Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 11 Sisi Lain


__ADS_3

Humming Bella Restaurant


Pukul 11.37 am


Sesampainya kami di sebuah Restaurant, Mobil berhenti tepat di depan pintu masuk. Supir Liam keluar lalu membukakan pintu Mobil untukku dan Liam.


Dari Luar, Restaurant itu tampak biasa dan sederhana. Berada tepat di pinggiran Kota, aku hanya pernah beberapa kali melewatinya tapi belum pernah ke sini.


Liam berjalan masuk dan aku mengikutinya. Kami di sambut para penerima Tamu Restaurant. Mereka memberi hormat dan sapaan sangat ramah kepada Liam dan aku.


"Selamat Datang Tuan Liam Seymour" sapa salah satu Staf Restaurant tersebut


"Sepertinya Liam sudah sering ke sini" batinku sambil memandangi Liam yang berjalan santai melewati para staf-staf restaurant.


Tidak kusangka setelah memasuki Restaurant ini, dari dalam tampak sangat mewah dan Luas. Kulihat banyak Lampu-lampu Kristal cantik yang menghiasi tiap sudut, Kursi dengan ukiran-ukiran indah berwarna putih tertata rapi dan ornamen bernuansa perak mendominasi sangat indah.


Aku sangat jatuh cinta dengan tempat ini, dari luar memang tampak sederhana tapi setelah memasuki ke dalamnya semua menjadi di luar ekspektasi ku.


Para pelayan sudah memilihkan kursi dan meja kami dengan sudut yang menghadap ke pemandangan Kota. Ia mempersilahkan kami duduk dan mulai meletakkan Buku menu di hadapan kami.


"Apa kau sudah sering makan di sini ?" tanyaku pelan yang begitu penasaran.


"Restaurant ini milik Rekan Kerjaku, ia tau aku ke Bristol dan memintaku ke sini" jawab Liam yang fokus melihat ke arah buku menu dan sesekali melihat ke arahku.


"Ooh begitu, apa makanan disini sangat enak ?"


Liam hanya tersenyum mendengar pertanyaanku.


Bukannya melihat ke Menu makanan, aku memperhatikan penampilanku yang tidak rapi sama sekali.


"Liam aku permisi ke Kamar Kecil ya."


Aku berjalan mencari Kamar kecil di Restaurant tersebut.

__ADS_1


Liam yang duduk hanya tersenyum memandangiku dari belakang. Seolah aku adalah bahan hiburan buat nya.


Setelah aku bercermin, sudah kuduga wajahku mulai berminyak. Rambutku masih kuikat dengan tampilan yang tidak karuan. Karena aku sadar, ia datang dan mengajakku keluar disaat aku masih sibuk menyelesaikan pesanan para pelangganku.


Aku yang saat itu hanya mengenakan Cardigan putih oversize, dengan dalaman dress berwarna Grey muda dan tak lupa sepatu wedges senada dengan warna dressku. Kubiarkan rambut hitamku tergerai dan merapikan sedikit bagian depannya.


Tak lupa aku melihat layar Handphoneku, belum ada balasan dari suamiku. Aku hanya berharap ia membaca pesanku, aku ingin sekali menelponnya. Tapi aku tau Anton tidak pernah ingin menjawab panggilan masuk di saat ia bekerja.


Ketika aku keluar, aku baru memperhatikan ke sekeliling Restaurant yang begitu luas itu pengunjungnya hanya ada aku dan Liam saja. Tidak ada pengunjung lain yang datang selain kami.


"Kenapa Restaurant ini tampak sepi ? apa makanannya tidak enak ?"


"hmmm, Gadis Bunga yang selalu penasaran cepat pesan makananmu, perutmu sudah meronta ronta kan" goda Liam yang tidak ada henti-hentinya menatapku.


Sebenarnya Liam memang sudah memesan seluruh Restaurant ini hanya untuk makan siang ia dan Harumi. Tidak ada seorang pengunjung pun yang bisa masuk selain mereka ber dua.


Para pelayan pun datang dengan troly Makanan yang sudah kami pesan. Sudah kuduga makanan yang disajikan terlihat sangat enak. Aku yang sudah tak sabar ingin melahap semuanya.


"Makanlah yang banyak, Gadis Bunga" Liam tersenyum melihat ekspresi bahagiaku melihat Makanan enak.


"Baiklah.....Ru..mii"


Liam tidak henti-hentinya menggodaku, ia hanya duduk memandangiku yang tengah asik menikmati hidangan makanan yang sudah di sajikan. Sesekali ia hanya meminum segelas Wine .


Aku sangat lahap karena makanannya enak sekali dan aku sudah sangat lapar sedari pagi tidak sarapan. Pesananku Roast Beef with aurbegine, peppers and Cannellini Beans. Ini sangat lezat dengan porsi yang ternyata lumayan besar.



"Rumi, setelah ini bisakah kau menemaniku ke suatu tempat ?" tanya Liam yang membuatku terkejut dengan keinginannya tersebut.


Aku berhenti makan dan perlahan meletakkan garpu dan pisau. Mencoba diam dan sejenak menarik nafas. Kutatap wajah Liam yang saat itu duduk di hadapanku.


"Aku sudah menikah Liam, maaf jika aku sudah lancang, aku sangat menghormatimu dan sangat senang bisa di ajak makan siang di tempat indah seperti ini. Tapi setelah ini aku tidak bisa kemanapun selain kembali Ke Toko dan pulang ke rumah."

__ADS_1


"Apa kau takut pada suamimu ? takut Anton mencurigaimu ?" pertanyaan Liam semakin membuatku terkejut. Entah apa yang ada dipikiran pria ini terhadapku.


"Kau mengenal suamiku ?"


"Bagiku sangat mudah mencari tahu kehidupan seseorang, Anton Riandra bekerja untukku. Besok aku akan Meeting dengannya." jawab Liam dengan santai


"Tapi Liam tidak mungkin aku pergi berdua dengan pria lain jika aku sudah bersuami, aku menghargaimu sebagai atasan suamiku. Tapi aku juga sangat menghormati suamiku."


"Rumi, aku hanya ingin kau menemaniku hari ini, aku tidak akan melakukan apapun denganmu. Itu saja, kau bisa menganggapku sebagai Teman."


"Apa perlu aku menelpon Anton dan meminta izin padanya ?" lanjut Liam yang semakin membuatku tidak bisa berkomentar apa-apa, ia menanggapi semuanya dengan santai.


Aku diam dan tak bisa menjawab pertanyaan konyol Liam lagi.


"Baiklah Liam, hanya hari ini, untuk ke depannya aku tidak bisa lagi. Aku mengganggapmu sebagai Teman tidak lebih" jawabku dengan tegas.


"Ok Gadis Bunga, habiskan makanmu" Liam tersenyum puas. Ia mulai mengambil Handphonenya dan menelpon Sekretarisnya.


Sebenarnya aku sudah tidak berselera makan, aku terlalu syok dengan sikap santai Liam. Ia seperti sudah terbiasa menghadapi wanita.


Aku menatap ke layar Handphone ku lagi tapi belum juga ada balasan dari Anton. Aku menelpon Beatrix dan mengabarinya jika aku terlambat balik ke Toko.


"Kau ingin mengajakku kemana ?" tanyaku


"Aku ingin membeli Sebuah Mansion disini, Sekretarisku bilang sudah menemukan sebuah Mansion yang cocok."


"Mansion ? apa kau akan pindah ke sini ?"


"Apa kau sebegitu penasarannya ?" Goda Liam


#jangan lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote

__ADS_1


Thank you ❤


__ADS_2