
Nun jauh di sana, di sebuah kerajaan yang berada di bawah laut, seorang wanita tengah merintih kesakitan. Dia tengah berjuang melahirkan anaknya. Wanita itu adalah adiknya Adnan. Saat ia mendengar kabar Kiana sudah melahirkan dengan lancar dan sukses, ia pun bersemangat untuk bisa melahirkan bayinya dengan lancar dan sukses. Beberapa detik kemudian terdengarlah suara tangis bayi. Seorang wanita paruh baya menyerahkan bayi itu dan berkata ke adik wanitanya Adnan, "Selamat Ratu Delima, bayi Anda perempuan dan ia sangat cantik seperti Anda"
Adik perempuannya Adnan yang memakai nama asli pemberian dari ayah kandungnya, memeluk anaknya sambil bergumam, "Syukurlah kamu lahir dengan selamat Putriku. Aku akan mendidik kamu jadi pendekar wanita yang hebat karena Ibunda ingin kamu bisa menuntut balas kematian Nenek dan Paman kamu. Bunuh Ratu Kiana dan Raja Agha juga Abinawa. Bunuh mereka semua yang sudah mengurung Nenek dan Paman kamu sampai mereka meninggal. Aku beri kamu nama Crystal karena kulit kamu putih dan berkilau seperti Crystal.
Sementara itu di Kerajaan Pusat, di depan pintu ruangan yang menuju ke kamar tidurnya, Agha langsung dipeluk ayah kandung, ayah mertua, Bhadra, Adyaksa, dan Bora.
Agha tertawa bahagia lalu melepaskan diri dari pelukan para pria hebat yang sangat ia sayangi itu samb berkata, "Aku masuk dulu. Aku pengen lihat Kiana dan bayiku"
Semua pria tampan dan hebat itu menganggukkan kepala dengan tawa bahagia mereka.
Agha yang terus mengulas senyum bahagia dan lega membuka pintu lalu melangkah pelan mendekati Kiana yang tengah memeluk bayinya dengan didampingi ibu mertua dan ibu kandungnya.
Kiana dan Naga bersitatap dengan senyum bahagia dan penuh cinta.
Agha langsung dipeluk ibunda dan ibu mertuanya dengan ucapan selamat.
Agha berkata ke ibu mertuanya, "Terima kasih Ibunda sudah membantu persalinan Kiana"
"Sama-sama, Agha" Kayla menepuk pundak Agha.
Lalu Agha menoleh ke ibundanya, "Terima kasih Ibunda sudah menemani Kiana bersalin.
Ibundanya Agha mencium pipi Agha lalu berkata, "iya, Ibu dan ibu mertua kamu akan keluar dan temui Istri dan anak kamu sana"
Agha tersenyum lebar dan setelah Ibunda dan ibu mertuanya menutup pintu, Agha kembali melangkah pelan mendekati Kiana dan bayinya.
__ADS_1
Agha terus bersitatap dengan Agha dengan senyum dan tatapan penuh cinta.
Agha kemudian memeluk Kiana dan bayinya dan berkata, "Terima kasih, Sayang, sudah menjadi wanita yang sangat hebat. Kamu sudah mengandung selama sembilan bulan lebih dan berjuang melahirkan bayi kita. Aku mencintaimu"
Kiana mengusap lembut kepala suaminya sambil berkata, "Aku juga mencintaimu, Mas. Apa Mas ingin mencoba menggendongnya, Kenzie sangat tampan. Kenzie mirip banget sama, Mas. Cetakan rambutnya pun sama persis seperti, Mas. Lihatlah, Mas!"
Agha melepaskan pelukannya untuk melihat bayinya dan bertanya, "Kenzie? Jadi, bayi kita cowok?"
"Iya, Mas. Mas kecewa, ya, karena bayi kita cowok bukannya cewek?"
Agha mencium keningnya Kiana, lalu mencium lembut kening bayinya dan berkata, "Nggak, aku nggak kecewa, cuma kaget aja, ternyata ada makhluk sekecil ini yang mirip banget dugaanku. Ah, dia lucu banget Kiana" Agha lalu menirukan gerakan bibir bayinya dan Kiana sontak terkekeh geli melihat tingkah lucu suaminya.
"Aku pengen menggendongnya, Kiana. Ajari aku cara menggendongnya"
Kiana lalu meletakkan dengan hati-hati kepala Kenzie ke lengannya Agha.
Kiana langsung berkata, "Sini, Mas, biar aku gendong lagi, Kenzie kita pengen minum susu"
Agha meletakkan pelan bayinya ke dalam dekapan Kiana lalu ia duduk di tepi ranjang sambil berkata, "Apa yang bisa aku bantu, Kiana?"
"Nggak usah, Mas, aku bisa sendiri" Kiana lalu memberikan ASI eksklusif ke bayinya.
Agha sontak nyeletuk, "Aku jadi pengen Kiana"
Kiana langsung menepuk bahu suami tampannya dengan senyum geli sambil terus memberikan ASI eksklusif ke bayinya.
__ADS_1
Agha lalu berkata, "Wah, dia minumnya kuat, ya, dia benar-benar mirip denganku"
Kiana langsung tersenyum geli dan kembali menepuk bahu suaminya.
"Oh, aku tahu apa yang harusnya aku lakukan" Agha lalu bangkit berdiri dan Kiana sontak bertanya, "Mas, mau ke mana?"
"Bikin susu cokelat kesukaan kamu biar kamu kuat dan lancar memberikan ASI eksklusif untuk Kenzie"
"Kenapa nggak minta tolong dayang untuk membuatnya, Mas?"
"Nggak, dong, aku harus bikin sendiri" Ucap Agha sambil berlari keluar dari kamar tidurnya.
Tidak begitu lama, Agha masuk membawa segelas susu cokelat hangat tepat di saat Kiana merebahkan Kenzie ke dalam box bayi.
"Udah bobok, ya, Kenzie?"
"Udah, Mas"
"Ini kamu minum dulu susu cokelat hangatnya"
Kiana tersenyum dan menerima gelas dari Agha lalu berkata, "Terima kasih, Mas"
Saat Kiana meminum susunya, Agha memeluk Kiana dari arah belakang lalu berkata, "Kenzie pas tidur lucu banget. Apa boleh aku bawa dia tidur dengan kita, Kiana? Aku pengen memeluknya pas tidur"
Kiana meletakkan gelas yang telah kosong di atas nakas lalu berkata, "Boleh saja, Mas. Aku akan gendong bayi kita dan bawa Kenzie ke ranjang kita"
__ADS_1
"Hmm" Agha tersenyum lebar dan tampak tidak sabar ingin memeluk Kenzie di atas ranjang.