
"Beatrix, jangan lupa telepon lagi Pak Tom untuk mengingatkannya kembali kalau hari ini pengiriman bunga agak lebih awal dari biasanya" panggilku yang masih tetap fokus merangkai pesanan bunga.
"siaaaaap!"
Tak lama Sebuah mobil hitam terparkir rapi di depan Toko kami, dan terdengar suara langkah kaki memasuki Toko.
Terlihat sosok Pria tampan dengan setelan jas rapi memasuki area toko, melihat ke sekeliling dan memperhatikan bunga-bunga yang terpajang rapi.
"ada yang bisa saya bantu Tuan ?" sapa Beatrix yang mulai menghampiri pria tersebut.
Pria itu adalah Liam dengan Sekretarisnya yang selalu setia mendampinginya.
"Apa Tuan sudah melakukan pemesanan di Toko kami ?" tanya Beatrix kembali yang seolah mencari kesempatan untuk mencari perhatian Liam.
"Aku ingin bertemu pemilik Toko" jawab singkat Liam
"Tapi aku bisa membantu Tuan jika ingin....."
"Tolong panggilkan Nona Harumi" potong Sekretaris Will yang seketika membuat Beatrix kesal karena mengganggu pembicaraannya dengan Liam
Dengan wajah cemberut, Beatrix berjalan ke ruangan kerja Harumi.
"Bu, di luar ada dua pria yang ingin bertemu denganmu" lapor Beatrix yang berdiri didepan meja kerjaku
"Dua pria ?" tanyaku balik
"Pria itu sangat tampan, waaaah aku mulai tergila-gila padanya, tapi pria paruh baya yang satunya aaaahhhh membuatku kesal"
"tampan ? paruh baya ? kau membuatku bingung Beatrix, sebentar aku akan keluar"
Aku mulai berjalan keluar diikuti Beatrix yang mengiringiku dari belakang.
Kulihat sosok pria yang berdiri membelakangi kami hanya menampakkan punggungnya yang bidang. Kemudian seseorang
dibelakangnya menyapa ku.
"Selamat pagi Nona Harumi, apa kabar ? masih ingat dengan saya ? saya lupa saya belum memperkenalkan diri, saya Will sebagai Sekretaris Tuan Liam Seymour yang tempo hari memesan bunga di sini." sapanya menundukkan tubuhnya memberi hormat di hadapanku.
"ooh iya saya ingat, tapi mohon maaf rangkaian pesanan Tuan Liam masih saya kerjakan, maukah anda menunggunya sebentar"
Liam pun berbalik menatap ke arah ku, ia hanya diam kemudian menoleh sebentar ke arah sekretarisnya seolah memberi kode. Sekretarisnya seakan sudah mengerti dengan keinginan tuannya, ia pun berjalan keluar Toko.
__ADS_1
"kita bertemu lagi Nona Harumi" sapa Liam
"Tuan Liam, saya sangat terkejut anda sendiri yang datang kemari"
Aku mulai sedikit bingung dengan apapun perkataan yang keluar dari mulutku. Ini adalah pertemuan keduaku dengannya. Aku ingin mencairkan suasana yang agak sedikit kaku ini.
"Beatrix, tolong belikan kopi ya." bisikku kepadanya yang sedari tadi hanya berdiri memandangi Liam dengan mata berbinar-binar
"hah ? iya iyaa baik Bu" jawab nya yang tiba-tiba terkejut dengan permintaanku.
Beatrix pun pergi keluar membelikan Kopi. Kini hanya tinggal kami berdua di Toko. Suasana di sini semakin membuatku canggung.
"ehmmm, apakah tuan ingin menunggu sebentar disini, biar saya bisa melanjutkan mengerjakan pesanan Tuan"
Liam tersenyum sambil memandangiku sedari tadi. Ia sadar aku mulai kikuk dan terlihat bingung menghadapinya.
"bisakah kau menemaniku makan siang hari ini Nona Harumi ?" ajak Liam yang seketika membuatku terkejut
"Maksud Tuan ?"
"Anggap ini sebagai permintaan maafku atas kejadian kemarin"
"Kemarin itu tidak apa-apa Tuan, saya hanya ada di saat waktu yang tidak tepat saja"
Entah kenapa aku juga ikut senyum-senyum simpul mendengar perkataannya. Sedari tadi Memang kami jadi terasa sangat canggung satu sama lain.
"Baiklah Tuan"
"Berhentilah memanggilku seperti itu, panggil namaku, aku sudah cukup boring mendengar setiap hari panggilan "Tuan Liam""
"Baiklah Tuan,,,, maaaf Liam" balasku terlihat kikuk
Awalnya aku merasa pria ini agak sedikit kaku dan mengerikan. Perlahan-lahan Liam mulai menunjukkan sisi lain dari dirinya, aku belum terlalu mengenalnya tapi ia sudah bisa membuatku mulai tersenyum kembali.
"aku tunggu di mobil, Harumi" ajak Liam yang kemudian ia berjalan menuju ke mobilnya
Aku yang masih terlihat terkejut dengan kehadirannya secara tiba-tiba dan mengajakku makan siang, seolah olah ini membuatku tampak seperti orang yang akan pergi berkencan.
"Tidak Harumi, ini bukan Kencan, hanya sekedar makan siang tidak lebih. Aku sudah Menikah dan memiliki suami, sebelum aku pergi dengannya aku akan memberitahu Anton" Batinku
Kucoba mengirimkan pesan singkat kepada Anton memberitahukan mengenai ajakan Makan Siang hari ini. Aku hanya tidak ingin membuat suamiku berfikiran yang buruk terhadapku.
__ADS_1
Tak lama Beatrix datang membawa 4 Gelas Kopi panas dari Cafe seberang jalan. Ia terlihat aneh melihatku yang berdiri mematung dan melamun didepan meja kerja.
"Bu, kenapa melamun ? oh yaa, kemana Pangeran tampan tadi, tapi kulihat mobilnya masih ada di depan, mobilnya bagus sekali, mewah dan keluaran terbaru. Tidak lain pasti ia orang yang sangat kaya raya" tanya Beatrix yang memecahkan lamunanku.
"Beatrix, bisakah kau menjaga Toko sendirian hari ini ? Aku ada urusan sebentar dan pasti akan segera balik lagi ke sini." jawabku sambil mengambil tasku yang tergeletak di atas meja.
"Siap Bos, Ngomong-ngomong apa ibu akan pergi dengan Pria tampan itu ?" goda Beatrix dengan senyuman nakalnya.
"Jangan berfikiran yang tidak-tidak Beatrix, aku akan segera pulang, sini kopi nya akan kuberikan untuk Pak Will dan yang lainnya" jawabku yang mengambil kopi dari tangan Beatrix dan segera berjalan menuju keluar.
Dengan perasaan yang tidak jelas dan terasa masih canggung, aku coba membuat diriku tenang. Ini hanya makan siang karena ia ingin meminta maaf mengenai kejadian kemarin, tapi kenapa aku begitu mudah mengiyakan tanpa berfikir lagi. Otakku mulai tidak karuan, kuharap Anton membaca pesanku, tapi ia belum juga membalasnya.
Aku pun melihat keluar Toko ternyata ada Dua Mobil Hitam sangat mewah yang berjejer di depan, dan tampak berdiri Sekretaris Will menyambutku.
"Nona Harumi, Tuan Liam sudah menunggu anda, silahkan masuk" dengan sangat ramah sekretaris itu membukakan pintu mobil dan mempersilahkanku masuk
"ini Kopi untuk Pak Will dan yang lain" kuberikan 4 gelas kopi tersebut kepada Sekretaris Will yang tampak aneh melihatku memberikan kopi kepadanya. Seolah ia tidak pernah diperlakukan seperti itu.
Kuperhatikan bagian dalam mobil ini sangat mewah, elegan dan pastinya sangat bersih hingga hampir tak ada noda sedikit pun.
Ada Liam yang duduk dan tengah fokus melihat layar Handphonenya.
Aku yang duduk bersampingan dengannya mulai bingung untuk mengawali pembicaraan.
"apa Sekretaris Will tidak ikut ?" tanyaku yang menoleh ke belakang melihat Pak Will memasuki mobil yang satunya.
"ia bersama yang lain, akan mengikuti dari belakang" jawab singkat Liam sambil meletakkan Handphonenya kembali
Kruk
Kruk
Tetiba tanpa sadar, perutku bunyi dihadapan Liam.
"Ya Tuhan, kenapa bunyi senyaring ini !" batinku
Pipiku mulai memerah terlihat sangat memalukan. Aku berusaha menekan perutku agar tidak mengeluarkan suara lagi. Aku tak sanggup melihat ekspresi Liam kepadaku.
"Baiklah, aku akan meminta supirku untuk lebih cepat, sepertinya ada yang sudah tidak tahan." Goda Liam yang tertawa puas melihat tingkahku
#Jangan lupa vote ya
__ADS_1
Dukung Author dengan Like, Vote dan Koment
Thank you ❤