
Sementara itu di dalam kediaman Caraka, di sebuah kamar luas yang mewah, terdengar suara dua gadis tengah bercakap-cakap.
"Nyonya muda, saya ingin curhat" Ucap Debi dengan senyum malu-malu.
"Curhat apa?" Kiana menatap Debi dengan biar mata berkelip riang.
"Saya suka sama seseorang"
"Siapa? Apa.aku kenal orang itu?" Kiana menggenggam kedua tangan Debi dengan wajah penuh tanda tanya dan senyum lebar.
Debi mengangguk dengan senyum malu-malu.
"Cepat katakan siapa pria yang beruntung itu?' Kiana menepuk bahu Debi dengan senyum ceria.
"Bora. Saya menyukai Bora, Nyonya muda"
"Hah?! Bora?" Kiana sontak terduduk lemas.
"Kenapa Nyonya muda langsung lemas? Apa Nyonya muda tidak menyukai Bora?"
"Bukannya aku tidak menyukai Bora. Tepi, Bora itu sama anehnya dengan Jenderal Agha. Kalau kamu jadian sama Bora, berarti kita sama-sama dapat pria aneh, hihihihi"
Debi ikutan terkikik geli dan kedua sahabat itu kemudian berpelukan dan kembali terkikik geli.
Di kamar yang lain juga terdengar suara dua wanita tengah bercakap-cakap. "Suruh salah pelayan untuk menyusul Maharani ke kuil dan bawa pulang Maharani ke sini secepatnya! Aku tidak ingin Agha semakin masuk ke dalam sihir gadis liar itu. Aku nggak mau Agha terus ditipu oleh gadis liar itu"
"Baik, Nyonya besar" Sahut Bibi Sum.
Dan di taman bunga, tampaklah dua pria tampan dengan jarak umur yang sangat jauh tampak asyik bermain layang-layang. Setelah layang-layang Kendra yang tinggal satu-satunya putus dan terbang dibawa angin senja, Agha langsung menggendong Kendra sambil berkata, "Nggak usah sedih. Kita duduk dan Kak Agha akan ajari kamu cara bikin aneka bentuk hewan dari kertas. Teknik melipat kertas ini namanya origami. Apa?"
__ADS_1
"Oligami" Sahut Kendra.
Agha tersenyum geli mendengar Kendra belum bisa mengucapkan R. Agha lalu berkata, "Coba bilang Rrrrrrrr"
"Llllllllllll" Sahut Kendra.
Agha kembali tersenyum geli dan berkata, "Rrrrrrrrr. Coba getarkan lidah kamu!"
Kendra menatap Agha dengan keraguan.
"Coba aja! Kamu pasti bisa. Masak udah gede belum bisa bilang R. Ayo coba getarkan lidah kamu dan bilang Rrrrrrrrr!"
Kendra mencoba menggertakkan lidahnya dan berhasil melepaskan, "Rrrrrrrrrr" Dengan sempurna.
Agha terkejut menatap Kendra dan pria tampan itu langsung berkata, "Tuh, bisa, kan. Apa, Kak Agha bilang, kamu pasti bisa"
Kendra langsung melompat dan memeluk Agha. Agha tersentak kaget dan sontak bertanya, "Kenapa kau tiba-tiba memeluk Kak Agha?"
Agha mengusap pipinya dan tersenyum hangat menatap Kendra. Agha kemudian membungkuk dan mengecup pipi Kendra. Lalu, pria tampan itu berkata, "Terima kasih udah mau berteman dengan Kak Agha"
"Tentu saja mau. Kak Agha, kan, tampan, pinter, dan keren"
Agha merona malu mendapatkan pujian dari adik iparnya. Lalu, pria tampan itu bertanya, "Lebih keren mana Kak Agha sama Kak Adyaksa? Kamu kemarin main ke kebunnya Kak Adyaksa, kan?"
Kendra tampak ragu menjawab.
"Jawab aja secara jujur! Kak Agha nggak akan marah"
Kendra kemudian berkata, "Kalau Kak Adyaksa itu pandai memasak dan Kak Kiana sangat menyukai masakannya Kak Adyaksa. Kalau Kak Agha pandai origami"
__ADS_1
Agha langsung berkata di dalam hatinya, Aku akan belajar memasak. Aku akan masak sarapan untuk Kiana besok. Aku nggak boleh kalah sama Kak Adyaksa.
Agha kemudian mengusap kepala Kendra dan kembali bertanya, "Kalau tampan, lebih tampan mana Kak Agha sama Kak Adyaksa?"
"Semuanya tampan" Sahut Kendra dengan mata berbinar polos dan senyum manis.
"Kalau dibandingkan lebih tampan mana?"
"Nggak bisa dibandingkan. Kak Agha dan Kak Adyaksa sama-sama tampan"
"Kalau begitu, Kak Agha ganti pertanyannya. Menurut kamu, Kak Kiana kamu lebih suka sama siapa? Kak Agha atau Kak Adyaksa?"
"Tentu saja Kak Agha"
"Karena Kak Agha lebih tampan dan keren, kan?"
Kendra menggelengkan kepala dan berkata, "Bukan karena lebih tampan dan keren"
Agha sontak mengerucutkan bibirnya dan bertanya, "Lalu karena apa?"
Kendra terkekeh geli melihat wajah manyunnya Agha, lalu Kendra berkata, "Karena Kak Agha suaminya Kak Kiana"
"Oh, begitu, ya" Sahut Agha dengan nada sedikit kecewa. Karena Agha berpikir kalau hanya mengganggap sebagai suami, masih ada kemungkinan Kiana lebih menyukai Adyaksa daripada dirinya.
Agha menghela napas panjang untuk menghilangkan percikan api cemburu di hati, lalu ia menoleh ke Kendra, "Ayo kita mulai origami-nya"
"Oke" Sahut Kendra dengan wajah semringah.
Di saat Agha tengah asyik mengajari Kendra membuat aneka bentuk hewan dari kertas lipat, Kiana berdiri dalam diam di belakang Agha.
__ADS_1
Kiana tersenyum melihat Agha dan Kendra bisa akrab dan sesekali Kiana melihat kedua pria tampan itu saling melempar senyum lebar dan tawa riang.
Dia ternyata mau berteman dengan Kendra. Bahkan Kendra sepertinya mulai sayang sama si manusia es ini. Syukurlah kalau begitu. Wah, dia bisa tertawa juga ternyata. Batin Kiana.