Kesempatan Terakhir Pernikahanku

Kesempatan Terakhir Pernikahanku
Bab 77 When we start Again


__ADS_3

Sebelum mengucapkan sesuatu, Cathy menarik napas sejenak "Sebenarnya ada apa, Rumi ?"


Mereka sudah saling duduk bersama di Ruang Tamu, Cathy menyadari perubahan Harumi yang semakin anggun dengan tampilan sangat berkelas. Tapi, itu hanya tampilan luarnya, Harumi tetaplah Harumi yang sama, Cathy masih mengenali sikap sahabatnya itu dengan baik.


Sorot mata wanita itu sesekali menyusuri sudut demi sudut bagian Penthouse tersebut dengan tatapan penuh kekaguman, tentu saja Cathy sangat menyukai orang-orang kalangan Atas terutama kalangan Konglomerat dan segala hal tentang mereka.


Obsesi besarnya yang tidak di ketahui Harumi adalah keinginannya masuk dalam lingkungan mereka dan tentu saja menjadi bagian dari mereka. Tapi, ujung-ujungnya Cathy selalu berakhir dengan masalah.


Harumi hanya memandangi sahabatnya itu sambil sedikit mengangkat sudut bibirnya "aku akan menjelaskan padamu, tapi bukan sekarang"


"Lalu sampai kapan kau akan menyembunyikannya ?" balasnya


Tatapan Harumi merendah, kelopaknya menurun seolah sesuatu yang begitu berat menopang di pelupuk matanya. Harumi menyadari suatu saat nanti pertanyaan itu pasti akan terlontar dari orang-orang terdekatnya.


Dan Cathy adalah orang pertama yang mengetahuinya.


"Jangan berpikiran buruk, kau sangat mengenalku, Cathy"


"Aku hampir tidak mengenalimu sekarang, hanya dalam waktu semalam kau berubah bak Cinderella, memang aku tidak percaya dengan pernikahan tapi jangan menyakiti orang-orang yang sudah memberikan kepercayaan kepadamu" tatapan Cathy berubah tajam, mencodongkan tubuhnya dan menyilangkan tangan dihadapan Harumi


Harumi sempat terdiam seribu bahasa, dia menyadari tak ada satu pun dari perkataan sahabatnya itu yang salah. Semua memang benar, Harumi sudah terlalu jauh melangkah dengan hubungan terlarang ini.


"apa kau percaya dengan Pria ini ?" tanya Cathy menyentakkan Harumi dengan pertanyaan konyol itu.


"Maksudmu ?"


Cathy bergeser menyandarkan bahunya ke sandaran sofa, menyilangkan kaki jenjangnya dan tatapannya seolah menggoyahkan pendirian Harumi "kau pasti baru mengenal pria itu, semua pria apalagi pria kaya raya seperti Dia tidak mungkin jelmaan Malaikat, terlalu percaya padanya bukan ide yang baik, Rumi"


"Jangan menceramahiku, aku tahu apa yang sudah kulakukan"


"aku hanya memperingatkanmu, setidaknya kau harus mengenalnya dulu lebih dalam."

__ADS_1


Garis pundak wanita itu tampak tegang, mendengar kata demi kata Cathy yang membuat Harumi tersentak hebat. Yeah, memang benar Liam sangat jarang membicarakan tentang kehidupan pribadinya bahkan hal-hal masa lalunya kepada Harumi.


Harumi memang hampir tidak pernah menanyakan tentang hal itu kepada Liam, karena menurutnya dia ingin Liam berbicara atas kemauannya sendiri.


"Dia bukan pria seperti dalam pikiranmu, jika dia ingin memanfaatkanku mungkin sekarang aku sudah menjadi Budaknya. Tapi, Liam memperlakukanku dengan baik dan menghormatiku." balas Harumi dengan halus


"Apa sekarang dia ada di sini ?"


Harumi menggelengkan kepala "dia sudah pergi dengan Sekretarisnya"


Suara Cathy melunak, nada bicara Harumi mencairkan suasana yang sempat menegang di antara mereka "Liam Seymour bukan Pria sembarangan, Rumi. Kau harus siap dengan segala konsekuensi apapun jika ingin berada di sisinya."


"Aku belum memberi keputusan apapun padanya"


Harumi belum yakin kapan tepatnya dia benar-benar menerima bahwa dirinya telah jatuh dan jatuh seperti pohon tumbang....Cinta kepada Liam.


Apa yang dia rasakan di dalam dadanya dan apa yang dia inginkan dari Liam ? Itu adalah Cinta.


Jadi, Harumi menyembunyikan perasaannya secara Lisan.


"Kau sangat berbeda Rumi, mulai pakaian, perhiasan, tatanan rambut, semua yang menempel di dirimu sangat berubah. Entah, sebagai sahabat apa aku harus mendukungmu atau tidak ? tapi, kau terlihat... bebas menjadi dirimu." bibir wanita itu melengkung.


Harumi mengernyitkan alis "Liam yang memintaku berpenampilan seperti ini" Lalu menatap perhiasan yang dikenakannya "justru seperti bukan aku."


"Kau menuruti semua keinginan Pria itu, apa kau mulai .... " Goda Cathy


"Jangan...menyimpulkan terlalu cepat." Harumi menyatukan kedua alisnya.


Cathy menyeringai dengan kedua alisnya yang naik "aku tidak memberikan kesimpulan apapun, hanya saja kau tidak menyadarinya."


Memang benar, hampir semua permintaan Liam selalu di turuti Harumi. Begitu pula sebaliknya, pria itu tak akan ragu mengikuti kemauan Harumi apapun selama wanita itu tetap berada di sisinya.

__ADS_1


"Bagaimana jika Anton mengetahuinya ? apa kau sudah siap ?" pertanyaan menohok Cathy bagaikan belati tajam tak segan-segan menusuk jantung Harumi semakin dalam, padahal dia tahu nantinya pertanyaan itu akan menuntut jawaban darinya.


Telapak tangan Harumi basah oleh keringat, ia mengepalnya erat. Atmosfir yang semakin dingin seolah menjadi Jubah yang membungkus nya dalam kebekuan tak berujung.


"Apa yang bisa kulakukan selain menghadapi Anton, apapun reaksinya aku siap."


"Kuharap kau sudah memikirkan nya, Anton memang banyak kekurangan, tapi Liam belum tentu lebih baik dari Anton, Rumi. Siapa yang akan berani menjamin hal itu ke depannya, Kau harus mulai menyingkirkan perasaanmu sementara waktu."


"Anton dan aku sudah tidak bisa diperbaiki lagi, terlalu banyak hal yang disembunyikannya dariku. Kami sudah sering bertengkar dan hanya bisa saling menyakiti." kilatan bulir airmata tampak menetes perlahan dari pelupuk mata wanita itu.


Cathy yang melihat reaksi sahabatnya hanya terdiam, mendekati Harumi lalu mengusap bahunya dengan perlahan. Dia baru menyadari betapa menderitanya Harumi selama ini, sahabat baiknya itu seperti sebuah Cangkang kosong yang sangat rapuh “Rumi, bicarakan baik-baik dengan Anton, kau dan Anton harus berjuang mempertahankan Pernikahan kalian. Aku tidak mendukung siapapun tapi satu hal yang kuinginkan sebagai sahabat adalah Kebahagiaanmu”


Harumi menggelengkan kepala sambil balas menatapnya “Tidak . Aku sudah hancur Cathy, tak ada lagi yang tersisa dariku, Anton mengharapkan keturunan dari ku yang tak bisa kuberikan padanya” tangannya mengepal di samping saat memikirkan bagaimana menyakitkannya sikap dan perkataan Anton yang selalu menyalahkan Harumi. Menuduh nya menjadi wanita paling bodoh yang tidak bisa menjaga calon bayi mereka dulu.


Ke sekian kalinya, Harumi membuat Cathy semakin tercengang dan keheranan dengan pernyataan wanita itu “apa maksudmu ?”


Dengan terbata-bata, seakan tenggorokan nya tersekat oleh sesuatu yang tajam dia berusaha menjelaskan kondisinya yang selama ini selalu di sembunyikannya “setelah kecelakaan itu, Dokter memvonis kalau kesempatan kami untuk kembali memiliki anak hampir tidak ada”


Alis Cathy terangkat dan tak menyadari bibirnya terbuka “Ya Tuhan…Rumi”


Mengesampingkan hal yang berkaitan dengan hubungan Harumi dan Liam yang mereka sembunyikan, Harumi adalah sahabatnya dan Cathy sempat melupakan hal itu. Ada alasan yang tepat bagi Harumi hingga membuatnya berani bermain api dengan pria lain, mengubahnya seperti sekarang walaupun jalan yang ditempuh wanita itu akan menerima banyak Hujatan.


“Kumohon jangan beritahukan ini pada orang lain terutama semua keluarga besarku, Cathy” Kekecewaan dan kesedihan menarik turun sudut bibir wanita itu.


“Lalu apa yang akan kau lakukan sekarang, tidak mungkin kau terus menerus bermain kucing-kucingan seperti ini, cepat atau lambat semua orang akan mengetahui hubungan kalian. Apalagi mengingat popularitas Liam, media akan sangat tertarik dengan skandal hubungan kalian dan menjadikan senjata untuk menjatuhkan Liam.”


#Jangan Lupa Vote ya


Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote


Thank you 💌

__ADS_1


__ADS_2