
Semua fasilitas serba mewah ini di sediakan dan didesain khusus untuk Harumi, semua sudah di persiapkan Liam sejak lama. Tapi tak diketahui oleh Harumi sedikit pun.
Harumi memandangi tiap sudut ruangan bertingkat dua tersebut, banyak pakaian-pakaian wanita, tas desainer super mahal, sepatu brand terkenal tertata sangat rapi di tempatnya, bahkan di tengah Ruangan ada rak putih besar yang berisikan perhiasan-perhiasan mahal dengan taburan berlian dan Kristal.
Karena takut merusaknya, Harumi tak berani sedikit pun menyentuh barang-barang tersebut. Ia hanya melihat-lihatnya. Semua tampak indah, apalagi ini semua pasti sangat di impikan seluruh wanita. Memiliki Pakaian mahal, Sepatu desain terkenal, perhiasan berkilat bertahtakan berlian dan tas brand dunia.
Tapi sebenarnya tak membuat Harumi buta akan segalanya, ia menyadari bahwa ini semua bukan miliknya. Mungkin hanya kebetulan saja sidik jarinya cocok dengan mesin tersebut, yah Harumi menganggapnya mesin itu sedang error.
Harumi lalu perlahan keluar, sebelumnya ia merapikan pakaian-pakaiannya yang tergeletak di lantai karena tak sengaja terjatuh dari genggamannya tadi.
Menutup kembali ruangan tersebut, lalu menuju kamar mandi yang tak kalah mewahnya.
Harumi berusaha membiasakan kedua matanya dengan segala kemewahan di rumah ini, sesekali ia tersenyum mengingat betapa dramatisnya segala kejadian yang dialaminya dalam satu hari ini. Hari Valentine yang tak akan di lupakan oleh Harumi seumur hidupnya.
Ia mulai menyalakan keran mengalirkan air hangat ke bath tub. Setelah bath tub sudah terisi penuh, mencampur bath bomb dan bath foam aroma vanilla ke dalamnya, Harumi masuk ke bath tub setelah membuka semua pakaian yang dikenakannya hingga tak ada sehelai benang pun yang menempel ditubuhnya dan menggulung rambut panjangnya kebelakang.
Untuk sejenak saja, ia ingin merasakan kenyamanan dan ketenangan setelah melewati hari ini yang sangat melelahkan dan menyita pikirannya. Tak terlintas sama sekali di pikiran Harumi, jika saat ini ia sedang berendam di bath tub Mansion milik Liam.
Tapi ia ingin sebentar saja membuang segala beban berat, menenangkan sakit hatinya dan pikiran yang sudah penuh sesak. Memanjakan diri tak ada salahnya.
Ia meletakkan kepala di bantalan Tub lalu memenjamkan kedua matanya, mengosongkan pikiran. Helaian rambut hitam sedikit berjatuhan menyapu pipinya, Harumi tampak cantik dan sangat tenang.
Selang beberapa lama, dering ponsel nya berbunyi. Membuat Harumi terbangun sesaat dirinya hampir tertidur.
Ia langsung meraih ponsel yang diletakkan dekat dengan sisi bath tub dan menatap layarnya ternyata panggilan masuk dari Liam. Ia langsung menjawab panggilan tersebut.
“Hallo” sahut Harumi dengan cepat
“Kau sedang apa ?” suara serak Liam terdengar di telinganya
“aku lagi mandi”
“hmmm…tetiba kau membuatku membayangkan sesuatu yang indah, pasti akan menyenangkan jika aku bisa bergabung denganmu sekarang” Liam dengan godaan nakalnya
“jangan bercanda Liam! Kau harus tau aku tidak menyangka akan mendapat banyak kejutan di sini, terlalu berlebihan. Aku bukan Tamu kehormatan yang harus di sambut, di layani diberikan fasilitas mewah, aku merasa ... merasa tidak pantas"
__ADS_1
“Kau harus membiasakannya mulai sekarang”
“Aku sekarang berada di kamar tidur “Wanitamu”” sahut Harumi dengan sedikit kesal tampak dari nada suaranya yang cepat
“terus apa yang salah, kau adalah Wanitaku” jawab Liam tanpa Ragu
Harumi diam, ia bangun dari sandaran nya. Duduk di tengah bath tub, tampak bulumata Harumi merunduk menatap butiran-butiran busa di sekelilingnya.
Debaran itu kembali merasuk ke tubuhnya, air hangat yang merendam tubuh mulus nya terasa seolah berubah menjadi dingin.
Liam langsung melanjutkan “Rumi…aku sangat merindukanmu”
Kata-kata Liam seakan membawanya terbawa dalam pusaran, pusaran yang akan menghanyutkannya kapanpun. Debaran jantungnya semakin cepat, ia tak bisa menahan perasaan asing ini lagi.
Genggaman Harumi di ponselnya semakin erat, kata manis Liam yang terdengar sangat jelas di telinga Harumi memberi getaran hingga menjalar dan mengguncang seluruh bagian dirinya.
“aku harus berbilas dulu, nanti akan kuhubungi lagi.” Harumi menjawab terbata-bata dan berusaha menghindar.
“Jangan menghindar lagi, aku berani bertaruh kau juga merasakan yang sama”
"Jangan seolah kau meminta tolong, aku tidak sedang membantumu sekarang ini. Tapi ini atas keinginanku" jelas Liam
Harumi berusaha mengalihkan arah pembicaraannya dengan Liam, ia tidak ingin perasaannya semakin nampak dengan jelas.
"aku akan berbilas dulu"
"tunggu, kirimkan fotomu sekarang jika sudah selesai."
"Foto ? jangan berfikiran mesum !" ekspresi Harumi berubah, wajahnya langsung cemberut.
"Hahaha...mesum ? baiklah, jika kau ingin fotomu keseluruhan juga boleh, aku lebih senang." Liam tertawa lepas menambah kan cemberut di wajah Harumi "Maksudku foto Selfie, jika kau sudah selesai. Aku sudah sangat gila merindukan si Gadis Bunga, setidaknya foto bisa sedikit mengobati" sambung Liam.
"Kau selalu saja membuatku salah paham,,,Iya...Iya...aku paham..sudah dulu ya" ekspresinya sedikit berubah, ia mulai tersenyum lagi
"Baiklah , Selamat Malam"
__ADS_1
"Selamat Malam Liam"
Harumi masih heran, tak ada pertanyaan satu pun dari Liam tentang alasannya menginap di sini dengan sangat mendadak. Tapi itu sangat di sukai Harumi, karena satu pertanyaan saja pasti membuat Harumi kembali mengingat kata-kata kasar hinaan Anton kepadanya. Dan itu sudah cukup memuakkan baginya.
Ia bangun perlahan dari Bath Tub, butiran-butiran busa yang sangat lembut menempel di sekujur tubuh Harumi sesaat ia berdiri.
Ia melangkah menuju Shower room untuk berbilas.
Selesai melakukan rutinitas kewanitaannya mulai mandi, cuci muka, sikat gigi, menggunakan skin care perawatan wajahnya.
Kini Harumi sudah mengenakan kimono mandinya, merapikan sedikit poni di pelipis matanya. Ia memilih tetap menggulung rambutnya ke belakang yang sedikit basah. Membiarkan beberapa helaian rambutnya berguguran di pipi.
Meraih ponselnya, membuka kamera depan dan mengambil beberapa gambar dirinya dengan ekspresi-ekspresi yang berbeda-beda. Mulai dari yang lucu, serius, tatapan aneh sampai ekspresi konyol sekalipun.
Kemudian Mengirimkan semua gambar-gambar selfinya ke Nomor Liam.
Tidak menunggu lama, Harumi langsung dengan cepat menerima balasan Chat Liam.
Ternyata aku salah, melihat gambar-gambarmu bukan solusinya. Justru membuatku makin gila, kenapa kau semakin cantik dan sangat menggemaskan, kau sudah membangunkan sesuatu yang besar yang sudah lama tertidur pulas. Kau harus bertanggung jawab, Sayang!
Harumi terkekeh membaca pesan singkatnya, ia sedikit menggodanya dengan balasan singkat yang semakin menyiksa Liam.
Kemarilah, aku menunggumu.
Mereka saling membalas kata-kata penuh godaan yang bisa membangkitkan gairah dan hasrat liar mereka. Harumi seolah tak peduli dengan apapun yang tengah terjadi sebelumnya.
Ia berubah semakin jauh, ia bahkan tak mengingat lagi bagaimana Anton menghina dan sampai sekarang pun tak ada kabar beritanya.
#Jangan Lupa Vote ya
Dukung Author dengan Like, Koment dan Vote
Thank You 🥰
__ADS_1