.......saat Anda mencium dan menyentuh saya, sa.......saya merasa seperti wanita yang telah berselingkuh, Yang Mulia"
Alaric sontak mendongak dan tertawa lepas.
Kiana menatap tingkah Alaric dengan wajah penuh tanda tanya.
Kenapa dia malah tertawa? Batin Kiana.
Alaric kemudian menunduk untuk menatap wajah wanita cantik yang sangat ia cintai itu. Pria itu mengelus pelan pipi Kiana sambil berkata, "Aku adalah Agha. Kau yakin itu, kan? Lau bahkan sudah mengecek semua bekas luka di tubuhku*
"Dan juga tanda lahir di pantat Anda. Anda memang Mas Agha, suami saya"
"Hah?! Ada tanda lahir di pantatku? Kapan kau melihatnya?" Seketika Alaric tersipu malu.
"Waktu Anda didandani para dayang, saya ngintip untuk lebih memastikan apa benar kalau Anda adalah Mas Agha, suami saya"
"Wah, kau mesum juha, ya?" Alaric menatap Kiana dengan senyum jahil.
__ADS_1
Kiana menepuk dada Alaric samb berkata, "Saya tidak mesum. Saya hanya memastikan kalau Anda adalah...... hmpppttthhh!"
Alaric langsung membungkam bibir Kiana dengan bibirnya.