
Suara pelan langkah kaki Liam terdengar dari balik punggung Harumi, semakin mendekat menghampirinya.
Harumi tak berbalik sedikit pun, wanita itu sempat kebingungan dan debaran berdetak kencang di dadanya karena situasi seperti ini. Tentu saja, Dia masih merasa canggung bila berada satu ruangan dengan Liam, apalagi ini kamar pribadinya yang sudah dua malam Harumi menempati sebagai tempat mereka habiskan untuk tidur bersama.
Walaupun keduanya masih belum menghabiskannya dengan aktivitas yang lebih intim, hanya tidur bersama menghabiskan malam mereka dengan berbagi cerita dan segala kerinduan yang menyelimuti. Tapi, itu tetaplah sebuah keromantisan sederhana yang berdampak kuat kepada keduanya, hati yang mulai saling bertautan tak ingin terus disembunyikan, melainkan karena ber dampak negatif yang akan mereka terima ke depannya yang membuat Harumi terus menahan diri dan berusaha mengontrol hatinya.
Sedangkan Liam tidak memperdulikan segala hujatan, cibiran negatif, reputasi dirinya yang akan jatuh di hadapan semua orang di masa depannya nanti, jika ia lebih memilih Harumi disisinya. Sama sekali semua itu tidak dapat menghalanginya untuk tetap bersama Harumi wanita yang sudah membuatnya Sangat Takluk bahkan sanggup membuat pria itu rela bertekuk lutut dihadapan wanita itu.
Ya Tuhan, Liam belum pernah merasakan segila ini bersama wanita manapun sebelumnya yang pernah tidur bahkan berhubungan *** dengannya dulu.
Walaupun dulunya kehidupan Liam selalu di kelilingi Wanita-wanita Cantik di sisinya, berhubungan tanpa komitmen, hampir setiap malam pria itu melakukan hubungan intim menghabiskan malam-malam penuh gairah bahkan tidak hanya dengan satu wanita cantik saja.
Tapi, semua seakan mencair tak berbekas setelah pria itu bertemu Harumi.
Kalangan wanita-wanita yang sering bersama Liam, bukan wanita sembarangan karena sebagian besar mereka adalah kalangan Selebriti, Model dan juga memiliki profesi seperti Dokter, Pengusaha dan lainnya.
Bahkan sampai sekarang pun, wanita Cantik tak pernah lepas dari Image Liam di mata orang-orang yang mengenalnya. Ponsel pribadinya pun hingga sekarang selalu tak hentinya menerima panggilan dan pesan masuk dari para Wanita yang terus menggoda dan ingin bersamanya.
Masa Lalu Liam terkenal sebagai Don Juan, Penakluk Wanita karena sudah bisa dipastikan Dia pantas menerima gelar itu sebagai Pria Kaya Raya Tampan yang sangat diinginkan Wanita manapun, Liam sangat pandai mentreathment setiap wanita yang bersamanya, glamour, berkelas, hidupnya penuh dengan Pesta Gemerlap, terkenal Arogant, malam-malamnya tidak pernah sepi dengan aktivitas gemerlapnya dunia malam, bahkan Liam juga dikenal Pria Kejam sebagai The Devil bagi para Rivalnya. Sisi kelam pun tak luput dari kehidupan Liam, yang tak banyak diketahui orang lain.
Yeah, sejak dulu Liam tidak pernah merasa kekurangan dia memiliki segalanya. Apapun yang diinginkannya semua terpenuhi. Wajah tampan, kekuasaan, kaya raya, Pengusaha sukses, Pintar, tapi semua yang melekat pada dirinya tidak berarti lagi setelah Liam bertemu Harumi.
Semenjak Harumi hadir di kehidupannya, pria itu mengalami perubahan besar ia merasa memiliki Tujuan dan garis Finish yang ingin di capainya.
Harumi like a drugs, like a champagne, dan segala hal yang bisa memabukkan bagi pria itu. Bahkan demi wanita itu, Liam tidak peduli jika harus mengotori tangannya dengan darah untuk membunuh seseorang yang berani menghalanginya.
Sengatan dingin mencapai puncak seluruh tubuh Harumi, dia menggigiti bibir bawahnya berusaha menahan diri. Saat ingin menoleh, itu terlambat. Dari belakang Kedua tangan Liam sudah lebih dulu melingkar di tubuh mungilnya. Mengunci wanita itu dalam tubuhnya, memeluk erat, dalam dekapannya Harumi merasakan bagaimana irama detak jantung mereka saling bersahutan.
__ADS_1
Liam mendekatkan wajahnya ke telinga Wanita itu lalu berbisik "kenapa diam ?" Ya Tuhan, bahkan nafas pelan pria itu mendesir ditelinganya mampu mengguncang Harumi dengan segala kerapuhan dan tegangan berskala tinggi di tiap inchi bagian tubuh wanita itu.
Tubuh Harumi sudah tak sanggup berdiri dengan sempurna menahan getaran panas yang kini menyergap sekujur tubuhnya.
Liam melepas sebentar pelukannya, lalu membalikkan tubuh Harumi menghadap dirinya.
Yeah, demi apapun Harumi shock melihat Pria itu setengah telanjang memperlihatkan sebagian tubuh maskulinnya sekarang berdiri di hadapan wanita itu.
Ya Tuhan, ini pertama kalinya Harumi melihat tubuh kekar pria itu, pikiran kotor kini menghinggapi dalam benak Harumi seketika menyaksikan otot-otot keras itu terpampang bebas di kedua matanya.
Ibu jari Liam menyentuh dagu Harumi mengangkat perlahan wajahnya, sampai pada titik kedua pasang mata itu saling bertemu.
Rambut gelap Liam yang sedikit basah ditariknya kebelakang, wajahnya baru dicukur, dan matanya seperti langit musim panas yang cerah. Raut wajah pria itu sama sekali tidak terbaca saat membalas tatapan Harumi dengan ketajaman yang membara.
Tatapan Liam bergerak turun, menjelajahi tubuh Harumi sebelum kembali ke wajahnya. "Kupikir lain waktu selain tidur bersama, mandi bersama pun akan menyenangkan"
Liam menunggu.
Wanita itu bertumpu dari satu kaki ke kaki lainnya "Aku ingin tahu apakah kita bisa berbicara. Jika tidak, mungkin nanti. atau..." Bulumatanya terangkat dan matanya kembali bertemu dengan tatapan Liam.
Dia menatap Liam sementara seringai miring perlahan muncul di bibir pria itu. Alisnya terangkat "Atau apa ?"
"Tidak" balas cepat Harumi
Tak ada jarak berarti di antara mereka, begitu dekat sampai kaki mereka saling menyapu.
"Kau membuatku tidak bisa menahan diri lagi, Harumi, jadilah milikku seutuhnya"
__ADS_1
Liam tersenyum sambil menyusurkan ibu jarinya di pipi Harumi. Napas wanita itu tersekat saat perkataan itu meresap dalam dirinya. Dadanya terasa mengembang sampai dia yakin dia akan langsung melayang ke langit-langit.
Rasa lega yang manis membuat otot-otot leher Harumi yang kaku melemas dan kebahagiaan membuncah dari dalam dirinya. Dia menelan gumpalan yang tiba-tiba muncul dalam tenggorokannya.
Harumi mengulurkan lengan lalu melebarkan telapak tangannya di pipi Liam. Yang mengejutkan , kata itu lebih mudah diucapkannya daripada yang pernah dibayangkannya "Baiklah"
Mata pria itu terpejam sementara dia menghirup napas panjang "Aku sangat mencintaimu, sayang"
"Aku juga" bisik Harumi, lalu dia berjinjit mencium Liam dengan lembut.
Gairah membuat mata pria itu semakin gelap, perut Harumi menegang. Getaran panas yang kuat mengguncang tubuhnya. Kedua pasang mata itu tak hentinya saling berbalas mengisyaratkan koneksi kuat diantara keduanya.
Liam merunduk, menyapukan bibirnya ke bibir wanita itu. Harumi membuka bibirnya, mengundang pria itu masuk sementara dia melingkarkan tangannya dengan santai di tengkuk Liam.
Dengan itu, ciuman Liam menjadi lebih mendesak, lebih mendalam.
Tidak ada yang dapat mempersiapkan Harumi untuk tekanan Liar ciuman Liam. Inderanya meledak saat lidah pria itu menyapu lidah Harumi.
Pipi Harumi membara, tetapi begitu juga dengan darah dalam nadinya. Semakin lama Liam menatapnya, semakin dia mengetahui betapa pria itu menginginkannya.
Perut Harumi bergejolak hebat, wanita itu hampir tidak dapat bernapas apalagi berpikir ketika Liam menarik gaun tidur ini dari pundaknya, lalu melemparkannya.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank you ❤
__ADS_1