Istri Kecil Jenderal Agha

Istri Kecil Jenderal Agha
Sadar


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Caraka, Agni mencium pipi Bora setelah pria tampan itu menghadiahinya gelang tangan berpasangan dan keduanya sontak berdiri tegak dengan wajah tegang saat terdengar suara, "Agni! Apa-apaan kamu?!"


Agni menoleh perlahan dan memucat wajahnya, "I...... Ibunda?"


Bora langsung membungkukkan badan dan berkata, "Semua salah saya, Nyonya besar. Jangan memarahi Agni, saya mohon. Marahi saya dan hukum saya saja!"


Agni langsung melompat berdiri di depan Bora lalu berkata, "Tidak, Ibu! Aku yang menggoda Bora. Aku yang salah. Aku terus mengejar Bora dan memaksa Bora mau menjadi kekasihku dan ........"


Bora langsung menegakkan badan dan menyahut, "Saya tidak dipaksa. Saya mencintai Agni, Nyonya besar. Maafkan saya. Tapi, saya benar-benar mencintai Agni"


Agni menoleh kaget ke belakang dan bertanya dengan wajah tidak percaya, "Ka......kau mencintai aku dan benar-benar mencintai aku?"


"Kau pikir semua yang aku lakukan selama ini karena apa?"


"Karena kau menyukai aku dan......Bora! Kau mencintai aku!" Agni membeliak senang.


Bora hanya bisa mematung melihat wajah datar nyonya besarnya.


Ibundanya Agni tiba-tiba terkekeh geli dan Agni langsung menghadapkan wajahnya ke depan.


"Ibu, kenapa Ibu tertawa?"


"Ibu senang melihat tingkah lugu kalian"


"Ja......jadi, mak .......maksudnya, Ibu merestui kami? Ibu nggak akan memisahkan kami? Ibu menyetujui hubunganku dengan Bora?"


Ibundanya Agni menganggukkan kepala dengan senyum lebar.


Agni langsung melompat memeluk Ibundanya dan memekik, "Terima kasih, Ibu! Agni sayang banget sama Ibu!"


Bora tersenyum lega dan langsung membungkukan badan lalu berkata, "Terima kasih banyak untuk restunya, Nyonya besar. Saya akan menjaga Agni dan memperlakukan Agni dengan sangat baik. Saya akan setia dan bertanggung jawab"


"Iya, aku percaya sama kamu Bora. Jaga baik-baik hubungan kalian dan setelah semuanya tenang, aku akan menikahkan kalian"


Bora langsung menegakkan badan lalu berkata, "Siap! Saya akan segera mempersiapkan lamaran untuk Agni, Nyonya besar"


Agni sontak menunduk dengan rona malu di wajah dan ibundanya langsung tertawa lepas.

__ADS_1


Sedangkan Bora tetap berdiri tegak dengan wajah seriusnya.


Di dalam hutan siluman, si sebuah danau biru yang jernih dengan pemandangan yang sangat indah, Kiana berbalik badan dengan pelan untuk menyambut ajakan berciuman suami tampannya. Lalu, Kiana menarik bibirnya.


Agha sontak bertanya dengan suara serak, "Ada apa?"


Kiana tersenyum lalu menarik tengkuk Agha dan saat pria tampan itu menunduk, Kiana menggigitnya. Bukan gigitan keras, tapi meninggalkan kesan dengan gigi kecil-kecil yang tajam di area sensitif, tempat pertemuan leher dan bahu Agha.


Agha bergidik dan langsung tersenyum lalu berkata dengan suara seksi, "Wah, apa ini tandanya kamu mengingnkan lebih dari sekadar ciuman, Istri kecilku?"


Kiana menjilat bekas gigitannya, lalu menciumnya dan berkata, "Tidak. Aku hanya senang melakukannya. Aku senang sekali"


Agha terkekeh geli lalu ia menegakkan kepalanya, menatap wajah cantik istri kecilnya dan bertanya, "Benarkah? Kau yakin kau bilang tidak, tadi?"


Kiana langsung menunduk dengan rona merah di wajahnya.


Degup jantung keduanya berpacu kencang dan air di danau yang cukup dingin tiba-tiba menghangat karena gairah kedua pasangan suami istri itu.


Agha membetulkan posisi Kiana sambil berjalan menuju ke di dinding penahan dari batu. Jenderal tampan dan gagah perkasa itu kemudian mengangkat tubuh ramping istri kecilnya dan mendudukkan Kiana di sebongkah batu besar yang mulus permukaannya. Tidak ada lumut hijau yang tumbuh di batu tersebut. Agha menatap Kiana dan menggeleng, "Kenapa kau bisa tercipta secantik ini, Sayang. Kau wanita paling sempurna di dunia ini"


Agha kemudian menarik pagutannya untuk berkata, "Aku tidak butuh wanita yang tinggi, aku tidak butuh lesung pipi, karena aku hanya butuh kamu. Aku tidak menginginkan yang lainnya lagi. Aku hanya ingin kamu"


Kiana meletakkan tangan di dada Agha dan menatap wajah tampan suaminya dengan senyuman penuh cinta.


"Kiana?" Dengan menggunakan tepi kepalan tangan, Agha mengangkat dagu Kiana, "Kau sudah melakukan banyak hal untuk aku, Sayang. Kau membawa perubahan positif di diriku. Kau luar biasa"


"Mas juga sama. Mas juga sudah melakukan banyak hal untuk aku dan membawa perubahan positif di diriku. Mas juga luar biasa"


"Maafkan aku kalau aku belum bisa memberikan waktu yang banyak untuk berkencan. Kita belum pernah berkencan seperti pasangan lainnya. Kita belum pernah jalan-jalan santai di taman atau belanja dengan santai di pasar" Agha menyibakkan seuntai rambut basah dari wajah Kiana.


Kiana mengusap lembut dada telanjang suaminya sambil berkata, "Aku sudah merasa cukup mendapatkan perhatian dan waktu dari kamu selama ini, Mas"


"Aku janji akan memberikan kamu waktu untuk menikmati itu semua" Agha menyapukan telapak tangan di rambut basahnya Kiana.


"Aku tak ingin waktu lagi. Sungguh tak ingin. Mas bukan laki-laki biasa. Mas memiliki banyak tanggung jawab dan aku paham itu"


Agha tersenyum penuh cinta dan kekaguman lalu berkata, "Terima kasih sudah mau memahamiku sebesar itu, Sayang"

__ADS_1


Kiana kembali mengusap lembut dada bidang suaminya dan berkata, "Yang aku butuhkan, yang kuinginkan, hanya kau, Mas"


"Senang mendengar itu. Astaga, kau satu-satunya perempuan yang aku cintai kini, esok, dan selama-lamanya" Agha lalu mengecup ujung hidung istri kecilnya bibirnya, rahangnya, dagunya, "Kau Istri dan perempuan yang sangat luar biasa, Sayang"


Lalu, Agha memagut bibir ranum Kiana dan mencium makin dalam, lalu mengakhirinya dengan erangan.


"Saat pertama melihatmu di kamarku, aku sudah mengagumi kecantikan kamu dan kamu membuatku gila saat itu juga"


"Tapi, Mas galak banget waktu itu"


"Aku mengingatnya"


"Mas membuatku ketakutan setengah mati waktu itu"


"Aku mengingatnya dan maafkan aku yang tidak sabaran dan galak ini"


"Aku juga tidak sabaran dan galak. Jadi, ku rasa kita impas"


Agha dan Kiana kemudian tertawa keras secara bersamaan.


Agha kemudian menempelkan keningnya ke kening Kiana dan berkata, "Aku berjanji akan terus berusaha lebih baik untuk bisa membahagiakan kamu dan selalu belajar mencintai kamu lebih baik lagi"


"Aku juga akan melakukan hal yang sama, Mas"


Agha mengelus pipi Kiana dengan ibu jarinya lalu mencium bibir Kiana dengan lembut. Lalu, Agha membopong Kiana dan berjalan menuju bagian yang lebih dalam.


Dengan wajah kebingungan, Kiana bertanya, "Apa yang akan Mas lakukan?"


Agha menjawab dengan suara serak yang lebih dalam, "Bercinta dengan kamu di dalam air"


Setelah melepas kerinduan dengan cara yang sangat luar biasa, Agha dan Kiana menuju ke pondok dengan bergandengan tangan.


Agha kemudian melepas tangan Kiana dan berkata, "Aku tunggu di luar dan..........."


"Siapa kalian?!"


Agha dan Kiana tersentak kaget saat mereka berdua melihat kakeknya Kiana tiba-tiba berdiri di depan mereka dan menghujamkan tatapan tajam ke mereka.

__ADS_1


__ADS_2